Mau Beli Lampu LED? Kenali Dulu CRI dan Kelvin

Dalam dunia fotografi maupun videografi, elemen warna menjadi hal krusial dan tentunya tidak lepas dari lighting. Anda pasti juga sering merasa juga bukan jika cahaya saat berfoto bisa mengubah warna keseluruhan foto?

Nah, selain cahaya matahari kita mengenal lampu sebagai sumber cahaya buatan. Salah satunya yang familiar adalah lampu/panel LED yang biasa digunakan pada kamera. Sebagai lampu untuk pemotretan, LED juga memiliki kualitas berbeda dalam mereproduksi warna pada foto atau video. Seperti apa?

 

Kegunaan LED dalam fotografi dan videografi

Lampu LED memang menjadi favorit di dunia foto maupun videografi karena keunggulannya meski harganya relatif mahal. LED dinilai lebih “ramah” dibanding lampu biasa dari banyak segi, salah satunya adalah jauh lebih hemat energi.

LED tidak panas seperti lampu putih jika digunakan dalam jangka waktu lama. Tangan anda tidak akan tersengat saat menyentuhnya dan bahkan bisa menggunakan gel untuk mengontrol colour temperature-nya.

Jadi LED bisa digunakan untuk memotret obyek senstif, misalnya makanan. Memotret dalam jarak dekat menggunakan LED tidak akan membuat makanan itu menjadi kering akibat terkena gelombang panasnya. Model juga tidak akan merasa gerah atau tersengat panas selama pemotretan.

LED tidak hanya digunakan sebagai flash yang ciamik tapi juga bagus untuk keperluan pencahayaan tipe continuous light saat pemotretan.

Setelah mengenal kegunaannya, ada hal lainnya yang perlu diperhatikan untuk memakainnya dalam pemotretan maupun syuting yaitu color temperature dan CRI-nya.

 

Suhu warna lampu LED

Seperti pada lampu bohlam biasa, LED juga memiliki efek pada obyek yang disinari. Ini disebut dengan color temperature atau suhu warna yang diukur menggunakan Kelvin.

Temperatur Warna adalah kesan yang ditimbulkan oleh cahaya terhadap sebuah obyek ketika cahaya itu mengenainya. Makin besar ukuran derajat Kelvin, warna obyek semakin putih dan begitupun kebalikannya.

  • Cool White : 4000 hingga 5000K

Warna di suhu ini cocok untuk kesan modern bagi ruangan kantor, sekolah, supermarket dan area komersil. Ini juga jadi LED paling disukai orang-orang.

  • Warm White – 2700 hingga 3000K

Warna suhu ini memiliki efek keemasan sehingga tepat digunakan untuk rumah atau kafe.

Nah, suhu warna untuk video berkisar 2.000 K 8.000 K yang merupakan kondisi pencahayaan umum. Jadi operator kamera akan memilih 5600K filter di luar ruang saat tengah hari cerah dan memilih 3200K di malam hari dengan lampu yang berwarna kuning.

 

Mengukur ketepatan warna hasil pencahayaan LED memakai CRI 

LED memang dinilai lebih akurat dalam mereproduksi warna obyek di hasil pemotretan, namun bagaimana mengukur keakuratannya?

Hal itu tentunya sudah dipikirkan sehingga dibuatlah CRI (Color Rendering Index) sebagai standar pengukuran. Anda bisa menggunakan device bernama Spectrometer untuk melakukan pengukuran.

CRI adalah satuan cahaya yang digunakan untuk menjelaskan kemampuan sebuah sumber cahaya buatan dalam menampilkan warna obyek atau benda sesuai dengan warna aslinya di bawah cahaya matahari.

Sehingga skor CRI semakin tinggi jika sumber cahaya buatan itu menghasilkan warna obyek semakin mirip aslinya di bawah cahaya matahari. Nilai tertinggi CRI adalah 100. Hingga saat ini ada LED yang CRI-nya sudah mencapai nilai 95.

Berikut contoh CRI:

Panel LED yang mendapat penilaian bagus adalah Amaran HR672 milik Aputure yang CRI-nya sudah mencapai skor 96. Berikut ini hasil tes perbandingan Amaran HR672 dengan LED tanpa merk. Dapat dilihat absennya warna merah pada LED tanpa merk sedangkan Amaran lebih komplit warnanya.

Hasil tes Aputure Amaran HR672 CRI = 96

Hasil tes LED tanpa merk CRI = 76

 

Pentingnya Kegunaan CRI

CRI menjadi acuan penting karena sebenarnya cahaya putih merupakan gabungan beberapa warna. Begitupun LED yang sebenarnya memiliki lebih dari satu warna meski hanya terlihat putih saja.

CRI ini sangat berguna untuk jadi standar penilaian di industri yang membutuhkan ketelitian warna seperti sinematografi, fotorasi, industri tekstil, desain interior, printing, galeri seni hingga pertelevisian.

Jika tidak menggunakan standarisasi akurasi warna maka bisa dibayangkan apa yang dicetak pabrik tekstil akan berbeda warnanya saat dipakai di bawah matahari. Begitupun saat sebuah produk bisa berbeda jauh warna aslinya dengan yang dicetak di iklan.

So, pertimbangkanlah dengan baik ya sebelum membeli lampu LED!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *