“Fotolah Cahayanya”- Belajar Komposisi Fotografi

fotografi toko kamera online plazakamera surabaya dan jakarta

Belajar komposisi fotografi yuk ?

Fotografi itu mudah kok, gak percaya ? yuk simak beberapa tips berikut ini dalam belajar komposisi fotografi.

Biasanya sekalipun kita udah pakai kamera bagus, lensa bagus, kamera mahal, lensa mahal, masih ada aja waktu dimana kita komplain, “kok, fotonya nggak bisa sebagus punya A, ya?”.

Pernah?

Hal kayak gini lumrah bagi siapa aja kok, termasuk fotografer terkenal.

Karena itu, kali ini kita akan membahas prinsip sederhana dan esensial tentang yang namanya: komposisi dalam fotografi. Karena komposisi-lah yang what matters dalam fotografi (gear juga sih, tapi yang terpenting yang ada dalam frame bukan?).

Cahaya sebagai komponen utama

Mungkin ketika bahas komposisi fotografi, ada istilah yang sudah biasa Anda dengar seperti: rule of third, arah pandangan subjek, natural framing (dimana subjek dikelilingi frame yang terbentuk secara natural), dll.

Well, itu semua memang benar akan membantu Anda mendapatkan foto yang lebih bagus. Namun, seperti yang terjadi pada banyak fotografer, dan kita semua, alhasil foto-foto kita sedikitnya akan terkesan “sama”.

Nah, saat Anda buntu dengan komposisi-komposisi baru dalam fotografi, cobalah menengok ke cahaya yang ada, karena di sanalah letak foto-foto bagus tersembunyi, seperti yang dikatakan Etienne Bossot pada post-nya “Shoot for the Light – Improve Your Composition”.

 

Fokus pada cahaya yang ada

Jangan fokus pada subjek dulu, jangan fokus dengan rule of third dulu, tapi temukan cahayanya.

Bukan cahaya seperti waktu matahari terbenam ya, tapi temukan cahaya yang masuk dari jendela, atau spot jatuhnya cahaya di lantai. Ada? Ketemu? OK, di situlah kita mulai foto-foto.

“Hah, ngapain ngefoto cahaya?”, “Apa yang dijadiin subjek?”, “Cerita apa yang bisa disampaikan dari sini?”, mungkin pertanyaan-pertanyaan inilah yang terlintas di pikiran Anda, bener nggak?

Tenang, jika Anda sudah menemukan letak jatuhnya cahaya tadi, tugas Anda berikutnya adalah bersabar dan menunggu dengan tenang hingga ada subjek random yang melewati titik itu tadi. Tapi ingat, foto cahayanya ya!

Nah, subjek yang akan Anda foto ini bisa apa saja. Mulai hanya sebuah kaki yang terkena jatuhnya sinar matahari, tumpukan buku di sebelah jendela, orang lewat di depan pintu yang terkena sinar, apa saja.

Yang penting, pastikan ada elemen cahaya matahari di dalam frame. Selebihnya, Anda bisa menggunakan konsep komposisi lainnya (seperti rule of third), atau bahkan melanggar aturan-aturan baku fotografi yang selama ini kita kenal.

Selama ada cahaya matahari yang terlibat dalam komposisi Anda, kemungkinan besar, foto Anda akan jadi lebih bagus. OK, ini step pertama Anda, berikutnya adalah…

 

Memperhatikan arah cahaya (dan mengkombinasikannya)

Setelah Anda berlatih beberapa kali untuk memotret apa yang disajikan oleh cahaya sekeliling kita, tentunya Anda sudah lebih peka terhadap arah cahaya.

Ada beberapa cahaya yang langsung jatuh tepat di subjek, ada juga garis-garis cahaya yang terlihat ketika masuk melalui lubang-lubang seperti jendela, Ada juga cahaya yang nge-cover seluruh/sebagian ruangan.

Sebenarnya (sesuai percobaan kita di awal) memotret dengan mengikuti cahaya tanpa harus pikir panjang lagi, secara otomatis bisa menghasilkan foto bagus. Nah, jika Anda berhasil mengkombinasikan dengan elemen-elemen lain, hasilnya bisa lebih maksimal.

Jika Anda melihat ada garis-garis cahaya masuk dari sela-sela jendela/langit-langit, cobalah lihat situasi ruangan di sana dan coba ambil beberapa langkah ke belakang. Cahaya model seperti ini apabila didukung dengan kondisi ruangan/lokasi yang cukup unik, sangat cocok untuk foto-foto medium shot dan enviromental portrait.

Penting bagi kita untuk menunggu ada subjek yang lewat atau yang sedang beraktivitas di sini, untuk memaksimalkan lokasi yang sudah dipercantik garis-garis cahaya ini.

Kemudian jika ada menemukan spot cahaya yang jatuh di dinding, lantai, meja, dan biasanya spot ini tidak begitu lebar, maka akan sangat cocok untuk foto close up ataupun detail.

Efek spot cahaya yang tidak terlalu menyebar akan menciptakan kontras yang apik dan memang sangat cocok untuk me-highlight bentuk-bentuk dari lahir dari foto close up.

Ini adalah beberapa contoh cara memamksimal komposisi Anda saat bermain dengan spot cahaya yang ada. Menyenangkan sekaligus apik, kan?

Satu saran dari kami, pastikan Anda memegang terus kamera Anda dimana saja karena kita nggak akan tahu kapan dan dimana cahaya-cahaya sakti ini tadi akan muncul… hehe

One thought on ““Fotolah Cahayanya”- Belajar Komposisi Fotografi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *