Wawan Wahjudianto – Arti Kamera Merk “Pinjam” bagi Fotografer…

1 Memulai hari-Turki_LR

 

Berbicara mengenai profil fotografer, kami berkesempatan untuk mengenal lebih dalam salah satu pemenang KONTEST, Wawan Wahjudianto. Saat ini beliau tinggal di Malang, Jawa Timur. Karya-karya Mas Wawan penuh dengan diversity: mulai dari potret, monumental event maupun building, dan detail barang-barang ikonik.

“Bukannya semua orang yang suka foto juga gitu?”. Yes, tapi kalau kita berkeliaran di Instagram beliau, kita pasti dapat merasakannya, bahwa Mas Wawan ini mungkin telah nge-foto lebih banyak dari penggemar fotografi biasanya. Hampir setiap momen dimanapun dan kapanpun itu (mostly dengan subjek yang selalu berbeda), tidak luput dari post-post beliau. Begitu banyak foto unik di dalamnya.

 

10 Antri-Accepted SFI-LR

3 Bacalah-Foto terpilih Klinik Fotografi Kompas-KFK-LR

Terjebak Dalam Dunia Fotografi

Meskipun saat ini di Malang, Mas Wawan menghabiskan 10 tahun masa hidupnya di Jakarta dan lebih banyak bermain fotografi juga waktu di sana. Ketika ditanya kesibukannya saat di Jakarta, beliau dengan tawa kecil menjawab, “dulinan (mainan) oli ambek (dan) gearbox, Mas..”. Oli, gearbox, sama fotografi? Itu juga jadi pertanyaan di benak saya saat itu. Namun ternyata Mas Wawan memiliki latar belakang pendidikan Teknik Mesin di Unmuh Malang, dan siapa sangka momen-momen dimana beliau ditunjuk untuk jadi fotografer majalah fakultas adalah titik pertama seorang Wawan Wahjudianto terjebak dalam dunia fotografi.

“Padahal, Mas, saya ya nggak ngerti fotografi, nggak punya alat, nggak tahu apa-apa saat itu. Ya akhirnya mau nggak mau harus belajar fotografi, belajar njepret-njepret, gitulah sebenarnya awalnya…”

Dari sana kemudian beliau mulai sering bertemu, berkumpul, dan sharing dengan teman-teman kampus yang juga suka fotografi. Karena saat itu, menurut beliau belum banyak klub-klub yang bisa saling sharing fotografi di Malang, “Lha angkatan tuwek (tua), Mas.. Dulu ada satu, Himafo yang ada di IKIP Malang saat itu, tapi karena kita ikut nebeng-nebeng acaranya orang kan nggak enak juga, akhirnya saya dan teman-teman coba merintis klub fotografi juga, FOCUS dari UMM, dan alhamdulilah masih berlanjut sampai sekarang..”

 

4 Ceria-Masa-Kecil-Foto terpilih KFK-LR

13-Penari-Legong-Kraton-Grand Prize Hisense-LR

Kamera Pertama Wawan Wahjudianto

“Yang jelas untuk beberapa tahun itu, kamera saya adalah kamera merk Pinjam” dengan tawa ringan beliau mencoba mengingat masa-masa itu.

“Kamera pertama saya kamera entry level kok waktu itu, dan masih pakai film juga. Hadiah dari orang tua waktu itu. Mungkin karena melihat saya suka fotografi, mulai aktif di kegiatan-kegiatan semacam itu, tiba-tiba kok pulangnya dibelikan itu, jadinya ya setelah itu semakin menggebu-nggebu ya, Mas..”.

Detik itu juga saya merasa secarik kalimat tersebut memiliki arti lebih dari seluruh sesi wawancara kami saat itu. Mungkin Mas Wawan bisa bilang bahwa majalah fakultas adalah momen pertama beliau masuk dunia fotografi, tapi yang membuat beliau memantapkan hati dan akan terus berada di jalur fotografi adalah kamera pertama yang sangat spesial tersebut.

 

8 Berenang-LR

9 Musnah-Juara 3-Global Warming-Garin Nugroho-LR

Komposisi Favorit?

“Saya selalu suka dengan diagonal ya… kelihatannya lebih dinamis gitu lah, kalau ada foto yang nggak ada diagonalnya gitu fotonya malah saya miring-miringkan…”. Sambil browse instagram beliau, saya mulai mengerti memang diagonal adalah senjata utama dan yang paling sering digunakan oleh Mas Wawan.

“Jangan melihat sesuatu dari mata apa adanya, kita harus memaksimalkan imajinasi kita, nggak tahu kita mesti lebih tinggi atau ndelosor (tiduran) di bawah, itu akan merubah hasil dari apa yang kita lihat. Mencoba peka lah intinya, melihat apa yang tidak terlihat.”

“Oh iya, saya juga favorit saya angle dari atas ya, jadi kalau sekarang sudah ada mainan drone itu, kalau saya cuman pakai monopod, trial and error karena nggak ada liveview-nya… Ada foto waktu KONTEST yang tema The Joy itu kan ada juga foto saya yang anak kecil main gelembung, itu kan ramai banget sebenarnya terus saya foto dari atas ambil beberapa kali, background-nya kan langsung sepi jadi ada momen sendirinya si anak kecil itu.”

 

12501995_970912742982302_1186188310_n

12677144_1524774457852138_295404703_n

12299014_205835853093767_142618041_n

 

Lagi Suka Moto Apa, Mas Wawan?

Ketika ditanya mengenai subjek yang paling suka difoto, Mas Wawan menjawab, “Human Interest, karena kita manusia juga ya mungkin jadinya subjek manusia itu selalu menarik untuk difoto. Dan Still Life yang ada efek-efek-nya, apa ya saya merasa benda mati begitu digabungkan dengan kamera, flash, dan gerakan-gerakan tersendiri itu jadinya menantang gitu ya..”

“Ada foto daun yang saya gantung dengan background hitam gitu, begitu difoto jadinya kelihatan seperti daun jatuh gitu. Hasilnya asyik gitu, saya suka, jadi mungkin mau mencoba foto-foto gitu lagi.”

 

6 Pembangunan-untuk-siapa-LR

18 Berguguran-LR

 

Foto-Foto yang Berkesan untuk Mas Wawan

“Saya pernah memotret di Masjid, saya lupa nama Masjid-nya, dengan latar belakang BNI Tower di Sudirman, Jakarta. Buat saya foto itu simbolik gitu, karena waktu itu ada orang sholat dengan framing tiang-tiang Masjid dan backgroundnya itu BNI Tower tadi. Saya suka karena simbolik, kurang lebih seperti terjemahan “beribadahlah seolah-olah kamu akan mati esok hari, dan bekerjalah seolah-olah kamu hidup selamanya”. Foto itu memiliki makna lah kalau buat saya…”

Dan ngomong-ngomong foto yang berkesan, foto Mas Wawan tentang orang-orang joget yang memenangkan KONTEST tema The Joy juga memberikan impresi yang kuat pada tim penilai saat itu.

“Waktu itu foto Car Free Day di Malang. Jadi waktu saya hunting saat itu, sebenarnya itu bukan panggung utama Car Free Day, waktu itu ada acara yang disponsori pihak swasta dan di akhir acara ada kegiatan itu, tari zumba kalau nggak salah.”

“Tadinya saya kira momen itu ya biasa saja, terus saya pikir-pikir lagi ini kok asyik ya; pakai batik; celana pendek; kalau yang serius beneran kan pakai baju olahraga gitu; gerakannya juga mengundang tawa; terus semua juga pada ketawa dengan ekspresi yang saya pikir mewakili Joy itu tadi.”

 

The balance

joy

 

Pendapat Mas Wawan tentang KONTEST

“KONTEST apa ya, memaksa kita untuk memoto, oh ini temanya ini, besok temanya ini, jadi tantangan. Dan kita juga bisa melihat karya orang lain sekaligus melatih kedewasaan ya. Alhamdulillah Xiaomi Yi Cam-nya juga kepakai. Terima kasih.”

Siapa yang mengira melalui fotografi, kita bisa mengenal lebih banyak orang. Dan semangat orang-orang seperti Mas Wawan yang terus hunting tiada henti, bermain still life foto sendiri, yang mungkin hanya untuk kepuasan sendiri juga, malah mampu mengingatkan kita untuk: “beribadahlah seolah-olah kamu akan mati esok hari, dan bekerjalah seolah-olah kamu hidup selamanya”. Let’s live this life to its fullest…

THE JOY…

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *