Kenalan Yuk Sama GoPro Hero Baru, Action Cam Murah Rp 2 Jutaan

GoPro tampaknya mulai menganggap serius persaingan action cam di pasar low budget. Berusaha tetap kompetitif, GoPro akhirnya ikut merilis kamera entry level murah yang hanya diberi nama Hero.

Beneran murah karena GoPro melepas si Hero hanya USD 199 atau setara Rp 2 jutaan sementara Hero5 masih sekitar Rp 4 jutaan.

Dengan harga segitu, apa saja yang absen dari Hero?

Masih worth it kah untuk dibeli?

 

Bodi dan Fitur Hero

Tanpa embel-embel angka dan Session, Hero hadir dengan bodi masih mirip dengan Hero5 dan Hero6 yang dilengkapi display 2 inch. Bodinya pun mantab dipegang, khas GoPro.

Setidaknya GoPro sudah membuatnya waterproof yang bisa dibawa menyelam hingga 10 meter, ada voice control dan video stabilization, fasilitas mewah kalau ini nanti bener 2 jutaan. Masih ada juga koneksi WiFi, Bluetooth, voice control, serta dukungan aplikasi Quik Stories: aplikasi video editor yang secara otomatis ngubah semua video rekaman kita jadi kece.

 

Fitur GoPro Hero:

  • 1440p or 1080p video with frame rates of 60 or 30 per second
  • QuikStories Enabled, GoPro App Compatible
  • Waterproof to 33 Feet (10m)
  • Compatible with existing GoPro Mounts
  • Wi-Fi, Bluetooth
  • Stabilisation
  • Voice control
  • Touchscreen

Perbedaan utama antara GoPro Hero dengan Hero 5 dan 6 Black adalah absennya kemampuan merekam video 4K.

Apakah ini bakal jadi poin minus?

Yuk, simak gimana performanya!

 

Performa GoPro Hero

Kemampuan perekaman Hero terkesan standar jika dibandingkan dengan seri GoPro yang sebelum-sebelumnya. Ya, Hero tidak bisa untuk merekam video 4K. Dia hanya mampu merekam di 1440p dan 1080p dengan kecepatan 60 frames. Kalau nggak terobsesi dengan 4K sih sebenarnya udah okay ini.

Kemudian Hero hanya punya satu option burst shooting (10 fps) dan satu time lapse setting (0.5 seconds per shot). Tapi itu bukan berarti Hero payah lho ya. Reproduksi warnanya bagus, suara jernih dan tidak ada “batuk” saat playback. Kamera Hero juga di-review tidak memiliki efek vignetting meski field of view lensanya lebar sekali.

Selain itu jerohannya menggunakan chip Ambarella (a la GoPro seri awal), tak ada image prosessor GP1 seperti milik Hero6 Black ya. Meski begitu electronic stabilizernya bisa diandalkan kok.

Pengguna juga harus puas dengan jepretannya yang hanya beresolusi 10MP dalam format JPEG, bukan 12MP seperti milik Hero6.

Memang secara resolusi lebih rendah tapi hasilnya tidak buruk-buruk amat. Hanya sedikit tidak se-cling hasil jepretan action cam harga lebih mahal. Performanya di low light juga masih terhitung memuaskan.


1/193s, f/2.8, ISO 100

GoPro memang tidak berniat menggeser Hero5 Session dengan yang satu ini. Hero5 dan Hero6 akan tetap dijual di level harganya, sementara si Hero ini dimaksudkan untuk menjaring orang awam yang ingin mencoba-coba action cam merk bagus tapi tidak mahal. Anak muda kekinian yang hobi travelling dan share di social media juga jadi target utama pemasaran Hero.

Apakah langkah ini akan menyelamatkan GoPro dari keterpurukan finansial? Mereka hingga menghentikan produksi drone Karma dan fokus total di action cam karena profit yang terus menurun. Pasalnya, persaingan action cam di low entry juga semakin sengit.

Salah satu pesaing terkuat adalah Yi Lite besutan Xiaomi.

GoPro wajib waspada karena Yi Lite sama-sama belum 4K tapi dibanderol kurang dari Rp 2 juta. Performa Yi Lite pun boleh diadu dengan 9 mode perekaman video dan bahkan hasil jepretannya 16MP.

Tertarik yang mana nih?

 

Source: GoPro, EPhotozine, The Verge

Related Post

One thought on “Kenalan Yuk Sama GoPro Hero Baru, Action Cam Murah Rp 2 Jutaan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *