Yang Bisa Kita Pelajari dari Trailer “Civil War” – Shoulder Line

Mei ini, film terbitan Marvel yang sudah kita tunggu-tunggu “Captain America: Civil War” akan release. Belum nonton trailer-nya? watch this first:

Banyak audience, media, dan youtuber, yang udah heboh sendiri hanya karena sehelai kalimat, “Hey, everyone…” dan kostum baru Spiderman yang bagian matanya bisa “nyipit” sendiri.

But hey, this trailer can teach us a lot more than that!!!

 

Komposisi a la Komik

 

0LOK1QN

Film Captain America diangkat dari komiknya sendiri, so nggak heran kalau komposisi scene per scene pada film ini akan sedikit komikal banget: penuh dengan garis diagonal.

Garis-garis diagonal sendiri memang jadi komposisi dasar bagi siapapun yang bergerak di filmmaking, hampir pasti digunakan agar komposisi kita semakin dinamis. Tapi jika Anda suka baca komik dan sedikit teliti, maka akan terlihat jelas bahwa komik/manga sangat mengandalkan diagonal lines untuk memberikan kesan 3 dimensi (seperti pada gambar Spiderman di atas).

Nah, dari trailer Captain America: Civil War yang sebentar itu aja kita bisa melihat begitu banyak diagonal lines di masing-masing scene-nya seperti:

 

1

dan ini

2

Baru sadar? :)

Dengan adanya diagonal, mata kita dipaksa untuk kagum pada scene yang disajikan, mengingat dalam kehidupan sehari-hari kita memang memilih untuk melihat segalanya dalam tegak lurus, simetri, agar membaca, bekerja (dll.) jadi lebih mudah.

Tapi kali ini kita tidak membahas panjang masalah garis diagonal ini, cukup jadikan PR pribadi aja. Ada satu hal lagi yang lebih fresh, yang lebih sederhana, tapi sangat efektif dalam membentuk komposisi yang bisa kita pelajari dari trailer ini. Dan itu adalah:

 

Leading Lines

Apa itu? Leading lines adalah garis-garis maya yang berusaha menggiring pandangan kita ke subjek yang diinginkan, baik oleh sutradara atau fotografer.

Bagi kita yang cukup lama di dunia kamera, istilah ini pasti sudah familiar. So, apanya yang baru? :)

Siapa sangka, bahwa gambar yang memberi kesan “masuk”, gambar yang seolah memberi “jalur ke arah subjek”, selalu lebih menarik daripada gambar yang flat. Gampangnya gini deh, setuju nggak kalau gambar ini:

 

Tangkapan layar 2016-03-29 15.28.03

pasti nggak lebih menarik dari gambar berikut:

Tangkapan layar 2016-03-29 15.27.33

Iya nggak? :) hehe

Saya udah nanyain temen satu kantor, dan sependapat semua, jadi Anda harusnya sependapat juga. :)

Salah satu penyebab gambar kedua lebih disukai mungkin karena bokeh/blur yang ada di belakang subjek. Tapi, ada faktor lain yang baru saya sadari setelah melihat scene-scene lain di trailer “Civil War” ini. Faktor lain yang membuat kita jatuh hati pada komposisi mereka, dan dilakukan secara sengaja  karena diulang terus:

“Pandangan kita diarahkan ke subjek hanya menggunakan garis yang dibentuk dari pundak/bahu subjek”.

 

Shoulder Line

Hampir di tiap scene yang ada di trailer ini, karakter di dalamnya jarang sekali berhadap-hadapan langsung dengan audience. Mereka selalu berdiri menyamping terhadap kamera. Dan nggak tahu kenapa, hal ini membuat masing-masing scene lebih hidup. Seperti pada:

Tangkapan layar 2016-03-29 15.25.12

Tangkapan layar 2016-03-29 15.26.36

Tangkapan layar 2016-03-29 15.27.47

Tangkapan layar 2016-03-29 15.27.57

Cara ini diulang terus menerus dalam trailer Captain America: Civil War ini. Bahkan ketika Tony Stark lagi ngobrol dengan Black Widow, Shoulder Line (leading line menggunakan bahu/pundak) ini tetap dipertahankan. Mereka memilih cara ini dibandingkan reverse shot (dimana lawan bicara saling berhadapan, dan kamera berada di belakang). Selain menyiratkan belum adanya konflik di antara keduanya, cara ini membuat kita bisa lebih fokus ke ekspresi aktor.

 

Shoulder Line ini memberikan kesan tiga dimensi. Scene jadi tidak terkesan flat karena seolah kita bisa maju, masuk, ke dalam scene. Ada garis yang menghubungkan subjek dengan kita sebagai audience.

Sederhananya, bayangkan kalau scene di bawah ini diganti dengan pengambilan gambar dari depan…. Apa masih sama menariknya??

Tangkapan layar 2016-03-29 15.27.16

Jawabnya lebih banyak “enggak”-nya kan? :)

Yang bisa kita pelajari di sini adalah: dengan bergeser sedikit, dan menemukan leading lines yang tepat, walaupun hanya sependek bahu, it can change your composition dramatically. Leading lines ini selain mengarahkan pandangan kita tapi juga sekaligus membuat komposisi kita lebih dinamis, mengingat most leading lines are diagonals.

Jadi lain kali, waktu memotret atau merekam video, coba lebih peka terhadap leading lines, dan bermain-main dengan komposisi ini. Siapa tahu aja jadi sekelas Captain America: Civil War ini, :D

Masih butuh inspirasi? berikut beberapa contoh lain dari trailer tadi:

4

6

10

Perhatikan bagaimana subjek-subjek pendukung pada scene-scene di atas berdiri menyamping terhadap kamera, meskipun subjek utamanya menghadap kamera!

8

5

Pada 2 scene di atas, subjek tidak sepenuhnya menyamping terhadap kamera, tetapi perhatikan bagaimana kamera memang bergeser sedkit untuk mendapatkan diagonal yang terbentuk dari bahu subjek. Terkesan lebih dinamis kan? daripada diambil dari depan, :)

Tangkapan layar 2016-03-29 15.28.25

So, apa yang bisa kita pelajari dari trailer Captain America berikutnya? Let’s see!

Video & Picture Source: Marvel Entertainment

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *