Mengantisipasi Booming-nya Mirrorless Sony A6500 (Review)

810_9984-flash

Sony tampaknya ogah berlama-lama melahirkan anaknya lagi di dunia kamera mirrorless. Tak mau ketinggalan dari pesaingnya, Sony merilis A6500 meski terhitung baru saja mengumumkan A6300 ke publik. Lalu apa saja bedanya?

 

Fitur Baru di Sony Alpha A6500

Sony Alpha A6500 ini sebenarnya justru versi lebih simpel dari A6300. Meski simple bukan berarti nggak mantab lho!

Pastinya A6500 tetap membawa fitur baru dan yang paling mencolok adalah stabilisasi foto yang selevel dengan seri A7 II. Itu artinya anda bisa memotret dengan lebih stabil menggunakan lensa E-Mount yang tidak memiliki fitur Optical SteadyShot dari Sony.

Fitur Sony Alpha A6500:

  • APS-C CMOS sensor, 24.2MP
  • 5-axis image stabilisation
  • 0-inch tilt-angle touchscreen, 921,600 dots

Sony menawarkan peningkatan kemampuan di A6500 untuk mengoreksi pitch, yaw, horizontal, vertical dan roll movement (namanya juga 5-axis). Sony juga mengklaim shutter speed 5 stop yang ada di seri ini akan memberikan keuntungan pada fotografer.

Tambahan yang menonjol kedua adalah adanya layar sentuh yang absen dari A6300. Sekarang anda hanya perlu melakukan satu tap untuk melihat lebih fokus di Live View saat mereview hasil pemotretan di layar sentuh. Adjusment poin fokus juga lebih cepat.

Layar sentuh itu pun bisa diturunkan hingga 45 derajat dan diputar 90 derajat. Dilengkapi juga Touch Pad yang memungkinkan anda swipe jari untuk mengubah titik fokus. Layar ini juga membantu saat anda memotret melalui viewfinder elektronik.

a6500 2 a6500 1

Jika Anda sudah terbiasa menggunakan LCD untuk framing foto, bersiaplah untuk silau jika berada di bawah sinar matahari persis karena hingga saat ini belum ada LCD yang bisa cukup terang ketika dekat sinar matahari, termasuk Sony A6500.

Karena itu sebaiknya mulai gunakan fitur viewfinder di A6500 yang selama ini absen di mirrorless lainnya. Banyak yang memuji keakuratan viewfinder A6500 ini.

Selain itu, LCD ini posisinya bisa dibalik juga namun tidak cukup jauh untuk selfie. Setidaknya, LCD tersebut sudah cukup membantu untuk pemotretan high dan low angle.

 

Bodi dan Pegangan Sony Alpha A6500

Beberapa review mengunggulkan bodi A6500 yang dinilai lebih memudahkan untuk pemotretan karena tampaknya Sony benar-benar belajar banyak dari yang sebelumnya. Pujian dilayangkan untuk Sony yang membuat handgrip (pegangan pada bodi) jadi lebih nyaman dan aman di telapak tangan, terutama untuk pemotretan menggunakan lensa panjang

Perubahan ini juga membuat perubahan pada peletakan tombol kontrol. Misalnya tombol Custom 1 yang ada di atas bodi jadi di belakang handgrip dan menambahkan tombol Custom 2 di sebelahnya untuk mempermudah pengukuran serta Custom 3 agak di tepi.

Sony Alpha A6500 sendiri memiliki bodi seberat 453 gram yang terbuat dari campuran magnesium. Bodi kokoh ini menyokong tombol shutter yang lebih besar sehingga tidak terlalu goyang untuk menjepret. Selain itu Sony memperbesar pegangan di A6500 serta lubang intip yang lebih lembut untuk di mata.

Grip yang lebih besar itu otomatis membuat fotografer yang memiliki telapak tangan besar jadi lebih mantab saat memegang bodi kamera. Desain menu di A6500 juga lebih efisien tapi tampilan antarmuka (interface) tidak jauh beda dengan A6300.

Ditambah lagi, kemampuan baru A6500 yaitu shutter yang lebih tinggi daya tahannya hingga 200 ribu actuations.

Masih kurang? Sony masih memberikan system tahan debu dan kelembaban di A6500 sehingga bandel di berbagai medan. Untuk pemasangan lensa juga dipastikan lebih kuat dan secure.

a6500 3 copy

Autofocus

  • 425-point AF
  • High-density tracking AF
  • 05 sec AF speed

Untuk sistem AF, A6500 tidak mengalami banyak perubahan dari yang sebelumnya yaitu ditujukan untuk pemotretan olahraga dan wildlife, dengan dibekali teknologi Sony Hybrid AF.

Teknologi AF di A6500 mampu mendeteksi 425 titik di obyek yang dipotret sehingga lebih rapat, akurat dan efisien. Alhasil presisinya pun lebih sempurna untuk melacak subyek yang bergerak cepat seperti di pertandingan olahraga.

Lock-on AF menyempurnakan proses memotret gerakan cepat karena saat anda kehilangan fokus pada subyek maka kamera bisa mendeteksinya lagi ketika dia masuk ke frame.

Teknologi 425 phase-detection AF points di dalamnya juga lebih rata dengan mencakup seluruh area pemotretan sehingga membantu anda melakukan AF lock-on dengan cepat yaitu hanya 0.05 detik.

a6500 4

 

Performa

  • 11fps burst shooting
  • Buffer of up to 307 images
  • BIONZ X image processor

Kamera baru tentunya yang paling penting performanya kan? Nah apa saja yang bisa dilakukan Sony Alpha A6500 ini?

Ternyata jepretannya terbilang ngebut dengan mampu menghasilkan 307 foto JPEG hanya dalam 35 detik menggunakan mode Hi Continuous drive. Digunakan untuk memotret mobil ngebut pun masih bisa menghasilkan foto ciamik seperti contoh di bawah ini:

a6500 5

Photo by: Ben Andrews

Masalah layar blackout saat melakukan pemotretan continuous juga sudah diatasi oleh Sony. Bahkan tetap tanpa blackout meski dihajar dengan memakai output full raw+JPEG yang dijepret secara continuous. Untuk pelacakan fokus juga efektif.

 

Kualitas foto hasil jepretan

  • ISO100-51,200
  • +/-5 EV exposure compensation in 1/3 or 1/2-stop increments
  • Lens correction

Setelah performa jerohan kameranya maka hasilnya juga dipertanyakan seberapa bagus. Sony tentunya tidak mau berjudi sehingga tetap menghadirkan sensor terbaiknya di A6500.

Kemampuan coverage ISO yang ditawarkan pun lebih luas mulai dari 100 hingga 51.200 tanpa proses penjepretan yang nggak pakai lama. Dan noise-nya pun jauh berkurang. Menggoda banget kan?

a6500 6

A6500 7

 

Auto ISO

Penggunaan ISO juga bisa dilakukan secara otomatis dan hasilnya gak kalah kece. Anda tinggal menyetting ISO minimal dan maksimal plus shutter speed terendah maka A6500 sendiri yang akan menyelesaikannya. Namun sebaiknya anda memilih speed mulai dari 30 detik sampai 1/4,000 sebagai shutter speed paling pelan untuk setting Auto ISO.

ISO Tinggi

Jika biasanya ISO tinggi paling dihindari karena noise-nya menganggu hasil pemotretan maka Sony Alpha A6500 ini tidak. Jajaran opsi ISO tinggi yang tersedia sama-sama bagusnya. Bahkan system Auto ISO bisa bekerja dengan baik di pencahayaan jenis apapun sehingga anda tak perlu gonta-ganti settingan kamera.

 

Kualitas Video

  • 4K video capture
  • S-Gamut/S-Log shooting
  • No pixel binning

Kamera baru Sony Alpha ini tak hanya jago memotret tapi juga ciamik untuk merekam video. Sama seperti A6300, seri baru ini bisa merekam video kualitas 4K (3840 x 2160) disertai full sensor area untuk menghindari cropping.

Jika anda memilih format 35mm maka kamera ini bisa juga lho menangkap video 6K dengan hasil akhir 4K. Tentunya kualitas 4K lebih memuaskan dengan tingkat detil dan kedalaman sangat tinggi.

Untuk fitur yang baru di perekaman video tidak banyak berbeda sebenarnya, namun A6500 berbangga memiliki mode baru bernama “Slow and Quick”. Gunanya untuk merekam video kecepatan 1fps hingga 120fps. Selain itu ada juga lebih dari 8 pilihan kecepatan dan hasil perekamannya lebih mulus ditonton di kamera.

Sistem Hybrid AF juga bisa diaktifkan selama perekaman video dan A6500 tetap memiliki kemampuan A6300 untuk menangkap high-bit-rate 100Mbps 4K movies dan konten high-speed 120fps Full HD.

Videografer professional juga bakal dipuaskan dengan output HDMI milik A6500 ini yang lebih bersih dan ada setting S-Log3 gamma. Ini akan sangat membantu untuk memaksimalkan pengaturan graading warna saat post production.

Namun patut dicatat, A6500 ini tidak memilih colokan untuk headphone.

 

Inilah contoh hasil perekaman video 4K menggunakan Sony Alpha A6500:

Nah, sudah ngerasa kan kalau kamera ini bakalan booming? :)

Harus diakui bahwa sekarang banyak sekali fans mirrorless dibanding DSLR. Nah, ketika kualitas dan fitur mirrorless bisa sebaik A6500 ini kira-kira perlu pikir panjang nggak sih? :D

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *