Inilah Jajaran Perekam Suara ZOOM Paling Kece

Videografi tidak lepas dari proses perekaman video sekaligus audio yang sama pentingnya. Banyak merk perekam audio portable nan praktis beredar di pasaran, salah satunya merk Zoom.

Zoom sudah memiliki nama besar untuk teknologi perekam suara di tengah makin ramainya pasar.

Penasaran kenapa Zoom merajai pasar audio recorder?

Seri mana saja yang populer dan apa sih yang membuatnya begitu disukai?

ZOOM H1

Zoom H1 tidak pernah luput masuk dalam daftar jajaran recorder terbaik dan itu bukan tanpa alasan. H1 paling populer karena harganya yang murah (sekitar USD 100) dengan kualitas yang sudah mumpuni.

Fitur yang ditawarkan H1 cukup memuaskan dengan konfigurasi mic X/Y yang terjamin kualitas perekamannya dalam bentuk file hingga 96kHz\24-bit dan 320 kbps format MP3. Selain itu sudah dilengkapi port USD 2.0 dan speaker built-in untuk mendengarkan hasil rekaman.

Dilengkapi layar LCD untuk menampilkan info vital, H1 juga memikat karena tidak rumit. Hanya ada 1 tombol merekam dengan  kontrol playback, input, volume, filter low cut dan auto level melalui tombol fisik. Semua itu terjangkau dengan ibu jari saja dan tanpa menu.

Ditenagai dengan baterai AA dan dibekali microSD 2GB, recorder ini di-review memiliki kualitas audio yang memuaskan untuk ukuran harga yang dibanderolkan.  Apalagi ukurannya yang mungil makin memudahkan membawanya maupun memasangnya pada kamera.

ZOOM H4N PRO

Zoom tenar di pasar handheld recorder sejak merilis H4 pada 2006. Banyak digunakan kalangan profesional, Zoom meneruskan dengan H4N. Namun bukan berarti Zoom tenang-tenang saja di zona nyaman karena akhirnya seri legendaris itu mereka perbarui lagi pada 2010 dengan nama H4N PRO.

Dikenal dengan kejernihan kualitas rekamannya, apa pembaruan H4N dengan embel-embel Pro?

Bukan tanpa alasan, Pro disematkan ke nama penerus H4N karena memang ditujukan untuk merekam audio untuk film dan konser kelas “berat”. Jika biasa memakai H4N maka tidak akan mengalami kesulitan mengoperasikan H4N Pro karena masih sama.

Bagaimana dengan mikrofonnya? Pasalnya, mic H4N dinilai “terlalu biasa”, tidak seciamik H5 dan H6.

H4N Pro memiliki mic condenser undirectional built-in X/Y yang bisa diubah 90º dan 120º, sepasang combo 0.25in jack/XLR atau mikrofon eksternal via input mini-jack stereo. Ada port USB juga yang bisa digunakan untuk menyambungkan ke komputer untuk memindah file dan bisa dipakai sebagai two-in/two-out audio interface.

Mikrofon built-in seri Pro ini di-review memuaskan, bisa merekam dengan clear dan detil namun tetap natural. Jika didengarkan di headphone hampir menyamai rekaman binaural yang high quality. Dibandingkan pendahulunya, H4N Pro  lebih luas, jernih dan berwarna dengan kemampuannya merekam suara hingga 140dB SPL.

Masih sama dengan yang lama, H4N Pro juga memiliki  tiga mode merekam:  Stereo, 4CH dan MTR, perekaman 4 channel dan multi-track.

Lalu apa bedanya dari segi bodi?

Pertama yang terlihat adalah perbedaan bodi H4N Pro yang lebih bongsor dan berat serta memakai lebih banyak bahan karet dibanding pendahulunya. Meski begitu tetap nyaman dipegang dan letak tombol-tombolnya masih sama dengan H4N. Perbedaan terbesar adalah combo socket-nya sekarang bisa dikunci.

H4N Pro masih sama nyamannya dengan membawa H4N yang dikenal ringkas dan praktis. Sumber dayanya berasal dari dua baterai AA atau bisa dari DC power supply. Dengan penggunaan normal baterai bisa digunakan untuk perekaman hingga 6 jam.

ZOOM H5

Zoom H5 menawarkan perekaman kelas studio namun tetap handy dan praktis disematkan pada DSLR. Handheld digital recorder ini bisa merekam 4 track dan memiliki sistem mic modular yang bisa ditukar (interchangeable). Ini akan memudahkan anda untuk menggunakan berbagai jenis mic tanpa khawatir tidak berfungsi.

Zoom H5 memiliki mic X/Y modul bawaan yang berupa dua mic condenser tipe unidirectional yang diposisikan 90 derajat. Masih ada tambahan dua input eksternal (total 4 dengan mic X/Y) yang bisa digunakan merekam bersamaan. Masing-masing memiliki knob analog untuk kontrolnya.

Zoom sendiri menggadang-gadang H5 sebagai seri terbaiknya dalam mengatasi suara keras dengan kemampuannya bertahan di suara 140 dB SPL.

Dengan kemampuan ciamik itu, H5 disokong dua baterai AA yang bisa digunakan merekam selama 15 jam. Baterai tersebut untuk mengoperasikan mic eksternal, mic tambahan maupun input level untuk perekaman empat track miliknya

Selain itu  H5 juga compatible dengan milik H6, misalnya mic shotgun dan modul input XLR/TRS. Dilengkapi pula colokan untuk input audio dari kamera, headphone dan speaker.

Setiap input memiliki kontrol dan asupan daya sendiri yang juga ada tiga pilihan voltase. Alhasil daya tahan baterai juga tergantung daya yang digunakan untuk mic eksternal tersebut.

File rekaman anda bisa disimpan di SD card berkapasitas hingga 32GB, ditransfer via kabel USB dan H5 bisa menjadi audio interface jika disambungkan ke komputer atau iPad.

ZOOM H6

Zoom H6 bakal paling menggoda bagi anda yang butuh merekam banyak suara atau suka bereksperimen dengan mikrofon berbeda. Karena audio recorder handy besutan Zoom ini memiliki sistem mikrofon interchangeable alias dapat ditukar.

Ya, Zoom H6 memang memiliki 4 input berbeda di bodinya sehingga dapat untuk merekam dari arah berbeda. Si gahar ini mampu merekam hingga 6 track 24-bit/96kHz Broadcast WAV secara bersamaan.

Modul mikrofon XYH-6 XY terdiri dari sepasang mic condenser unidirectional untuk menangkap audio stereo yang akurat. Modul tersebut memudahkan anda untuk menyesuaikan sudut mic ke posisi 90 derajat atau 120 derajat untuk menangkap suara yang lebih luas.

Zoom H6 juga memiliki empat combo input XLR/TRS untuk menghubungkan mic/line eksternal seperti mic atau mixer. Masing-masing memiliki control-dial sendiri-sendiri layaknya perekam milik profesional sehingga anda bisa mengatur tiap input dengan lebih detil.

Recorder ini juga bisa merekam hingga 6 channel sekaligus dan menyimpannya di SDXC memory card berkapasitas 128GB. Selain itu juga memiliki fitur backup-record sehingga anda punya cadangan yang aman.

  • Four mic/line inputs with XLR/TRS combo connectors
  • USB port for data exchange to and from computer
  • Multichannel and stereo USB audio interface for PC/Mac/iPad

 

Dari segi bodi, Zoom mendesain modul X/Y aman dari benturan dengan lapisan metal yang keras. Namun mic M/S justru dirasa ringan dan ringkih. Sedangkan mikrofonnya di-review bagus dalam menahan noise karena casingnya dilapisi karet.

Bodinya sendiri masih nyaman dipegang satu tangan orang dewasa namun tidak bisa dikategorikan sebagai “pocket recorder”. Casingnya tebal dan kokoh sehingga socket untuk colokan juga solid alias tidak mudah rusak. Permukaannya yang luas juga membuat pengoperasian atau kontrol jadi mudah, begitupun tombol-tombol 6 channel yang jelas.

Sistem menu H6 sendiri menggunakan scroll yang bisa naik turun namun juga bisa ditekan untuk memilih-milih opsi yang ada. Namun memang sedikit repot mengoperasikan menu karena masing-masing input memiliki kontrol masing-masing.

Sementara itu untuk tampilan di komputer, H6 di-review kurang oke namun ciamik sebagai interface. Layar juga menjadi poin yang harus dipertimbangkan karena Zoom meletakkannya di bawah, tak seperti recorder pada umumnya yang berada di atas.

Posisi tersebut memang memudahkan operator melihat namun menyulitkan untuk proses perekaman sendiri ketika duduk di depan mic. Begitupun posisi switch yang dinilai terlalu berdekatan dengan level sehingga kerap menyenggol settingan level.

Dengan banyaknya channel yang jadi keunggulan, otomatis H6 membutuhkan energi lebih. Tak heran jika dibutuhkan 4 baterai AA untuk mengoperasikannya namun dengan masa hidup lebih lama yaitu bisa mencapai 20 jam lebih.

Share Produk ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *