“Tanah Yang Hilang” – Dari Porong Menuju Jerman

Akankah anak cucu kita tetap melihat Porong penuh dengan lumpur kelak?

Sehari-hari, baik “dari” maupun “menuju” Surabaya, kita melewati lokasi yang sering disebut Lumpur Lapindo saat ini. Dan yang terjadi adalah, kita hanya bisa menunjukkan tingginya bendungan lumpur ketika yang seharusnya kita ceritakan adalah seberapa ramai, hijau, dan hidup wilayah itu dulu.

Menariknya lagi, di tengah seberapa besar berita ini menyedot perhatian dunia, dan di tengah banyaknya orang seperti kita (bersenjatakan kamera), hanya ada satu fotografer, yang mau dan mampu menyempatkan diri menyelami Lumpur Lapindo, menceritakan kembali jejak-jejak kehidupan di sana, dan berusaha memasukkan galeri bersejarah ini ke dunia Internasional, Mamuk Ismuntoro.
AAEAAQAAAAAAAAN-AAAAJGI2YjE5NjY4LWQ1NTItNDI5ZC05ZTg5LWZmNDJjOGU5MTVmMASiapakah Mamuk Ismuntoro?

Saat ini adalah fotografer senior di Indonesia Images dan Indonesia Discovery.

Founder komunitas fotografi asal Surabaya, Matanesia.

Dan salah satu penggagas dan pentolan utama Festival Foto Surabaya.
“Tanah Yang Hilang” (2014) ini adalah buku foto pertamanya yang berisi pandangan personal terhadap peristiwa luapan lumpur di Sidoarjo.

 

Dummy photobook ( tentang lumpur Sidoarjo ) karya beliau juga menjadi finalis dalam International Dummy Book Fetival di Kassel, Jerman dan dipamerkan di Irlandia, Italy, dan Prancis. Buku foto ‘Tanah Yang Hilang’ juga dipamerkan dalam Asia- Pacific Photobook Archive di Photo Ireland Festival 2015.

Kalau sekarang Anda di Frankfurt, Jerman, mungkin Anda bisa berkunjung ke pameran buku foto “Beyond Transisi” hasil kurasi dari Celina Lunsford. Tanah Yang Hilang akan tetap berada di sana hingga 15 November nanti sebagai salah satu photobook yang dipamerkan.

Poinnya adalah: banyak yang bisa dipelajari dari Mas Mamuk ini.

Dan kenapa ini semua jadi matters, untuk PlazaKamera, untuk Mas Mamuk sendiri, dan terutama untuk Anda?

Karena dalam waktu dekat, akan ada event yang melibatkan kita (bertiga). Yang pasti event ini akan berupa “ajang”. Dimana kita punya wadah untuk menunjukkan hasil tangkapan kamera kesayangan kita. Mungkin belum sebesar pameran foto atau semacamnya, but who knows? Kita semua lah yang akan membuat “ajang” itu nanti menjadi besar.

Stay tune! Follow Instagram for updates.. Atau sering-sering mampir website kami :), Minggu-minggu ini akan kami umumkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *