Sebaiknya Membeli Lensa Branded atau Third Party?

Lensa branded alias lensa ori vs lensa third party.

Menggeluti hobi fotografi, apalagi yang udah niat buat diseriusi jadi pekerjaan, seringkali bikin susah berhenti merogoh kocek demi membeli aksesoris. Salah satunya yang bikin guilty pleasure ya beli lensa.

Semakin memahami perbedaan hasil foto yang dihasilkan tiap lensa biasanya bikin Anda makin penasaran untuk memiliki yang lainnya. Tapi jangan sampai bikin kantong jebol ya!

Tidak semua lensa harganya mahal, ada juga yang harganya lebih miring dengan kualitas yang sama asalkan Anda bukan fanboy merk tertentu. Lensa inilah yang disebut dengan “third party lens”.

Nah, sekarang kita kulik seberapa bagus sih lensa third party ini.

 

Lensa Branded Harga Premium

Untuk beberapa manufaktur kamera justru lebih sering mencari profit dari berjualan lensa dibanding bodi kamera. Sehingga sudah biasa terjadi membeli bodi kamera dan berakhir harus membeli lensa dari brand yang sama. Ya karena sistemnya dibuat khusus agar bisa “jodoh” dengan yang satu brand.

Nah, masalahnya lensa dari brand yang sama biasanya mahal. Tak jarang harga lensanya saja bisa berkali lipat dari bodi kamera. Untuk mengatasi ini agar lebih hemat, bisa mencari lensa third party tapi dengan kemampuan yang premium, atau at least dengan sama dengan lensa ori.

 

Siapakah produsen lensa third party?

Saat hendak membeli lensa third party maka Anda akan berpikir keras merk apa yang recommended karena jelas kita tidak memasukkan brand semacam Canon atau Nikon ke dalam list. Untuk lensa third party DSLR ada 4 nama besar: Tamron, Sigma, Tokina, Samyang.

Jangan remehkan namanya yang terdengar asing di telinga. Keempat brand tersebut memproduksi sendiri banyak lensa dan aksesoris lainnya. Tidak perlu khawatir karena mereka juga memperhatikan mutu produk dengan memiliki tim desain dan engineering sendiri.

 

Apa itu lensa third party?

Lima manufaktur kamera DSLR populer : Canon, Nikon, Sony, Pentax dan Olympus juga memproduksi lensa tapi memang hanya bisa digunakan di kamera mereka sendiri.

Misalnya, lensa Canon 24-70 F2.8L ya hanya bisa digunakan di kamera Canon. Tapi itu tidak berlaku pada lensa third party. Lensa 3rd party biasanya ada “base lens” yang secara spesifikasi lensa sama, namun punya mount beragam, mulai dari Canon, Nikon, atau Sony, atau Fuji, dll. Contohnya lensa Tamron 17-50 F2.8 yang bagus kinerjanya dipasang di kamera Canon, Nikon dan Sony.

 

Keuntungan Lensa Third Party

  • Lebih murah

Lensa third party bisa membuat Anda menghemat sampai 50% dari harga lensa asli bawaan brand kamera. Misalnya nih, Canon 70-200 F2.8 harganya 20 juta sendiri, bisa jadi bikinan Tamron dan Sigma yang serupa dibanderol dengan harga setengahnya. Sangat membantu jika Anda ingin punya variasi focal length, dan aperture di foto-foto Anda tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

  • Kualitasnya mirip atau bahkan lebih baik.

Kebanyakan manufaktur yang mengkhususkan diri di produksi lensa biasanya berusaha keras membuat produknya jadi yang terbaik alias tidak bisa santai-santai juga “menjual brand” third party mereka sebagai “barang murah”. Kualitas harus bicara jadi sebisa mungkin mereka akan membuat lensa dengan konstruksi premium tapi harganya tetap bisa miring.

  • Focal length yang bervariasi

Focal length yang sering tidak disediakan lensa branded  malah lebih diproduksi oleh produsen lensa third party.

  • Garansi lebih lama

Keseriusan untuk mendapatkan market membuat manufaktur third party tidak segan memberikan jaminan garansi lebih panjang dibanding brand premium.

 

Kekurangan Lensa Third Party

  • Kompabilitas

Lensa third party dibuat manufakturnya dengan menyesuaikan bodi kamera yang dirilis brand premium. Ini berbeda dengan brand besar yang sudah memasangkan tiap kamera dan lensa. Nah, ini artinya kalau seandainya suatu saat ke depan produsen kamera mengganti sesuatu di sistem bodi maupun mount kamera, lensa third party akan terlambat menyesuaikan diri dan jadinya tidak compatible dengan kamera yang seri keluaran baru tadi. Untuk ini, manufaktur lensa third party juga terus melakukan modifikasi kok.

Jadi sebaiknya cek betul dengan teliti saat membeli lensa third party ya!

  • Quality control

Namanya juga bikinan pihak ketiga, bukan yang punya brand kamera, jadi tetap ada masalah quality control. Membeli lensa yang sama tapi di Anda tidak bagus kinerjanya padahal kata orang-orang bagus, mungkin Anda saja yang sedang apes. Hal seperti ini memang bikin was-was tapi tidak perlu sampai parno. Pihak manufaktur pun terus melakukan perbaikan dan menerima klaim garansi jika memang itu tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

  • Performance

Ingatlah bahwa lensa third party hanyalah “copy” sehingga semirip-miripnya kualitasnya dengan yang brand premium tetap saja bakal ada bedanya meski tipis. Misalnya speed fokus yang lebih lambat, noise yang lebih kentara ketika memakai autofokus dan lainnya.

 

Apa yang harus saya lakukan?

Dengan keunggulan dan kekurangan yang ada itu, Anda mungkin semakin galau ya? Jangan terlalu sulit berpikir, tentukan mana poin terpenting bagi Anda. Jika budget bukanlah masalah utama ya beli saja lensa brand premium. Kalau budget mepet? Ya beli lensa third party dan kuasailah plus minusnya. Practice makes perfect juga berlaku untuk penguasaan lensa.

 

Sebelum Anda membeli ingatlah….

…untuk mempelajari terlebih dulu soal lensa kamera melalui artikel lainnya yang ada di blog PlazaKamera ini.

Selain itu Anda juga bisa menggunakan cara menyewa lensa untuk mengetahui cocok tidaknya. Lumayan menghemat kan daripada sudah beli mahal-mahal malah tidak cocok.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *