Canon EOS M3 vs Fujifilm X-A2, Mirrorless Mana yang Cocok untuk Anda?

Sekarang benar-benar jamannya mirrorless…

Mulai dari foto-foto di Instagram, Vloggers, masyarakat lebih menginginkan solusi foto & video yang praktis, berkualitas, simple, dan (percaya atau nggak ini yang paling penting) disarankan oleh teman-temannya :), dan itu semua ada di: mirrorless.

 

Nggak hanya kecil, kualitas mirrorless sudah jauh lebih baik dibanding waktu pertama keluar dulu, bahkan untuk seri “budget “mirrorless”.

That’s why, sebentar lagi akan kita bahas 2 kamera mirrorless yang termasuk paling sering ditanyakan di PlazaKamera: Canon EOS M3 vs Fujifilm X-A2.. Let’s dig it!

 

Sensor & Pixel

Baik Canon EOS M3 maupun Fujifilm X-A2, keduanya tergolong di kategori APS-C untuk ukuran sensor. Meskipun X-A2 memiliki ukuran sensor 30mm2 lebih besar dibandingkan EOS M3, perbedaannya tidak terlalu signifikan sehingga kalau kita tidak benar-benar mengamati kita tidak tahu perbedaannya. But yes, kita mungkin akan melihat kualitas detail yang lebih baik pada hasil foto X-A2.

Sementara untuk resolusi foto, dimana EOS M3 mencapai 24MP sementara X-A2 hanya 16MP, artinya EOS M3 dipastikan mampu menangkap kuantitas detail lebih banyak dibandingkan X-A2. Jujur, sampai titik ini EOS M3 terlihat lebih unggul.

Namun kita juga tidak boleh melupakan dynamic range yang dimiliki X-A2 berkat jumlah micron yang lebih banyak di sensornya. X-A2 akan memberikan warna yang lebih natural (yang terang tidak terlalu terang, dan yang gelap tidak terlalu gelap).

 

Pilihan Lensa

Fujifilm sudah jauh lebih dulu memproduksi mirrorless, sehingga lensa-lensa yang diproduksi mereka sejak awal memang diperuntukkan semua lini mirrorless mereka. Mulai dari lensa fix hingga tele mereka, semua available untuk mirrorless fuji termasuk X-A2.

Sebaliknya, Canon besar di DSLR dan memproduksi mirrorless baru-baru ini saja. Lensa-lensa EF-M atau eksklusif untuk EOS M (alias mirrorless Canon) baru beberapa saja, dan itupun di Indonesia juga agak susah carinya. Solusi yang sering digunakan oleh pengguna EOS M3 adalah membeli adapter sehingga lensa DSLR Canon ataupun lensa lain bisa masuk, namun jadi sering mengorbankan fitur AutoFocus.

On Sensor Phase Detection & External Mic Jack

Ini dia salah satu alasan kenapa EOS M3 lebih banyak dimiliki oleh kalangan vloggers atau juga yang lebih suka merekam video dibandingkan foto.

EOS M3 memiliki fitur Phase Detection yang membantu kecepatan autofocus (untuk lebih cepat menemukan titik fokus). Fitur ini sangat membantu sekali untuk video yang notabene subjeknya bisa bergerak kemana saja dan fokusnya berpindah-pindah.

Selain itu, EOS M3 adalah mirrorless termurah yang memiliki jack untuk microphone external. Mirrorless lain yang punya jack/colokan ini adalah Sony A6300 yang harganya 14 juta sendiri.

Fitur ini benar-benar menguntungkan, karena kita tahu sendiri kualitas mic bawaan kamera sangatlah standar apalagi kalau dipakai untuk outdoor, suara angin langsung masuk semua. Dengan adanya colokan ini, kita bisa pasang mic favorit seperti RODE atau yang lain.

Bagaimana dengan X-A2?

Sayangnya kedua fitur ini masih belum ada :(.

 

Burst Mode

Fitur Burst Mode adalah satu fitur yang paling sering digunakan dalam fotografi, terutama jika ingin memotret benda yang bergerak, dan sinilah Fujifilm X-A2 menunjukkan taringnya :).

X-A2 mampu memotret dengan kecepatan 5.5 frame per second (alias 5.5x jepret dalam 1 detik) yang unggul dibanding EOS M3 yang hanya 4.2 frame per second.

Selain itu, bagi yang suka foto dengan format RAW untuk keperluan editing lebih lanjut, X-A2 mampu memotret hingga 12 frame dalam mode burst sebelum harus menunggu jeda untuk sesi burst mode berikutnya. EOS M3 hanya 4 frame untuk format RAW.

Namun, ada satu sisi unggul pada M3 yaitu untuk format JPEG, burst mode dapat digunakan tak terbatas tanpa harus menunggu jeda satu kalipun :).

Make your choice in this!

 

Video Frame Rate

Frame per second nggak hanya ada pada burst mode untuk foto saja ya, tapi juga di video. Masing-masing resolusi video (360p, 480p, 720p/HD, 1080p/FullHD, dst.) memiliki frame rate masing-masing tergantung kemampuan kamera. Semakin cepat frame rate (contoh: 120 frame per second) maka semakin smooth videonya, sekaligus bisa diedit untuk slow-motion.

Nah, kalau dari fps di burst mode tadi dimenangkan oleh Fujifilm X-A2, kali ini EOS M3 lah yang unggul.

Meskipun sama-sama mampu merekam video di resolusi 1080p dengan frame rate 30fps, namun pada resolusi 720p (resolusi yang paling sering digunakan untuk Youtube) EOS M3 unggul jauh dengan frame rate mencapai 60fps sedangkan X-A2 masing di 30fps.

 

Trendy!!!

Nah, mirrorless sekarang bisa dibilang jiwanya hobbyist foto dan video generasi muda. Kedua mirrorless ini sangatlah trendy baik dari sisi design maupun fitur-fitur yang modern, that’s why they’re bestsellers :).

X-A2 dan M3 masing-masing sudah dilengkapi dengan fitur Wi-Fi dan Tilt Screen (LCD bisa di-flip, biasanya untuk keperluan foto low/high angle, vlog, atau selfie). Selain itu juga dilengkapi fitur focus peaking untuk membantu mengetahui area mana saja yang sudah fokus, sangatlah penting untuk mirrorless. Kemudian yang lebih penting lagi, keduanya sama-sama ada hot shoe-nya dimana kita bisa memasang banyak hal di sana: mulai flash, mic, transmitter, dll.

Namun ada fitur trendy satu lagi yang membuat Canon EOS M3 lebih unggul dibanding pesaingnya ini: Touchscreen.

Fujifilm memang lebih dikenal dengan style retro-nya, karena itu mereka jarang sekali menggunakan fitur touch screen di lini kameranya. Apakah nggak trendy?

Nggak juga, karena buktinya sekarang juga malah banyak yang suka, masalah selera saja sih :).

 

Anyway, secara garis besar dapat kita simpulkan 2 kamera mirrorless ini dibuat untuk alasan yang berbeda dimana:

1. X-A2 lebih diperuntukkan pecinta fotografi dengan dynamic range yang lebih luas, pilihan lensa yang lebih banyak, dan burst mode yang ciamik, plus juga umur baterai yang lebih lama cocok untuk foto street. Semua ini membantu sekali untuk mendapatkan momen dan hasil terbaik dalam fotografi.

2. EOS M3, lebih kepada videomakers, mulai dari Vloggers, dokumentasi, maupun mini-movie yang ingin dikerjakan sambil travelling. Semua ini karena fitur-fitur seperti frame rate video, mungkinnya penggunaan external mic, phase detection, mendukung untuk videografi. Plus, tilt serta touch screen juga memberi kemudahan untuk para Vloggers :).

Nah, kalau buat Anda, mana yang lebih cocok?

Klik di sini untuk Fujifilm X-A2

Klik di sini untuk Canon EOS M3

See ya! :)

Related Post

3 thoughts on “Canon EOS M3 vs Fujifilm X-A2, Mirrorless Mana yang Cocok untuk Anda?”

  1. sepertinya kalo dah punya lensa Canon, lebih cenderung ke Canon. kalo masih pemula ato lon invest dan belon punya koleksi lensa, mending ke Fuji sih ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *