Review Mic Lavalier Saramonic UwMic9 Dual Wireless, Sekece Apa?

Urusan sound memang bikin gemes bagi pengguna kamera DSLR dan mirrorless. Anda harus siap-siap untuk kecewa jika tidak punya mikrofon eksternal karena kamera DSLR dan mirrorless sejatinya tidak dilengkapi teknologi sound yang bagus. Seringkali noise dan echo juga ikut terekam, bahkan suara “klik” jerohan kamera pun masuk.

Jadi sangat disarankan untuk memakai mic eksternal saja jika menggunakan kamera DSLR dan mirrorless. Salah satunya yang terbaik adalah jenis lavalier yang praktis karena tinggal dijepitkan di pakaian.

Untuk mic lavalier ada UwMic9 dual wireless lav mic kit dari merk Saramonic.

Yuk kita kupas apa kelebihan dan kekurangannya!

Spesifikasi Saramonic UwMic9 dual wireless lav mic:

  • UHF Frequency range: 514-596 Mhz
  • 96 selectable channels in 2 groups
  • Operating range : 330ft (100m) in open space, 200ft (60m) with obstacles
  • Easy to read LCD displays
  • Audio output level -60dBV (mic level)
  • Headphone output level : 30mw (16 ohm)
  • Sensitivity: -95dBm
  • Signal to noise ratio : 70 dB or more
  • Voice delay: 12ms
  • Frequency response: 40kz to 18kHz
  • Distortion: 0.5% or less
  • Spur suppression: -60dB
  • Weight: 218.7g without batteries for each TX and RX

 

Unboxing : Kesan Pertama

Pertama mengeluarkan dari box, terasa sekali UwMic9 dual wireless lav mic ini solid. Bodinya memang terbuat dari aluminium yang kokoh, tidak mudah patah, tidak seperti mic lavalier kebanyakan berbahan plastik.

Nilai plusnya lagi adalah semua soket yang ada pada pemancar dan penerima untuk mic, headphone dan kabel ke kamera semuanya adalah soket screwlock. Ini berarti setelah Anda memasangnya, Anda tinggal memutar sekrup maka akan terkunci sehingga tidak mudah ditarik keluar.

Tentu saja Anda masih bisa memasang jack mic 3.5mm, headphone dan kabel juga kok

Masih ada juga belt clip pada transmitter dan receiver, ditambah mount plastik sehingga Anda bisa memasang receiver ke hotshoe DSLR dan menancapkan kabelnya langsung ke mic input pada kamera.

Dalam kemasan dua mic lavalier dilengkapi clip, juga sepasang kabel 3.5m dan kabel yang juga 3.5mm dengan screwlock plug on di ujungnya dan single XLR di ujung lainnya.

Saramonic juga menawarkan kabel lainnya yang dijual terpisah. Kabel ini memungkinkan Anda untuk menancapkan receiver ke iPhone atau iPad.

Kesan Pertama Saat Memakai uWMic9

Menyetting mic ini terbilang gampang banget kok. Setiap transmitter dan receiver memakai sepasang baterai AA dan label di masing-masing soket sudah cukup menjelaskan. Setiap unit juga punya display LCD di depan untuk menampilkan status dengan beberapa tombol ke menu atau mengganti setting.

Tes kemudian dilakukan namun dengan cara mic kedua sengaja dimatikan opsinya dan receiver dipilih mono state. Alasannya karena ini sistem UHF yang beroperasi antara 514MHz – 596MHz. Jadi ada kemungkinan channel kedua mengambil noise meski sudah dimatikan. Lagipula menghidupkan dua channel hanya bikin boros baterai saja.

Dalam tes ini digunakan kabel XLR dari receiver ke recorder Tascam DR-100. Nyalakan kedua transmitter, dan UwMic9 langsung mengidentifikasi diri sebagai grup A dan B. Kemudian dimatikan, lalu mikrofon ditancapkan ke transmitter A dan hidupkan lagi, bersamaan dengan receiver.

Mencocokkan keduanya juga mudah sekali. Begitupun saat pairing up (memasangkan) dengan transmitter juga tidak berbelit prosesnya.

Terakhir tinggal tancapkan headphone ke Tascam DR-100 dan voila! Sudah muncul suaranya dengan kualitas yang bagus, tentunya bagus ukurannya mic lavalier.

 

Ini yang Perlu Diperhatikan dari Mic Lavalier

Setiap mic memiliki karakteristiknya masing-masing dan mic lavalier seringnya tipe omnidirectional, begitupun UwMic9. Artinya mic ini mengambil suara dari semua arah.

Sebenarnya ini bagus karena artinya mic lavalier bisa dipasang di manapun karena hasilnya bagus dan bahkan bisa disembunyikan di balik baju.

Tapi tentunya ada kekurangan juga yaitu aka nada momen dimana jadi terlalu noisy. Akibat mengambil suara dari semua arah maka suara berisik terkadang lebih dominan dibanding suara sumber utama saat merekam di keramaian.

Selain itu secara spesifik, Saramonic UwMic9 memiliki kapsul cukup besar dibanding mic lavalier lainnya. Bahkan dibanding Rode smartLav+ pun terlihat begitu menonjol sehingga sulit disembunyikan di balik baju.

 

Kabel Audio UwMic9

Saramonic UwMic9 kit dibekali dengan dua kabel audio yang masing-masing ada connector screwlock 3.5mm di ujungnya yang bisa ditancapkan ke soket DSLR. Sedangkan yang lainnya hanya plug XLR mono.

Saramonic tampaknya tidak menawarkan kabel yang bisa stereo XLR, tapi ada pilihan lain di toko online. Akan lebih baik jika Saramonic membuat kabel XLR stereo resmi yang ujungnya ada screwlock plug on 3.5mm (dan lebih tebal dibanding kabel XLR mono)

Jika hanya menggunakan single mic, memakai kabel XLR stereo pengganti juga ada keuntungan lainnya.

Saat memakai satu mic, dan receiver disetting mono, maka akan mengirim sinyal baik ke channel kiri dan kanan sekaligus. Jadi Anda bisa merekam dengan level berbeda, misal merekam pembicaraan dalam intonasi suara keras dan pelan bersamaan.

Salah satu hal yang mengesankan dari kabel bawaan itu adalah lapisannya yang dari bahan silikon, bukan plastik. Itu membuatnya jadi lebih tahan lama dan tidak gampang crack. Ini menjadi penting bagi mic lavalier yang penggunaannya untuk kondisi banyak bergerak.

 

Masalah Besar Pertama

Setiap gear tentunya ada kelebihan dan kekurangan, begitupun Saramonic UwMic9 kit saat dijajal. Diajak jalan-jalan ke luar, UwMic9 ditaruh di ransel sementara transmitter dipasang di sabuk celana dan mic lavalier disematkan di baju. Receiver menggunakan Tascam DR-100.

Ternyata setelah 10 menit berjalan, receiver-nya mati sendiri dan baterainya sudah tinggal separuh. Akhirnya diulanglah merekam tapi masih tetap sama, mati sendiri, setelah 10 menit.

Kemungkinan besar itu terjadi karena ada gangguan sinyal karena saat dicek di rumah semua baik-baik saja. Saat ada gangguan sinyal maka receiver otomatis mati untuk menghemat baterai.  Pasalnya, saat dicoba lagi bisa untuk merekam selama 20 menit tanpa masalah.

Namun akhirnya terjawab saat dicoba lagi dibawa jalan-jalan ke area luar perkotaan.

Ternyata bukan masalah gangguan sinyal melainkan pergerakan. Ya, gerakan kecil saat berjalan bisa membuat receiver mati sendiri.

Tapi ada cara untuk mengakalinya yaitu dengan menyelipkan kertas/kartu tipis diantara baterai untuk membuatnya tidak goyang.

Dari tes yang dilakukan, yaitu merekam sambil berjalan di keramaian kota, mic ini berfungsi sangat baik. Mic ini mengambil beberapa suara seperti mobil lewat, klakson dan lainnya namun tidak menutupi suara utama.Windshield juga berfungsi baik, tidak ada suara hembusan angin kecuali saat kondisi angin kencang.

Jadi mic ini pilihan yang tepat untuk membuat rekaman dokumenter.

Range antara mic dan receiver juga bagus yaitu bisa sampai 30 meter dan tetap terdengar dengan baik dari segi kualitas.

 

Keunggulan

Hal terbaik dari Saramonic UwMic9 kit adalah receiver-nya dual channel jadi bisa untuk 2 mic sekaligus. Fitur tersebut jarang ada di mic dengan harga yang dibanderolkan.

Menariknya lagi, meski Anda memilih UwMic9 yang single atau dual mic kit akan tetap sama saja alias Anda pasti bisa menambah mic lainnya. Bahkan jika Anda membeli dual kit maka tidak perlu memakai lavalier sebagai mic kedua.

Receiver UxMic9 juga kompatibel dengan mic handheld Saramonic HU9 lho yang sudah dilengkapi transmitter built in. Begitupun dengan Saramonic TX-XLR9.

Faktor lainnya adalah feedback yang ditampilkan LCD.

LCD Saramonic UwMic9 menampilkan info penting seperti kekuatan sinyal dan level indikator lainnya yang sangat membantu penggunaan.

Selain fitur, bodi UwMic9 yang kokoh  juga menjadi nilai plus tersendiri mengingat lavalier biasanya ringkih.

 

Kekurangan

Dibalik kelebihan tentunya tetap ada kekurangan, tapi seberapa signifikan nilai minus dari UwMic9 ini?

Kekurangan terbesarnya adalah boros baterai, terutama si receiver.

Daya tahannya hanya sekitar setengah jam mulai dari full, itupun sudah memakai baterai dengan MAh tinggi. Jadi siapkan baterai cadangan ya.

Jika Anda menggunakan kedua mikrofon maka semakin menguras baterai. Maka sebaiknya pakai satu channel saja jika memakai single mikrofon agar hemat baterai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *