Mengenal Close-Up Filter

How_to_use_close_up_filters_macro_photography_tips_NIK20.zone_2.step1_

// Apa Itu Filter Close Up? //

Filter Close-up biasanya disebut juga dengan nama Diopter Lens.

” Sebuah filter kaca pembesar berkualitas tinggi, pada dasarnya adalah sebuah kaca pembesar berkualitas tinggi yang dipasang di depan lensa, seperti halnya filter lain seperti halnya filter CPL.”

Dengan memasang filter close up, kita bisa mengurangi minimum focusing distance lensa yang kita pakai. Dengan begitu kita bisa memotret dari jarak super dekat dengan obyek foto.

Tujuan penggunaan filter close up ini adalah untuk mengurangi minimum focusing distance lensa sehingga kita bisa memotret dari jarak super dekat dari objek foto. Filter ini akan lebih baik dipakai pada lensa kamera dgn focal length panjang (85mm keatas).

// Bagaimana sih cara kerja Filter Close-Up //

Close up filter dideskripsikan dengan angka +1, +2, +4, dll. Satuannya adalah dioptri, atau 1/meter.  Dioptri ini adalah satuan kekuatan lensa, yang rumusnya D=1/f. Makin besar angka diopternya, semakin besar efek perbesarannya. Kebanyakan filter close-up memiliki kekuatan diopter +1, +2, +3 dan +4, meskipun tersedia juga filter close-up dengan kekuatan +10 diopter. Makin besar angka diopter memungkin kita makin mendekati obyek foto, dengan konsekuensi penurunan kualitas optik.Jadi, kalau lensa ini dipakai untuk mengumpulkan sinar matahari (kayak mainan di jaman kita SD dulu), titik focus akan didapatkan di 1 meter (untuk filter +1 dioptri), 50cm (untuk filter +2 dioptri), dan 25 cm (untuk filter +4 dioptri).

Close-up

Filter-filter ini bekerja dengan cara memperpendek jarak sweet spot kamera yang digunakan. Ambil contoh lensa kamera otomatisku, yang punya range 27-270mm (10x zoom). Kalau kita switch ke mode macro, di setting wide (27mm) dia punya titik sweet spot di sekitar 5cm. Sedangkan kalau kita switch ke mode tele (270mm), sweet spotnya akan ada di jarak 1 meter. Dengan menggunakan close up filter, jarak sweet spot di 270 bisa bergeser ke jarak lebih dekat dari 1 meter.

51VreZaOHfLSebagai contoh: dengan menggunakan kamera lensa tele, anda memfoto objek sehingga dapat fokus dengan jarak 1,5 m. Tetapi dengan menambahkan close-up filter didepan lensa, anda bisa mengurangi jarak fokusnya menjadi 0,75 m. Kira-kira begitu deh :)

// Kekurangan dan Kelebihan Close-Up Filter //

Kelemahan memakai close-up filter lens adalah tidak akan fokus pada keseluruhan sebuah bidang datar. Selain itu, pinggiran foto akan kelihatan ‘soft’ dan diafragma lensa harus di kecilkan (bisa sampai maksimum). Jika menumpuk banyak filter sekaligus maka akan timbul degradasi pada hasil jepretan. Kemampuan close-up filter lens juga sangat tergantung pada kualitas lensa kamera yang dipakai. Kalo memakai merk yang third-party filter (kebanyakan berkualitas rendah) maka kelemahan dan kejelekan lensa akan lebih tampak saat dipasangnya close-up filter lens. Ini karena adanya faktor magnifikasi.

Close-up filter lens akan menghilangkan ‘infinity’ focusing dari lensa kamera dan akan mengurangi jarak terdekat maksimum lensa kamera. Jika dipasangkan pada sebuah lensa zoom, setelah objek fokus pada focal length tertentu, maka pada keseluruhan focal length zoom, objek tersebut akan tetap fokus. (tergantung lensa).

Dari segi ‘convenience’ close-up filter lens memang bisa menghasilkan faktor magnifikasi lebih besar dibandingkan dengan lensa zoom yang dipasangkan Extension Tube. Namun dari segi hasil foto, opsi memakai Extension Tube hasilya akan lebih baik karena closest focusing distance akan bertambah. Artinya, objek bisa lebih didekati ketimbang pakai lensa zoom sendiri. Soal harga, Close-up filter lens harganya lebih murah dari Extension Tubes, dan tentu yg termahal adalah lensa macro asli.

Macro_Filter_Lenses

// Ada berapa macam sih ? //

 

1. Filter Close Up Single Element.

Filter ini adalah 1 elemen close-up lensa yang dibangun dengan satu elemen optik. Ini membuat harganya turun dan sangat ideal untuk low budget. Filter inilah yang banyak dijual saat ini karena filter hanya dengan 1 elemen/optik saja. Hal ini akan memberikan konsekwensi pada kualitas gambar yang kurang baik seperti kurangnya ketajaman tepi foto dan juga terjadi penyimpangan berwarna (chromatic aberration).

2. Filter Close Up Double Element.

Filter ini dibuat dengan 2 elemen optik, kadang disebut dengan dual-unsur atau achromatic close-up lensa. Bedanya dengan filter 1 elemen diatas adalah adanya elemen ke-2 yang berguna untuk mengoreksi penyimpangan dari elemen 1 sehingga menghasilkan kualitas gambar yang sangat baik di seluruh frame dan chromatic aberration nya sangat minim.

Lensa close up bisa dipakai dengan lensa apapaun, yang harus anda ingat adalah ukuran ulirnya harus cocok. Cara paling aman adalah membeli ukuran filter terbesar (misal 72mm) dan kalau anda memiliki lensa dengan diameter 58mm misalnya, tinggal beli tambahan step down ring dari 72 ke 58mm. Filter close up juga bisa dipasang di lensa tele maupun lensa zoom, makin panjang focal length lensa, makin besar tingkat perbesarannya saat dipasangi filter close up.

Anda juga jangan berharap kualitas optik filter ini bisa menyamai lensa makro yang memang didesain untuk memotret makro. Tapi dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harus membeli lensa makro, anda bisa membeli filter close-up untuk mengukur besar tidaknya minat anda memotret makro dan berlatih memotret makro.

Close-Up Filter
( https://www.plazakamera.com/product-category/filter/close-up/ )
Extension Tube
( https://www.plazakamera.com/product-category/lens-accessories/extension-tube/)

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *