Mau Beli Mikrofon? Kenali Beberapa Istilah Ini Dulu

Mikrofon sudah memainkan peran penting mulai dari rekaman musik hingga bikin podcast. Alhasil berbagai jenis mic tersedia di pasaran dengan fungsinya masing-masing sesuai kebutuhan.

Sebelum membeli, yuk kenali dulu beberapa istilah dalam dunia mic dan rekaman audio biar nggak bingung !

// Apakah itu gelombang suara?

Ketika kalian memetika gitar maka senarnya bergetar dan menimbulkan gangguan di sekitar partikel udara. Gerakan dari gangguan yang memecah udara tersebut dikenal dengan istilah gelombang suara.

Frekuensi rendah artinya gelombang suara terpisah jauh, sedangkan frekuensi tinggi artinya gelombangnya rapat. Frekuensi sendiri setara dengan pitch suara. Gelombang frekuensi tinggi adalah high pitch dan frekuensi rendah itu low pitch.

Gelombang suara digambarkan dalam bentuk grafik dimana amplitudo adalah jarak antara psosisi yang tidak terganggu dengan maksimal gangguan. Dalam pengaplikasian audio, amplitudo gelombang biasanya disamakan dengan kebisingan. Sedangkan panjang gelombang suara adalah jarak antara titik di satu gelombang dan titik yang sama berikutnya.

 

 

Bagaimana Mikrofon Bekerja

Mikrofon menangkap energi dari gelombang suara, dan dengan beberapa cara, bisa mengonversi suara menjadi energi listrik. Ada dua metode melakukannya, yaitu dengan memakai mikrofon kondenser (condenser mic) atau dinamis (dynamic mic).

Mikrofon kondenser menggunakan kapasitor (kondensator) untuk menangkap suara. Gelombang memasuki mic dan membuat plat depan kapasitor bergetar, bergerak mendekati plat belakang, yang akhirnya membuat perubahan di kapasitansi.

Untuk mengubah itu, mic kondenser memerlukan phantom power +48 volt yang melintasi kapasitor.

Mikrofon Dinamis menggunakan induksi elektromagnet untuk mengonversi suara menjadi energi listrik. Mic ini memiliki diafragma dengan lempeng koil induksi yang ditempatkan di medan magnet permanen. Diafragma itu bergetar ketika gelombang suara menimpanya. Pergerakan koil dalam medan magnet inilah yang mengubah suara menjadi energi listrik.

Ribbon microphones juga beroperasi menggunakan induksi elektromagnetik. Alih-alih menggunakan koil bergerak, pitanya langsung ditempatkan di dalam medan magnet. Alhasil kinerjanya lebih baik dalam menangkap detail frekuensi tinggi.

 

Polar Patterns

Polar pattern (pola polar) adalah istilah untuk menjelaskan arah mikrofon dalam menangkap suara.

Maklum saja, karena mic merupakan benda 3D yang bisa menerima suara dari semua arah. Tapi tiap mic karakternya berbeda lho, disesuaikan situasi yang direkam. Nah, tangkapan suara ini dibedakan menjadi omnidirectional, bi-directional dan cardiod.


// OMNIDIRECTIONAL

 

Mic omnidirectional bisa menangkap suara dari semua arah dengan kualitas yang sama. Sehingga cocoknya untuk merekam orkestra atau paduan suara dan biasa dipakai untuk live music di studio karena membutuhkan suara ruangannya juga. Mic jenis ini yang bagus contohnya adalah Rode Reporter.

// BI-DIRECTIONAL (Figure 8)

 

Mic bi-directional sensitif dengan suara dari depan dan bagian belakang dengan sama kuatnya. Tapi karakter mic ini menolak suara yang berasal dari samping. Jenis ini tidak umum dipakai di live studio, tapi sering digunakan dalam membuat efek Blumlein pair (rekaman stereo). klik disini untuk informasi detail

// CARDIOID

 

Mic Cardioid mendapatkan namanya tersebut dari bentuk pola sensitifitasnya terhadap suara yaitu bentuk hati. Biasanya mic ini digunakan untuk vokal atau pidato karena hanya menangkap suara dari depan saja. Karena bentuknya itu alhasil tidak terjadi loops feedback di mic ini. Salah satu mic cardioid yang populer adalah Shure SM58 yang sudah  diproduksi sejak 1966. klik disini untuk informasi lebih lanjut

Range frekuensi dan respon

Sama seperti suara yang memiliki frekuensi, mic juga punya. Jadi mic didesain untuk menangkap suara dengan frekuensi tertentu yang diukur menggunakan penilaian berupa angka.

Grafik respon frekuensi milik mic Shure SM58

Meski mirip dengan manusia, beberapa mic didesain bisa merekam frekuensi tertentu lebih baik dibanding lainnya. Hal itu bisa dilihat dari grafik respon frekuensi seperti contoh di atas. Dengan itu anda bisa memilih sesuai kebutuhan, misalnya mana yang berfungsi baik di frekuensi lebih rendah cocoknya untuk rekaman bass atau drum.

Sensitifitas

sensitifitas mikrofon adalah patokan/ukuran dari seberapa besar output listrik yang dapat diproduksi untuk sound pressure input yang diberikan. Ini adalah cara efektif untuk membandingkan mic. Sebagian besar manufaktur mengetes dengan memberikan suara level 1 Pascal atau setara 94dB.

Jadi mic dengan output voltase lebih tinggi disebut ebih sensitif dibanding mic dengan output lebih rendah

Sound Pressure Level (SPL) Maksimal

Cara lain untuk mengetes performa mic adalah dengan Sound Pressure Level (SPL) maksimal. Biasanya dinilai dalam decibel (dBs) dan volume maksimal yang bisa di-handle mic tanpa terjadi distorsi.

Biasanya ini dilakukan pada mic condenser (karena tidak timbul distorsi pada mic dynamic). Secara teori memungkinkan bagi lempeng koil menggetarkan mic dan terdistorsi, tapi tidak pernah terjadi saat dilakukan pengetesan tersebut pada mic dynamic.

Saatnya memutuskan memilih mic!

Dunia rekam suara sama seperti teknologi kebanyakan yaitu memiliki banyak sekali istilah-istilah. Mengerti dasar-dasarnya mic, perbedaan jenis dan klasifikasi mic akan membantukmu dalam membuat pilihan yang tepat sesuai kebutuhan.

Nah, berbekal itu niscaya kalian bisa menghasilkan rekaman audio yang kece !
Jadi sudah memutuskan mau membeli mic jenis apa?

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *