Ini Alasan Fujifilm X-A10 Menang Dibanding Mirrorless ‘Hemat’ Lainnya

Ingin memiliki mirrorless Fujifilm tanpa menguras kantong? Pilihan bisa dijatuhkan pada seri X-A10. Tapi bukan itu semata-mata kenapa jagoan baru Fujifilm di mirrorless entry-level ini layak dilirik bagi yang berkantong tipis lho.

Dengan harga sekitar Rp 6 jutaan saja, Fujifilm X-A10 bisa dibilang lebih unggul dari mirrorless hemat lainnya yang sudah lebih dulu populer di pasaran, sebut saja Sony A5000 dan Canon EOS M10.

Apa saja keunggulan rilisan mirrorless Fujifilm pada 2017 ini?

Spesifikasi Fujifilm X-A10

  • 16 megapixel APS-C CMOS sensor
  • Fujifilm X-Mount
  • 3inch tilting screen, 1040K dots
  • 49 AF Auto-Focus points
  • 6fps continuous shooting speed
  • FullHD video, up to 30fps, with stereo sound, Up to 60fps for HD
  • ISO100 to ISO25600
  • Electronic shutter 1/32000s
  • Built-in pop-up flash
  • Wi-Fi built-in

Fujifilm X-A10 terasa enak dipegang, dilihat pun terasa premiun dengan cover kulit yang membungkus bodinya. Secara keseluruhan bodinya terbuat dari plastik, tapi bagian paling atas berisi tombol terbuat dari metal jadi terasa mantab saat dioperasikan.

Handgrip di bagian depan kamera rilisan 2017 ini memungkinkan untuk dipegang dengan nyaman, bahkan di bagian belakang ada bahan karet untuk jempol jadi tidak licin. Jika Anda tipe tangan berkeringat sebaiknya tetap kalungkan strap kamera ke leher.

Layarnya sendiri juga jernih dan terang dengan warna yang bagus. Selain itu screen bisa dimiringkan sehingga Anda leluasa mencari angle terbaik. Ini sangat membantu saat memotret di outdoor saat siang hari yang terik.


Gambar: hasil jepretan Fujifilm X-A10

Fujifilm X-A10 vs Canon EOS M10

Alasan utama kenapa lebih baik adalah karena X-A10 lebih baru dibanding EOS M10. Rilisan baru biasanya membawa teknologi dan fitur yang lebih baik, apalagi X-A10 dirilis dua tahun berselang setelah EOS M10.

Meski sama-sama sudah APS-C, namun sensor X-A10 lebih besar daripada EOS M10. Semakin besar sensor identik dengan hasil yang semakin bagus, biasanya paling kentara di ISO performance, dimana pada ISO yang sama kamera dengan sensor lebih besar akan lebih sedikit noisenya. Setidaknya itu sudah menjamin kualitas jepretan X-A10 akan lebih baik walaupun jika ditilik dari megapiksel X-A10 justru kalah.

Yup, hasil jepretan EOS M10 yaitu 18MP sedangkan X-A10 “hanya” 16.3MP.

Selain itu, X-A10 juga menang di sisi kecepatan shutter yang mencapai 1/32000. Burst mode-nya juga lebih cepat, memungkinkan kita meng-capture momen-momen cepat sepeti aktivitas olahraga.

Poin krusial lainnya adalah daya tahan baterai X-A10 lebih panjang sehingga Anda bisa memotret lebih lama. Pilihan lensa juga beragam untuk Anda yang cenderung suka gonta-ganti lensa, mengingat pilihan lensa mirrorless dari Fuji lebih banyak dibandingkan Canon.

Fujifilm X-A10 vs Sony A5000

Masih sama dengan alasan sebelumnya, Fujifilm X-A10 lebih unggul karena jauh lebih baru dibanding Sony A5000 sehingga membawa fitur yang lebih canggih, terutama dari teknologi sensor dimana jarak beberapa tahun saja udah kerasa perbedaanya.

Tapi harus diakui, Sony A5000 masih unggul di beberapa titik seperti ISO, Megapixel, dan berat kamera yang lebih ringan. Secara ISO, A5000 mencapai 16.000 sementara X-A10 hanya sampai di 6.400. Namun sesuai yang diutarakan sebelumnya, perbedaan luas 10mm pada sensor membawa ISO performance yang lebih baik pada X-A10 (lebih sedikit noise pada nilai ISO yang sama).

Berikutnya Fujifilm X-A10 memiliki shutter speed dan burst mode yang lebih cepat. Pada burst mode, X-A10 bisa meng-capture 6 gambar tiap detiknya, sementara A5000 hanya 3 gambar per detiknya. Hal ini memungkinkan mendapatkan foto yang focus ketika memotret benda bergerak.

Untuk perekaman video juga lebih leluasa. Frame rate X-A10 sudah mencapai 60fps, kita bisa berharap video yang lebih smooth di sini, mengingat mirrorless biasanya hanya sampai 24fps.

Selain itu X-A10 juga memanjakan kita dengan kerapatan image pada screen yang jauh lebih tinggi. Jika Sony A5000 memiliki kerapatan titik di layar 1040K maka X-A10 jauh lebih tinggi mencapai 461K jadi tampilan di layar lebih tajam dan jelas, warna-warna juga lebih real.

 

Nah, Dengan range harga yang mirip-mirip yaitu Rp 5-6 jutaan, manakah yang Anda pilih?

Patut dicatat juga, ketiga kamera ini sama-sama ramah selfie lewat LCD belakang yang bisa ditekuk 180 derajat. Berbagai fitur penunjang selfie juga disematkan.

Fujifilm membekali kamera ini dengan eye-detection AF yang otomatis menyala di mode selfie, mengubah tombol dial di belakang jadi pengendali shutter, dan pendeteksi senyum untuk otomatis memotret di X-A10 ini.

That’s it! Mau punya satu?

Source: Imaging Resource, EPhotozine

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *