Timelapse: The Next Level

Baik untuk kesenangan semata, atau sekaligus untuk pekerjaan, berangsur-angsur para fotografer mulai beralih ke cinematography. Mengapa? Harus kita akui bahwa kekuatan viral sebuah video jauh lebih tinggi daripada sebuah foto.

Dan di antara semua teknik videografi, ada satu yang menuntut dedikasi tinggi, kemampuan prediksi, framing & komposisi yang top, dan banyak (banyak sekali) baterai: TIMELAPSE.

Timelapse bring your landscape to the next level…

Jika selama ini Anda merasa sudah mengenal timelapse, rasakan perbedaan video timelapse yang selama ini Anda kenal dengan video timelapse garapan cinematographer profesional berikut.

Martin Heck – CALBUCO

Beno Saradzic – BEYOND – MEMOIRS IN A TIMELAPSE

Apakah Anda merasakannya? Betapa detailnya video timelapse tersebut..

Selain video mereka menjadi viral, dedikasi yang ditunjukkan oleh Martin Heck dan Beno Saradzic membuat mereka mendapat bayaran mahal untuk setiap video timelapse karya mereka. Jadi, rahasianya apa? Berikut beberapa tips yang bisa kita gunakan dalam merekam timelapse:

TIMELAPSE ADALAH TENTANG PREDIKSI

Berbeda dengan foto yang berupa gambar diam, dalam timelapse kita perlu mempertimbangkan perubahan, pergerakan, serta subjek lain yang melintas sebagai bagian dari komposisi kita.

Oleh karena itu, mampu untuk memprediksi perubahan yang akan terjadi pada subjek kita means everything. Kita perlu mempertimbangkan perubahan langit, jumlah kendaraan yang akan lewat, warna yang akan muncul, bayangan yang akan terbentuk, cuaca yang akan mengganggu set up, dan lain lain.

Tidak ada salahnya untuk langsung berangkat dan merekam timelapse seketika itu juga, namun akan ada perbedaan signifikan jika Anda mencoba untuk memprediksi segalanya dari awal. Martin Heck dan Beno Saradzic sepakat bahwa proses prediksi ini begitu penting jika Anda memasuki dunia profesional sebagai fotografer timelapse.

GUNAKAN MANUAL SETTING

Manual Focus dan simpan menggunakan RAW Files. Anda pasti menginginkan kontrol penuh terhadap kamera Anda ketika merekam timelapse.

Banyaknya pergerakan yang akan masuk dalam frame kita akan membuat autofocus (apalagi tracking focus) jadi tidak efektif. Jadi sebelum benar-benar merekam timelapse, pastikan fokus kamera tidak akan berubah dan kamera dalam keadaan stabil.

Menyimpan dalam RAW akan menghabiskan memory dan menambah PR kita untuk untuk melakukan post processing yang jauh lebih repot. Namun, kita jadi tidak perlu khawatir merubah setting terlalu banyak hanya untuk mendapatkan eksposur terbaik selama merekam timelapse. Perubahan kondisi cahaya memang tidak bisa terhindarkan pada timelapse (malah perubahan itulah yang ingin kita dapatkan sebenarnya), maka sesuaikan cara dan proses kita: mengubah setting tanpa menggeser kamera atau simpan saja dalam RAW.

HISTOGRAM ADALAH KUNCINYA

Untuk mendapatkan eksposur yang baik dari awal hingga akhir timelapse, kita sebaiknya menyalakan liveview dan menggunakan fitur histogram .

Kita bisa menggunakan histogram sebagai dasar kapan mesti melakukan cut serta mengubah setting dan kapan cukup melanjutkan timelapse dengan setting awal. Jika komposisi pada histogram tidak berubah jauh di tengah timelapse, maka kita bisa beramsumsi bahwa eksposur yang kita gunakan sejak awal masih cukup relevan. Namun jika susunan histogram berubah drastis, maka sebaiknya kita mempertimbangkan untuk cut dan memulai scene baru atau mencoba merubah setting kamera tanpa mengorbankan posisi kamera.

MENGHITUNG INTERVAL DAN RESOURCES

Interval yang digunakan dalam timelapse berbeda-beda disesuaikan dengan subjek yang ingin kita rekam. Tidak mungkin kita akan merekam proses perubahan ulat jadi kupu-kupu dengan interval 2 detik bukan? Karena sementara tidak banyak perubahan pada subjek, kita telah mendapatkan ribuan frame dalam waktu singkat. Terlalu banyak memory dan baterai yang terbuang untuk frame yang tidak penting.

Kuncinya: gunakan interval yang lebih pendek jika subjek mengalami perubahan yang sangat cepat (misal: jalan raya) dan gunakan interval yang lebih panjang jika subjek mengalami pergerakkan yang lambat (misal: awan di langit).

Pastikan juga memiliki beberapa pasang memory dan baterai cadangan untuk semua timelapse yang akan kita rekam. Karena timelapse memang membutuhkan baterai dan memory sangant banyak.

TAMBAHKAN MOTION

Tripod saja sebenarnya sudah cukup untuk merekam timelapse, namun jika kita bisa menggunakan slider yang lengkap dengan smart head yang support Pan & Tilt, maka motion/movement akan menambah value timelapse kita secara signifikan.

Baik tripod maupun slider, faktor paling penting yang perlu dipertimbangkan adalah kestabilan. Kita bisa saja menambahkan motion dalam video timelapse kita, tapi jangan sampai mengorbankan kestabilan (pilih tripod/slider yang tepat).

ND FILTER FOR SMOOTH TRANSITION

Tidak hanya untuk fotografi landscape biasa, ND filter juga akan memberi efek transisi yang halus sejalan dengan berjalannya waktu dan perubahan warna langit yang terjadi.

Gunakan filter-filter ini dengan menyesuaikan subjek yang akan kita rekam, maka hasil timelapse kita akan jauh lebih detail.

Tips tambahan:

Gunakan DSLR untuk hasil yang lebih bagus, beberapa sudah dilengkapi dengan fitur timelapse. Jika belum, maka Anda perlu melakukan manual shutter dan pastikan Anda menggunakan remote karena sedikit saja Anda menyentuh kamera, kamera akan goyang.

Gunakan GoPro untuk merekam timelapse dari sudut-sudut yang tidak mungkin. POV yang unik akan memberi kesan tersendiri pada timelapse. Namun pastikan juga footage dari GoPro memiliki feel yang selaras dengan scene-scene lain yang direkam melalui DSLR.

Percaya atau tidak, timelapse sedang laris-larisnya hari ini. Beberapa negara menggunakn teknik timelapse untuk mempromosikan pariwisata karena memiliki storyboard yang terkesan lebih natural dan apa adanya.

SELAMAT MENCOBA!!!

Related Post

3 thoughts on “Timelapse: The Next Level”

    1. Halo, Anasthasya…

      Baik, akan segera disiapkan kontennya ya…. Supaya bisa lebih detail kemungkinan nanti akan di post setelah PlazaKamera mulai masuk lagi (Tgl 27)…

      Mohon sabar ya, :)

      Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *