Shopping Cart

Regulasi dan Aturan Menerbangkan Drone di Indonesia

Drone atau istilah resminya ‘pesawat udara tanpa awak’ memang sedang populer-populernya sekarang. Hobbyist, Preofessional Movie Maker, maupun kalangan instansi negara mulai menggantungkan kebutuhan aerial image mereka pada drone ini. Tapi pertanyaannya adalah: apakah kita sudah benar-benar siap untuk menerbangkan drone?

23RISE-articleLarge

 

Pertama, drone adalah ‘alat berbahaya’. Kok bisa?

Ini adalah teknologi dimana masyarakat sipil bisa memiliki kemungkinan tak terbatas untuk melakukan apapun dari jarak jauh. Mulai dari memotret, menyirami perkebunan, pemetaan, pengiriman barang, dll – yang dulunya hanya instansi-instansi tertentu yang diijinkan.

Sekarang karena semua orang sudah punya sendiri-sendiri, bisa bayangkan apabila drone yang seharusnya untuk memotret dialih fungsikan ke hal lain? Berbahaya kah?

Dan apabila pemuda-pemuda (yang mungkin anak/teman Anda) tiba-tiba kehilangan kontrol atas drone-nya, sehingga merusak property, atau bahkan mencederai orang lain, sudah siapkah mereka dengan konsekuensinya?

Baca juga :   Gopro Surabaya

dt.common.streams.StreamServer

Drone adalah simbol perubahan. Memungkinkan kita untuk selangkah lebih maju, namun pada saat yang sama juga memungkinkan kita (baik sengaja atau tidak sengaja) untuk merugikan orang lain. Karena itu sambil menunggu teknologi drone yang lebih aman dan menunggu regulasi yang lebih detail, kita selayaknya untuk: FLY RESPONSIBLY (terbangkan drone dengan penuh tanggung jawab).

 

PERMEN No. 90 Tahun 2015

Mei 2015 lalu, Menteri Perhubungan menerbitkan Peraturan Menteri yang membahas regulasi umum dari drone. Bisa Anda baca di link berikut:

http://jdih.dephub.go.id/assets/uudocs/permen/2015/PM_90_Tahun_2015.pdf

No Fly Zones

Dari Peraturan Menteri tersebut, kita bisa mendapatkan area-area yang sangat dilarang untuk menerbangkan drone, yang meliputi:

  1. Kawasan Udara Terlarang (prohibited area): kawasan udara yang tidak diijinkan sama sekali untuk lewati oleh pesawat udara apapun.
  2. Kawasan Udara Terbatas (restricted area): kawasan udara yang digunakan untuk kepentingan negara saja, yang jika sudah tidak aktif bisa digunakan untuk sipil.
  3. Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP): wilayah sekitar bandar udara yang digunakan untuk kegiatan penerbangan.
Baca juga :   Udah Tahu Mengenai Garansi GoPro? Dibaca Dulu, Ya!

 

Sementara dari jalur udara sendiri, drone juga tidak diijinkan terbang di:

  1. Controlled Airspace: jalur udara yang digunakan untuk pelayanan penerbangan.
  2. Uncontrolled Airspace di atas 150m – pada jalur udara yang tidak dijadikan pelayanan penerbangan pun, drone tidak diperkenankan terbang di atas 150m.

Selain itu, perlengkapan yang digunakan pada drone juga mempengaruhi prosedur yang harus dilalui sang pilot. Drone dengan kamera yang digunakan untuk kepentingan pemotretan, film, dan pemetaan, mengharuskan sang pilot untuk memiliki surat izin dari instansi yang berwenang dan Pemda dari wilayah yang akan dipotret.

16 comments

  1. Gede Sudirka

    Kebetulan saya bekerja di travel agent dan ada tamu yg akan berkunjung ke Indonesia mau membawa drone yg dia punya yaitu MAVIC PRO 2 dengan berat 1 sampai 2 KG, apakah ada regulasi khusus ya untuk drone dari custom sesampianya dia tiba di bandara Denpasar?

  2. Patriot Widodo

    kalau di bea cukai harusnya nggak ada sih, tapi kalau soal baterai itu yang kadang tidak dibolehkan ditaruh di bagasi, harus di kabin

  3. kalau drone untuk tujuan penelitian kak? bagaimana mengurus perizinannya? harusakah ke DirJen Perhubungan Udara?

  4. Patriot Widodo

    Sebaiknya izin ke tempat yang akan dishoot kak…. Mau main langsung asal rekam boleh, tapi ya kalau ada yang komplain ya harus siap2

  5. Selamat sore komunitas dron indonesiacindonesiac

  6. cgb ngdfgfd

    indo ngga punya website kaya FAA?

Leave a Reply
Chat

Klik Tombol di bawah ini
untuk Chat

Jam Operasional 09:00 - 18:00