Review Xiaomi Yi Lite, Apa Aja yang Baru?

Yi sudah menjadi pilihan hemat bagi kita yang berkantong pas-pasan tapi ingin memiliki action camera. Meski menyasar market low budget namun tidak membuat Yi malas berinovasi lho. Anak perusahaan Xiaomi ini meneruskan Yi action camera ke level selanjutnya dengan nama Yi Lite.

Apa saja upgrade yang ditawarkan Yi Lite sehingga patut dibeli?

 

Performa rekaman video dan foto

Poin paling penting dari action cam tentunya adalah kemampuannya merekam video. Xiaomi tidak terlalu ambisius di seri ini dengan membuatnya “hanya” mampu merekam kualitas 1080p HD dan hasil foto 16MP. Sudah cukup memuaskan bukan?

Setidaknya Yi Lite sudah dilengkapi image stabilizer yang mumpuni.

Electronic Image Stabilization (EIS) bawaannya bisa mengurangi blur dan meminimalisir shake tanpa perlu memakai handheld rig dan post-production editing.


*Tanpa Electronic Image Stabilizer


*Dengan EIS

Menariknya lagi, Yi Lite dibenami Hisilicon Hi3556 Chipset yang membuatnya tetap adem. Jadi Anda bisa merekam video HD tanpa terganggu overheat meskipun dalam kondisi lingkungan yang hangat seperti saat siang hari terik.

150° Field of View

Selain dibekali dengan aperture f/2.8 yang memungkinkan lebih banyak cahaya yang masuk ke sensor, Yi Lite juga memiliki field of view yang sangat lebar yaitu 150°.

Yi Lite juga dikatakan bisa perform lebih bagus dibanding pendahulunya di sisi low-light.

 

9 Mode Perekaman Video

Xiaomi juga mengklaim Anda bebas berkreasi dengan Yi Lite karena sudah dilengkapi 9 mode syuting yang keren.

Ada photo in video (PIV), normal, slow-motion, time-lapse dan loop recording yang membuat Anda tidak kehilangan shot sempurna. Masih ada juga pilihan kreatif dengan 4 mode foto berbeda yaitu Photo Mode, Burst Mode, Lapse Mode and Timer Mode.

 

Built-in Microphone dan AAC

Yi Lite sudah dilengkapi mikrofon built-in dan AAC  (Advanced Audio Coding) sehingga kualitas audionya boleh diadu.

Dengan AAC, maka sound yang dihasilkan kualitasnya lebih baik dari MP3 dengan bitrate yang sama (missal MP3 320kbps dengan AAC 320kbps, maka audio AAC akan menghasilkan suara yang lebih baik. Jadi Anda bisa merekam video HD dengan audio berkualitas tinggi untuk langsung diolah.

 

Bodi Yi Lite

Ada harga ada rupa, begitupun Yi Lite yang tidak membawa desain sekeren GoPro Hero namun ya masih mirip-mirip lah.

Menggunakan material plastik, Yi Lite masih cukup terlihat kuat. Desainnya kotak dengan lapisan doff yang biasa saja. Sedangkan bobotnya cukup ringan yaitu hanya 72 gram dengan dimensi 65 x30 x 42mm, sama seperti Yi 4K and 4K+. 

Patut dicatat, bodinya tidak memiliki tekstur semacam grid untuk membuat genggaman lebih mantap. Jadi Yi Lite rawan terlepas dari genggaman, apalagi saat tangan sedikit basah.

Setidaknya Yi Lite masih kompatibel dengan semua aksesoris milik YiCam edisi sebelumnya, dan aksesoris GoPro yang memanfaatkan tripod mount.

Yi Lite ini tidak waterproof seperti GoPro Hero5 ya jadi pastikan Anda tidak membawanya menyelam atau berhujan-hujan, kecuali sudah beli aksesoris waterproof housing/case.

Untuk pilihan warna tersedia dalam 3 variasi yaitu light blue, bright yellow/green dan tentunya black yang sudah jadi standar.

 

Layar

Salah satu upgrade paling signifikan adalah Yi Lite akhirnya memiliki layar walaupun “hanya” 2 inch. Namun layar imut ini sudah dilapisi Gorilla glass sehingga aman dari goresan. Patut diketahui, layar tersebut belum mampu untuk mengakomodasi video 4K.

Antarmuka di layar belakang Yi Lite relatif mudah digunakan dan mulus swipe-nya. Namun tidak ada layar di bagian depan ya.

 

Konektivitas

Action cam yang dirilis akhir 2017 ini sudah dibekali konektor USB standar untuk download file dari memory, tapi Anda juga bisa mengakses foto via Wi-Fi dengan kecepatan 50MB/s yang sudah cukup ngebut. Yi Lite juga menggunakan dual-band Wi-Fi (2.4GHz & 5GHz) built-in.

Selain itu Yi Lite juga bisa dihubungkan ke smartphone hingga jarak 100 meter lho. Praktis kan?

Ada juga Bluetooth 4.1 yang kece untuk menghubungkan Yi Action App atau YI Remote atau Selfie Stick (dengan remote build in) yang bisa menghemat waktu Anda. Jadi Anda bisa stop/start merekam dan memotret hingga 10 meter dari Yi Lite.

Pasang juga Yi Action App di smartphone  Anda untuk mengontrol, mengganti mode, merekam hingga memonitor selama perekaman. Share ke social media juga bisa dilakukan langsung dari sana tanpa perlu ribet.

 

Rekomendasi

Xiaomi Yi Lite ini cocok untuk Anda yang menginginkan action cam simpel dengan hasil foto bagus dan bisa merekam video 1080p satu paket dalam harga yang terjangkau. Perangkat ini dibanderol kurang dari Rp 2 juta.

Jika Anda mencari action cam untuk level pro maka Yi Lite tidak cocok karena tidak menyediakan format RAW untuk hasil foto dan videonya belum 4K. Anda bisa melirik Yi 4K+ jika ingin action cam Xiaomi yang lebih mumpuni untuk video 4K.

Jadi, bagaimana pendapat Anda tentang Yi Lite ini?

5 thoughts on “Review Xiaomi Yi Lite, Apa Aja yang Baru?”

  1. Amzaing blogpost..!!!.I feel this review will help the buyers to take this camera in consideration. i was not knowing that it records 4k/30fps. Thank you so much.

    1. Uhhhmm, ini belum pernah ada laporan dari customer yang kayak gini itu kak… Coba copot baterai perika konektornya kak.Atau coba pakai baterai yang lain… paling sering soal itu biasanya

    1. Uhhm, kalau yi mesti bongkar body sih kak untuk ganti lensa, sebaiknya diserahkan ke servis terdekat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *