Review DJI Mavic Mini, Drone Termurah, Terkecil, Teringan dari DJI

Munculnya DJI Mavic Mini ini mungkin tidak lepas dengan semakin ketatnya regulasi soal drone, terutama di kancah internasional. Beberapa insiden terjadi karena ke’ngawuran’ pilot drone yang membahayakan kegiatan operasional lainnya (contoh: aktivitas bandara). Dan dari sebagian regulasi baru soal drone, salah satu diantaranya adalah drone dengan berat 250g ke atas harus mendapat ijin dari pihak aviasi nasional (yang sudah berlaku di US dan UK). Lalu bagaimana produsen drone menyikapi aturan ini? Bagi DJI, tinggal bikin aja yang beratnya 249g, DJI Mavic Mini.

DJI Mavic Mini Harga dan Tanggal Rilis

Menurut website resmi DJI, drone mungil ini akan dirilis di tanggal 11 November 2019 (keesokan hari sejak blog ini ditulis kalau kamu cukup teliti). Dan seperti biasa, DJI akan mengeluarkan dua versi, paket basic (drone, baterai, remote) dan Fly More Combo yang nantinya dapat tambahan aksesoris berupa charging hub yang juga bisa jadi powerbank, propeller guard, dan dua baterai ekstra.

Soal harga, mereka akan rilis di harga $399 (sekitar 5.6 juta) dan paket Fly More Combo di $499 (sekitar 6.9 juta). Kemungkinan ini akan menggantikan posisi DJI Spark dan harganya tidak akan jauh dari situ ketika nanti masuk Indonesia.

 

Desain

Layaknya drone kekinian lainnya, DJI Mavic Mini juga bisa dilipat, dengan kaki yang ditekuk ke dalam dan ke luar dengan mudah. Masih mirip mavic, gimbal depan di kamera juga dilindungi oleh shield, sementara di bagian belakang juga sudah tersedia slot memory dan usb yang bisa digunakan kapan pun. Di bagian atas ini adalah areanya baterai, sementara di bagian bawah adalah letak tombol power.

Yang paling menarik dari desain ini adalah beratnya DJI Mavic Mini yang cuma 249g. Seperti yang disebutkan di awal, ini juga mefasilitasi pengguna umum di wilayah US, UK, dan Australia agar tidak perlu repot-repot mendaftarkan drone mereka setiap kali ingin menggunakannya.

Dari beban yang ringan itu, 100g-nya adalah dari berat baterai. Ketika baterai dicopot akan kerasa sekali bahwa body dan teknologi di dalam DJI Mavic Mini ini sangat ringan sekali.

Mengingat harganya yang hemat, DJI Mavic Mini tidak dilengkapi dengan sensos obstacle sensing baik di depan, samping, maupun belakang. Tapi tenang, untuk landing dan take off masih aman karen di bagian bawah tetap ada kok. LED indikator baterai juga letaknya di bawah.

Untuk paket Fly More Combo dilengkapi dengan propeller guard, dan untuk yang baru mulai pegang drone sangat disarankan untuk dipakai biar aman.

Kemudian dengan warna abu-abu dan tulisan etos DJI ada di sekujur body drone mungil ini, lengkap dengan betntuk body yang nggak beda jauh dengan kakaknya yang masih belasan juta, membuat harga DJI Mavic Mini ini jadi worthy bingits. Ngomong-ngomong, kalau dilipat sama besarnya dengan Iphone XI loh..

 

Remote Controller

RC dari DJI Mavic Mini ini mirip dengan punya Spark yang artinya juga bisa dilipat layaknya body Si Mavic Mini. Smartphone bisa ditancapkan di bagian bawah dan dioperasikan sebagai liveview. Seperti biasa, ada tombol di sebelah kiri yang fungsinya untuk record video dan tombol yang sebelah kanan untuk ambil foto. Kamera juga bisa tilt 90 derajat ke bawah menggunakan dial di atas remote.

Berbeda dengan Spark, remote controller ini sudah paket bawaan Mavic Mini, sudah bukan opsional lagi dimana sebelumnya kita bisa mengoperasikan DJI Spark hanya menggunakan smartphone. Ini demi faktor keamanan sinyal ya, tapi yang mesti diingat adalah ketika berpergian akan makan space untuk body drone dan remotenya ini.

 

Aplikasi

Layaknya produk dari brand ternama di industri drone, aplikasi yang jadi interface kita dengan pengendalian drone pada DJI Mavic Mini sudah sangat sederhana dan mudah. Pertama kali kamu log in, kamu akan disuguhi dengan tutorial dan panduan setup, kemudian diminta men-download flight safety terbaru, dan pastinya juga mengunci lokasi GPS kamu sekarang, supaya Si Mavic Mini bisa tahu titik pulang seandainya remote nanti disconnect.

Mungkin yang disayangkan adalah nggak bisanya Mavic Mini untuk object tracking, meskipun drone mungil ini sudah dilengkapi dengan Quickshots seperti yanga ada di Mavic Air. Quickshots ini memungkinkan kita untuk mendapatkan video yang ciamik seperti orbital movement dimana drone mengelilingi satu objek secara smooth, cukup dengan memilih salah satu opsi Quickshots yang ada.

Kontrol terhadap hasil foto dan video sudah seperti drone-drone DJI lainnya dimana kita bisa men-setting electronic shutter speed, ISO, resolusi, fps, dll. Dan sebagai info tambahan, gimbalnya juga sudah support dua mode, yakni: 1) mode follow dimana pergerakan kamera akan mempertahan horizonnya dan 2) FPV mode dimana kamera akan beroperasi layaknya mata dari drone, dan bergerak menyesuaikan posisi drone.

Kamera

Mavic Mini bisa merekam video di resolusi maksimal 2.7K dan itupun di frame rate 30fps, sementara untuk resolusi Full HD 1080-nya bisa di frame rate 60fps. Kameranya menggunakan sensor 1/2.3″ dan untuk foto bisa memotret sampai resolusi 12MP. Kameranya pun dilengkapi beberapa mode seperti Position Mode untuk operasi standar, kemudian Sports Mode untuk pilot-pilot yang manuvernya udah jago, dan CineSmooth Mode untuk hasil video yang lebih smooth dan lebih cinematic.

Untuk setting foto, shutter speed bisa dipepranjang hingga 4 detik dan ISO sampai di angka 3200. Yang mana sudah jelas, sebaiknya diterbangkan tidak di situasi low light untuk hasil maksimal.

 

Koneksi & Baterai

DJI Mavic Mini terhubung dengan remote control melalui sinyal Wi-Fi, yang nantinya kan mengirimkan live view ke remote control dan ditampilkan lewat smartphone yang dihubungkan lewat kabel. Remote control juga bisa sekaligus charge smartphone kita berkat baterai 2.600 mAh-nya.

Sementara untuk baterai dronenya sendiri berkapasitas 2.400mAh yang memungkinkan untuk terbang selama 30 menit pada kondisi optimal.

 

Rangkuman

DJI Mavic Mini memiliki pasarnya sendiri, dengan kombinasi body yang mungil, ringan, kemudahan terbang, dan kualitas video yang udah 2.7K, bisa dibilang DJI ingin membawa user baru yang belum pernah mengenal drone masuk ke dunia tekno ini dan mengenalkan mereka betapa luar biasa dan mudahnya menerbangkan drone.

Mungkin jika harus dibandingkan dengan DJI Spark yang sebelumnya jadi favorit di range harga 6-9 jutaan, Mavic Mini menang dari sisi terdapatnya remote di set bawaannya dan memungkinkan terbang jauh dan lebih lama, namun sedikit ketinggalan di fitur object tracking. Tentu saja secara ukuran DJI Mavic Mini lebih unggul.

Yang kemungkinan jadi pertanyaan adalah apakah dengan berat yang cuma 249g sudah cukup untuk menghadapi angin kencang di tempat liburan keluarga seperti di pantai dan gunung? Karena ini memang ditujukan untuk pengguna baru yang kemungkinan akan menggunakannya saat liburan atau acara keluarga. Kita tunggu saja review-review berikutnya ya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *