Shopping Cart

Menjadi Fotografer Tanpa Punya Kamera. Kuasai Cara Membuat “Storyboard”.

“Sebelum ada kamera, cerita/legenda sudah disukai oleh nenek moyang kita.”

Dengan teknologi kamera saat ini (dan sedikit kreatifitas) beragam foto artistik bisa didapat. Namun tahukah Anda bahwa kita seringkali lebih tertarik pada “cerita” dari sebuah foto?

THE MAGIC OF STORYTELLING PHOTO

Foto 1

using-wireless-ttl-flash-5

 

Foto 2

w704

Dua foto, sama-sama di dalam ruangan, lalu mana yang lebih menarik bagi Anda? Jika benar Anda memilih foto 2 (sama seperti saya) maka alasan mengapa Anda memilih foto tersebut (mungkin) karena elemen dalam foto tersebut lebih mampu bercerita. Properti, subjek dalam foto, semua lebih mampu mengarahkan kita ke satu kesimpulan yang jelas.

Sekarang, bagaimana kalau diiringi dengan foto-foto pendukung seperti berikut:

Baca juga :   Inilah 5 Software Editing Video Terbaik

Story

Jauh lebih menarik bukan? Sebagus apapun foto yang akan menggantikan gambar 1 tadi, kita cenderung suka pada “beberapa seri foto” yang memberikan cerita relevan dan koheren. Karena itulah kita juga suka dengan collage, dan Youtube jauh lebih viral daripada website fotografi manapun.

Jadi,

sebelum Anda memiliki kamera, mampu membuat framing atau komposisi that has story in it adalah sesuatu yang lebih esensial. Dan itu tidak ada hubungannya dengan Anda punya kamera atau tidak (ada juga sih, karena Anda perlu tahu perlengkapan apa yang Anda butuhkan untuk mendapatkan gambar yang Anda inginkan).

Lalu bagaimana cara cepat belajar framing atau kompisisi yang mengutamakan cerita? Sering tonton film atau baca komik. Percayalah, Film Director pasti sudah mengenyam fotografi jauh sebelum mereka masuk dunia film, dan Comic Artist memiliki kemampuan komposisi yang (seringkali) lebih baik daripada kebanyakan fotografer.

Baca juga :   5 Tips Bikin Foto Kece di Sosmed

THE STORYBOARD

Apa yang dilakukan Film Director dan Comic Artist sebelum memproduksi karya mereka? mereka membuat storyboard. Bisa sesederhana ini:

w704 (10)

Contoh di atas memang terlihat seperti gambar anak-anak, tetapi bukan itu intinya, yang penting Anda memiliki visi tentang bagaimana foto/video Anda nanti akan diambil. Dengan pemahaman dasar tentang perspektif, Anda sudah bisa memetakan scene yang akan diambil nantinya.

SHOT BY DISTANCE

Leave a Reply
Chat

Klik Tombol di bawah ini
untuk Chat

Jam Operasional 09:00 - 18:00