5 Jenis Mikrofon untuk Merekam Video

Membuat video tidak hanya soal gambar HD namun juga harus memiliki audio yang jernih kan? Kualitas rekaman audio juga ditentukan oleh mikrofon yang dipakai lho! Sama seperti kamera yang banyak sekali pilihannya di pasaran, mikrofon pun demikian.

Kamera yang memiliki kemampuan merekam video biasanya sudah dilengkapi mikrofon built in di dalamnya. Namun jangan harapkan kualitasnya. Jika tak ingin ada noise yang terekam, sebaiknya anda membeli mikrofon eksternal yang lebih jernih dan akurat dalam menangkap audio.

Yuk, kita kulik sebenarnya ada mikrofon apa saja sih yang oke untuk merekam video?

Mikrofon camcorder ternyata ada tiga jenis: shotgun, lapel (atau lavaliere) dan mic tangan.

Diantara ketiga jenis itu makanakah mikrofon yang sesuai kebutuhan?

 

Shotgun

Mikrofon jenis Shotgun memiliki kekhususan karena menerima sinyal suara hanya dari satu arah saja. Dengan bentuknya yang silinder, Shotgun jadinya malah mampu menangkap dengan sangat baik kualitas suara yang diterima dari arah depan. Tidak heran kan kalau jenis ini dinamakan “Shotgun”.

Dengan kemampuannya yang ciamik itu membuat shotgun jadi andalan filmmaker untuk membuat film. Namun YouTuber juga suka mjenggunakan jenis ini jika mengandalkan kamera DSLR sebagai senjata utama nge-vlog.

Yang perlu diperhatikan adalah tidak semua mikrofon yang berbentuk silinder seperti ini termasuk kategori shotgun, perlu juga diperhatikan polar pattern-nya. Bisa jadi malah bisa merekam sumber suara dari segala arah.

 

Lavaliere

 

Mic jenis Lavaliere alias Lavs ini lebih sering digunakan oleh pembawa acara sebuah televisi karena memang bagus untuk merekam wawancara.

Lavs juga sangat cocok untuk melakukan vlog di luar ruangan oleh para YouTuber, misalnya untuk jenis travel-log. Hal ini karena lav-mic ini jelas yang paling dekat dengan mulut kita dan hanya merekam suara yang benar-benar keras (suara kita), jadi cocok banget untuk mengurangi suara-suara lain.

Untuk tipe Lavs ada yang memakai kabel maupun yang sudah wireless.

Ukurannya yang sangat kecil juga menambah nilai plus karena tidak mencolok sehingga penampilan anda tidak akan terlihat aneh. Cukup jepitkan di baju dan berbicaralah sambil bergerak seperti biasa dan hasilnya sangat jernih. Pastikan mikrofon tersebut tidak jauh-jauh dari mulut.

 

Handheld

Mikrofon jenis ini pasti semua orang sudah mengetahuinya. Ya, mikrofon tangan ini yang biasa digunakan penyanyi atau untuk pidato, bisa dipegang tangan atau dipasang di standing mic untuk menggunakannya.

Jenis handheld biasanya memiliki bobot yang cukup terasa di tangan dan awet. Keunggulannya adalah merekam dengan baik suara terdekat. Namun jenis ini memberikan kesan kaku atau terlalu resmi jika untuk digunakan rekaman video yang gaul.

 

Mic Condenser andalan penyanyi YouTube

Jika anda ingin rekaman video ala penyanyi cover YouTube di dalam studio musik maka gunakan mikrofon condenser. Jenis ini memang paling ciamik mengubah suara akustik menjadi sinyal digital.

Mikrofon condenser biasanya memiliki sensitifitas lebih tinggi dan noise lebih sedikit. Selain itu juga memiki kemampuan merespon frekuensi paling komplit diantara jenis mikrofon lainnya. Mic ini juga stabil sebagai andalan para Youtuber Game bernarasi dalam rekaman video mereka lho! Tak heran jika YouTuber yang menggunakan mic jenis ini memiliki audio yang beda dan lebih mantab dibanding lainnya.

 

Boompole alias Fish Pole

 Nah, ketiga jenis mikrofon tersebut untuk melakukan perekaman audio jarak dekat dan middle. Lalu bagaimana jika itu tidak mencukupi?

Mungkin anda bisa mencoba menambahkan boompole.

Mikrofon ketika ditambah boompole jadi mampu merekam dengan baik suara berjarak hingga 3 meter. Hal itu tidak bisa dilakukan oleh shotgun yang bagus sekalipun.

Boompole memiliki bentuk mirip pancing ikan yaitu berupa tongkat panjang dan mikrofon dipasang diujungnya. Ini ditujukan untuk mendekatkan mic ke obyek suara. Shotgun juga bisa digunakan sebagai mikrofon di ujungnya lho!

Anda juga tidak perlu memegangnya dengan tangan melulu namun juga bisa menahannya menggunakan aksesoris, bahkan menggantungkannya di atas.

 

Plus minus mic eksternal: kabel dan tanpa kabel (wireless)

Sebagian besar mikrofon camcorder tersebut tersedia dalam dua jenis yaitu masih pakai kabel dan yang sudah wireless.

Jadi muncul pertanyaan apakah itu mempengaruhi kualitas? Mana yang lebih baik?

Bagi jenis memiliki kabel maka sudah pasti mikrofonnya harus ditancapkan langsung di kamera. Namun untuk yang wireless maka akan dilengkapi dua benda yaitu sebuah receiver dan transmitter. Fungsinya adalah untuk menangkap serta menghantarkan sinyal audio. Receiver dihubungkan ke mikrofon, sedangkan receiver disambungkan ke camcorder.

Soal sisi plus, wireless lebih handy karena bisa digunakan merekam dari jarak terbilang jauh dari kamera. Namun anda akan merogoh kocek lebih dalam untuk membeli jenis ini. Selain itu anda masih harus mempertimbangkan spesifikasi lainnya seperti kemampuan mendeteksi sinyal maupun daya tahan baterai.

 

Selain memilih mikrofon, perhatikan juga hal ini ya!

Sudah memiliki mikrofon dan siap merekam dengan kamera canggih jangan membuat anda lengah.

Kondisi lingkungan saat perekaman juga harus diperhatikan, karena bakal mempengaruhi kualitas audio nantinya. Dengan memperhatikan detil anda akan terselamatkan dari kepusingan menghapus noise saat post produksi lho!

  • Pilihlah lokasi atau ruang yang tidak terganggu suara keras atau yang anda bisa mengontrolnya.
  • Matikan sumber bunyi dengungan seperti AC, generator, kulkas dan semacamnya.
  • Jika anda syuting di kantor sendiri maka peringatkan dulu rekan kerja di background syuting agar tenang dan tidak bersuara
  • Kurangi noise dengan melapisi dinding memakai selimut atau memasang panel akustik agar tidak menggaung.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *