REVIEW GOPRO HERO 6

Bagi fans berat action cam pastinya sudah lama nguping soal kehadiran GoPro Hero 6 Black kan? Akhirnya GoPro merilisnya dan tentu saja langsung disambut antusias.

Seperti apa kecenya Hero 6 Black? Yuk simak!

Desain GoPro Hero 6 Black

  • Waterproof to 10m
  • Fits existing mounts/accessories
  • USB Type-C port

Dari segi desain bodi tidak banyak berubah, Hero 6 tetap membawa bodi Hero 5 Black. Tetap membawa desain kotak ikoniknya dengan lensa menonjol di bagian depan. Di bagian atas ada tombol shutter/record dengan gambar lingkaran merah dan tombol power/mode di sisi samping kanan.

Sedangkan di bawah ada tempat baterai yang dibuka dengan cara ditekan.

Menariknya, disematkan LED super kecil di depan dan melingkari pojok kiri atas. Masih ada juga LED kecil itu di bagian bawah, sebelah speaker kecil dan display touchsreen.

Sama seperti pendahulunya itu, Hero 6 juga ikut dibekali kemampuan waterproof tanpa perlu pelindung terpisah. Pegangannya nyaman dan dilapisi karet yang mampu menyelam hingga 10 meter. Kualitas jepretan dan perekamannya tetap kece tanpa ada distorsi lensa.

Meski desainnya masih sama persis malah itulah yang menjadi keuntungan terbesar Hero 6. Jadi anda tidak perlu beli aksesoris lagi jika sudah memiliki Hero 5. Seperti kebanyakan action cam GoPro, Hero 6 juga mudah dipasang dimana saja.

 

Fitur GoPro Hero 6 Black

  • Voice activation
  • Touchscreen controls
  • Physical buttons
  • QuikStories automated video editor

Ada 4 cara mengontrol kamera GoPro: memakai tombol, touchscreen, suara dan aplikasi.

Untuk penggunaan biasa, bisa memakai tombol untuk memotret dan merekam. Sedangkan untuk kontrol lebih bisa memakai layar sentuh di belakang, misalnya untuk memilih resolusi, kecepatan frame rate dan mengaktifkan ProTune.

Sebagian besar perintah menggunakan single digit, menggeser jari dan mengetuk permukaan layar. Cara lainnya adalah via suara yang sudah dihadirkan di Hero 5.  Diklaim lebih canggih lagi, kontrol via suara ini memiliki lebih banyak pilihan di Hero 6. Anda juga bisa menghidupkan kamera hanya menggunakan suara lho!

Namun patut dicatat bahwa tidak ada kontrol via suara untuk setting manual maupun yang lebih rumit. Meski begitu kamera tetap bekerja dengan baik kok.

Hero 6 juga masih bisa dioperasikan menggunakan aplikasi GoPro dengan menghubungkannya melalui Bluetooth. Namun masih ada sedikit lag meski berfungsi baik untuk menghadirkan live feed dari kamera maupun mengubah setting.

 

Hasil Foto Jepretan Hero 6 Black

Membicarakan GoPro pasti yang terpikir adalah merekam video namun Hero 6 bisa diandalkan dari segi pemotretan juga lho! Prosesor GPI yang disematkan GoPro meningkatkan kualitas foto hasil jepretan Hero 6.

Prosesor ini membuat foto menjadi lebih ciamik range-nya dan untuk pertama kalinya bisa untuk memotret dalam HDR. Detilnya diklaim lebih bersih daripada Hero 5 dan “hidup”.

gambar diatas tanpa HDR dan yg bawah dengan HDR

Perbedaan yang paling terlihat adalah ketika memotret dalam mode night. Hero 6 kuat melakukan exposure hingga 10 detik sehingga tetap bisa memotret di kegelapan yang pekat. Selain itu 2x zoom yang baru juga sangat membantu.

Meski begitu Hero 6 tetap memiliki keterbatasan di kondisi low light. Perekaman memakai mode Photo hasilnya juga ada sedikit noise dan warna yang tidak memuaskan. Setidaknya anda masih bisa mengakalinya nanti dengan mengatur ProTune.

Kabar baiknya, anda bisa memotret dalam file RAW.

Hasil Video Rekaman Hero 6 Black

Nah, sampailah pada bahasan yang ditunggu-tunggu. Apalagi kalau bukan soal kualitas perekaman video Hero 6.

Tak mau kalah di pasaran, GoPro menyematkan kemampuan merekam video 4K dengan frame rate 60 fps. Untuk membuat footage fast action diklaim hasilnya amat sangat mulus berkat dibekali prosesor baru. Kemampuan slow motion pun tak perlu diragukan dengan kualitas 1080p di 240 fps.

Untuk semua video lainnya ada sokongan 3-axis digital stabilisation. Sehingga hasil videonya lebih smooth dan tidak goyang dibanding Hero 5.

Satu-satunya downside dari 4K60, anda tidak bisa menggunakan stabilisasi digital yang baru karena GoPro tidak ingin kameranya overheat.

Tapi sisi positifnya adalah konten 4K60 ini disimpan menggunakan codec video HEVC. Format ini memastikan detilnya tidak hilang, sambil menjaga bitrate seminimal mungkin, yang berarti kamera tidak akan mati saat sedang merekam.

 

Performa dan QuikStories Hero 6 Black

 

Pembaruan yang krusial di Hero 6 lainnya adalah penambahan Wi-Fi 5GHz Wi-Fi.

Dengan QuikStories memungkinkan anda lebih cepat mengosongkan isi action cam. Tentunya akan butuh lebih banyak waktu untuk video 4K tapi tidak lemot kok karena adanya 5GHz.

Berkat itu, kamera secara otomatis bisa menganalisis gerakannya selama perekaman berlangsung baik untuk mengenali wajah maupun audio. Jadi QuikStories tidak mendadak nge-cut momen.

GoPro: Meet HERO6 Black + QuikStories in 4K

KESIMPULAN

Hero 6 Black menjadi pilihan tepat bagi kalian yang mencari action cam dengan interface yang user-friendly dan bermacam-macam aksesoris.

Mungkin sebenarnya Hero 5 masih mencukupi namun upgrade yang ditawarkan patut dipertimbangkan lho! Kemampuan ciamik yang diberikan prosesor GP1 yang baru benar-benar terasa bedanya. Mulai dari 4K60 hingga transfer file via Wi-Fi 5GHz, kualitas foto memuaskan dan multi-axis image stabilisation.

Tertarik untuk membeli Hero 6 Black?

Jika iya maka siap-siap anda merogoh kocek sekitar Rp 7 jutaan.

GoPro Hero 6: spesifikasi dan fitur penting

  • Bodi sama dengan Hero 5 Black
  • Bisa kontrol melalui touchscreen
  • Kontrol via suara
  • Waterproof hingga kedalaman 10m
  • Kualitas video sudah 4k dengan kecepatan 60fps dan 1080p di 240fps
  • Hasil foto resolusi 12MP
  • Prosessor GP1 baru yang didesain khusus oleh GoPro
  • Three-axis software stabilization
  • Rp 7.449.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *