Penting Banget! Kenali dan Taklukkan Dynamic Range Biar Foto Makin Kece

Mengulik dunia fotografi tidak hanya terbatas pada gear saja lho guys! Perlu juga mengenal lebih dalam soal foto biar hasil jepretanmu lebih ciamik. Salah satu yang perlu banget dikenal adalah Dynamic Range.

Apa itu Dynamic Range dan apa hubungannya dengan fotografi?

Dynamic Range sangat penting di dunia fotografi karena terkait erat dengan warna. Dialah yang membentuk tampilan foto, kontrasnya, terutama untuk subyek dengan kontras tinggi.

 

Apa Itu Dynamic Range?

Sebelum dibahas lebih jauh apa itu pengertian dynamic range, mari posisikan diri Anda dalam situasi ini.

Anda berjalan dari dalam bangunan gelap kemudian keluar ke area dengan sinar matahari terang benderang, tentunya mata Anda akan merasa sangat silau kan?

Namun jika Anda nggak sampai keluar, masih di pinggir pintu lah misalnya, dan melihat ke luar dari balik pintu sana, mata Anda bisa melihat detil, bahwa ada area yang gelap dan ada area yang terang, iya kan? Itu karena otak bisa mencerna lebih baik informasi yang disampaikan dari mata.

Lalu sekarang bayangkan Anda berdiri di titik yang sama, memotret pemandangan yang sama dengan yang dilihat tadi.

Sedetil apapun Anda menghitung exposure, hasil jepretan Anda pasti akan mengecewakan. Karena masalah ada pada sensor dan prosesor di kamera, bahkan untuk kamera yang terbaik sekalipun.

Simpel saja, itu karena prosesor yang menjadi otak kamera tidak bisa memproses terlalu banyak variasi warna antara hitam pekat ke putih terang.

Kenapa bisa begitu?

Karena kamera digital adalah komputer yang bekerja dengan data mulai dengan 0 dan 1 yang juga memiliki batasan. Jadi jika melebihi batasan itu maka sensor dan prosesor tidak bisa memprosesnya.

Alhasil jika pemandangan yang dipotret memliki mengandung informasi (terang-gelap, jumlah warna, dll) yang lebih banyak dari kemampuan kamera maka seluruh tone tidak ditampilkan seluruhnya.

Jadi Dynamic Range adalah jumlah titik (stop) cahaya diantara hitam sampai putih yang bisa ditangkap kamera. Biasanya antara 9-14 stop pada kamera modern.

Kini bayangkan sebuah pemandangan dengan kontras yang tinggi, misalnya memotret pemandangan luar dari balik jendela atau pintu seperti contoh di bawah ini.

Jika exposure yang dibutuhkan untuk mendapatkan detil di area gelap adalah 1/8 di f1.4 dan exposure yang diperlukan untuk mendapatkan detil di bagian terang adalah 1/123 di f22 maka akan ada 14 stop dynamic range. Ini artinya sebagian besar kamera yang ada di pasaran akan mengakali highlight tersebut dengan cara membuatnya terang banget atau bagian bayangan jadi hitam banget. Alhasil detil di salah satu sisi akan hilang.

Sensor dan Dynamic Range

Kenapa kamera memiliki dynamic range berbeda satu sama lain?

Kalau kata orang-orang sih itu disebabkan oleh ukuran sensor tapi sebenarnya bukan. Perbedaan dynamic range itu sebenarnya karena ukuran piksel. Semakin besar pikselnya maka semakin banyak cahaya yang bisa dimuat.

Anggap saja piksel itu wadah untuk mengumpulkan cahaya. Jadi jika sudah penuh maka tidak bisa menampung informasi lebih banyak lagi.

Sedangkan ukuran sensor memainkan peranan karena semakin besar sensornya maka semakin banyak pula piksel yang bisa ditampung sensor tersebut dalam menampilkan jumlah megapiksel di sebuah foto/video (ingat Megapixel adalah ukuran foto nanti, sementara pixel yang tadi disebut semacam kotak-kotak di panel surya yang menangkap cahay, gambarannya seperti itu lah ya).

Jarak antar piksel juga penting karena semakin mereka rapat maka juga semakin saling “mengganggu” secara elektronik. Inilah yang disebut noise dan bisa mengurangi dynamic range.


Foto: Contoh menggunakan graduate filter bisa mengurangi kontrast antara latar depan dan langit.

Ketika produsen kamera memutuskan dynamic range yang dipakai sensor mereka, biasanya itu diukur dari pemotretan dalam kondisi sempurna. Tapi kita kan memotret dalam situasi dan kondisi berbeda-beda jadi hasilnya bisa jauh berbeda.

Memotret dalam JPEG akan mengurangi dynamic range karena sistem kamera akan mengoreksi kontras dan saturasi pada foto. Menaikkan ISO juga akan mengurangi dynamic range dari sensor.

 

Cara Meningkatkan Dynamic Range

Kalau kita tidak bisa meningkatkan dynamic range dari sensor, terus gimana dong untuk memperbaiki dynamic range di hasil akhir pemotretan?

Caranya, pertama-tama potretlah dalam bentuk RAW dengan ISO rendah. Cara ini berarti memaksimalkan kerja sensor kamera.

Kedua, menetapkan besaran exposure dengan tepat untuk menghindari area highlight yang nantinya bakal menghilangkan detil.

Kemudian memahami histogram dan tampilan tingkat highlight di LCD juga bisa membantu lho. Anda akan lebih mudah untuk memperjelas sedikit detil di area bayangan dibanding harus mengorbankan detil di area highlight.

Memotret dengan HDR juga bisa mengurangi masalah dynamic range.

Ketika Anda mengalami masalah dengan latar depan yang gelap tapi bagian langit terang, maka dengan mengubah kepadatannya (neutral densities) bisa sangat menolong. Anda bisa menampilkan detil di langit sembari tetap memaparkan bagian latar depan.

Cara kerjanya bisa Anda baca di sini: “Mengenal Filter ND, Si Pembuat Dramatis Foto Air Terjun”

Cara terakhir, jangan takut memakai fotografi HDR (High Dynamic Range)

Anda bisa menampilkan foto yang tidak natural dan mencolok khas HDR tapi dengan kehati-hatian dan latihan tentunya. Nantinya Anda bisa membuat jepretan sangat cantik dan natural yang melampaui kemampuan dynamic range kamera Anda (namanya juga High Dynamic Range).

 

Dynamic range adalah bahasan fundamental penting yang bisa membantu kita sebagai fotografer. Jika kita memahami limit sensor kamera sendiri maka kita bisa menaklukkan pemandangan dan subjek apapun meskipun dalam keadaan kontras tinggi. Menggunakan teknik dan alat yang sudah disebutkan tadi, kita pasti bisa ?

Selamat mencoba dan jangan lupa share ke kita ya!

Source: LightsStalking

Related Post

One thought on “Penting Banget! Kenali dan Taklukkan Dynamic Range Biar Foto Makin Kece”

  1. Belum mengerti kali mas secara detail apa itu dynamic rangenya, kalau dari smartphone apa beda-beda ya hasil foto pada dinamic rangenya ?
    Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *