Fotografer NatGeo Ini Ciptakan Seni Foto Komposit Hasil dari 1500 Jepretan Foto

Pernah nggak mengambil ribuan frame foto dalam rentang waktu yang sangat lama?

Lalu, menyortir foto tersebut dan memilih beberapa yang terbaik, dan kemudian mengeditnya menjadi satu foto tunggal (foto komposit)?
Yaelah, ribet amat yak…!

Stephen Wileks

Tapi beneran ada lho! Adalah Stephen Wilkes merupakan fotografer National Geographic yang memiliki aliran fotografi seni yang unik. Spesialisasi yang dimilikinya yakni dengan membuat foto komposit yang disusun dari ribuan lebih foto. Hasilnya, akan menciptakan gambar menakjubkan yang pastinya belum pernah kamu lihat.

Foto komposit sendiri merupakan foto yang terdiri dari beberapa foto yang dibuat dan dicetak dalam satu frame. Tak seperti foto komposit kebanyakan, Stephen Wilkes mengemasnya dengan lebih apik melalui kemahiran editingnya.

Rahasia Wilkes Menciptakan Composite Photography

Dalam berbagai project-nya, Stephen Wilkes rata-rata mengambil 1500 frame melalui manual shutter dari kamera digital. Ribuan foto tersebut juga menghabiskan rentang waktu antara 16 hingga 30 jam. Selama proses itu, Wilkes berusaha untuk memposisikan garis horizon lurus dan mempertahankan kontinuitas, yang berarti menjaga kameranya agar tetap stabil.

Dalam rentang waktu yang cukup lama itu, Wilkes duduk dengan sabar dan mengamati sambil mengambil eksposure yang tepat pada sebuah objek foto yang lalu-lalang.

Setelah menghabiskan waktu yang cukup menyita, dirinya masih harus memilih satu persatu hasil foto terbaik diantara 1500 foto yang diambilnya. Inilah yang cukup melelahkan, karena pemilihan banyak foto tersebut memerlukan ketekunan dan ketelitian.

New York Public Library, New York City 

Composit Photos 1

Menurut Wilkes, project ini merupakan sebuah gambar yang mengungkap narasi kehidupan yang super sibuk. Berbagai sudut dari diagonal, atas, bawah, depan, belakang, semuanya tak luput dari pandangan.  “Yang menjadi perhatian adalah, perubahan eksposure yang dipangaruhi waktu pagi hingga petang agar tidak menciptakan kesenjangan gambar,” ungkap Wilkes melalui websitenya.

Regata Storica, Venice

Composit Photos 2

Wilkes mengungkapkan, awan mendung menyelimuti langit Venice kala itu. Padahal, dirinya berjam-jam menunggu untuk melengkapi momen ketika sunset tiba. “Saya memang belum beruntung mendapatkan langit sunset, tapi masih banyak yang bisa di eksplore keindahannya dari Regata Venice. Justru karena mendung inilah, hasil keindahan venice justru terlihat lebih spektakuler,” jelasnya.

Seronera National Park, Serengeti, Tanzania

Composit Photos 3

Wilkes mengungkapkan, dirinya menghabiskan 30 jam di atas tebing dengan ketinggian 18 kaki dan menghabiskan 40 GB memori hanya untuk mengambil foto ini. Bukan hanya itu, dirinya beruntung menemukan sebuah oasis yang membuat para hewan berkumpul. “Ini kali pertama saya mengambil gambar hewan, dan istimewanya para hewan bahkan mau saling berbagi dengan sumber air pada saat kekeringan. Sungguh, hal ini sangat menakjubkan sekali,” tuturnya.

Tunnel View, Yosemite National Park

Composit Photos 4

Untuk mengambil hasil karya ini, Wilkes menghabiskan 26 jam dengan sudut pengambilan 45 derajat. Yang menjadi perhatian adalah, bagaimana dirinya membingkai pasang surut cahaya yang masuk melalui celah tebing, arah cahaya, dan kerumunan orang-orang yang sedang berkunjung. “Terkadang, keindahan yang dilihat oleh mata fisik itu lebih indah bila dibingkai melalui ketajaman lensa. Dan hasilnya, ternyata lebih menakjubkan,” jelasnya.

Tidal Basin, Washington, D.C

Composit Photos 5
Wilkes mengaku menghabiskan 16 jam di atas cherry picker (sebuah alat berat) dengan ketinggian 18 kaki. Ini dilakukan dengan maksud untuk memperlihatkan bunga sakura yang sedang bermekaran. Wilkes dan editor foto Kim Hubbard selama berjam-jam hanya mencari sudut pandang yang tepat dari Tidal Basin. Dengan begitu, akan memperlihatkan komposisi foto yang tepat hinga menciptakan hasil yang luar biasa.

South Rim, Grand Canyon

Composit 6
Berdasarkan penuturan Wilkes, dirinya menghabiskan sekitar 27 jam untuk mengambil gambar ini dari Desert View Watchtower. Sehinga, memungkinkan dirinya untuk menangkap pengunjung yang sedang liburan di Grand Canyon. “Melalui foto ini kita dapat melihat perubahan formasi awan yang tampak indah, sehingga menciptakan suatu mahakarya terbaik,” pungkasnya.

Nah, selidik punya selidik ternyata Wilkes melakukan pengambilan foto komposit ini dengan bantuan beberapa aksesoris fotografi. Pastinya, kamu juga harus menggunakan aksesoris yang sama jika menginginkan pengambilan untuk foto komposit ini.

Adapun beberapa aksesoris fotografi yang dibutuhkan untuk pengambilan foto komposit seperti:

  • Kamera. Jelas dong, jika ingin mengabadikan gambar melalui sebuah bingkai foto yang terpenting dan harus ada adalah kamera dulu :)
  • Tripod. Karena untuk menghasilkan foto komposit ini membutuhkan waktu yang lama, maka dari itu untuk menahan beban kamera dan juga mempertahankan kestabilan gambar agar tak  shaking, maka dibutuhkanlah sebuah tripod.
  • Remote Shutter. Untuk meminimalisir shaking ketika menekan manual shutter pada kamera, maka kamu bisa menggunakan Remote Shutter. Bahkan, ini akan memudahkan kamu ketika mengambil gambar dari jarak jauh
  • Baterai Cadangan. Tak ingin ‘kan ditengah-tengah pengambilan gambar untuk project foto komposit terhenti karena baterai habis? Untuk itu, tidak ada salahnya bagi kamu untuk mempersiapkan baterai cadangan untuk berjaga-jaga
  • Memory. Foto komposit diciptakan dari hasil gabungan dari ribuan foto lebih. Untuk itu, tidak ada salahnya jika menyiapkan memory cadangan untuk berjaga-jaga jika memory utama overload.

Untuk memory dan baterai, sebisa mungkin tidak perlu mengganti karena itu gunakan battery grip (muat 2 baterai) dan memory dengan kapasitas gedhe sejak awal.

Jika kamu menginginkan untuk melihat lebih banyak Composite Photography karya Stephen Wilkes, maka bisa mengakses webiste pribadinya atau langsung menuju Instagramnya :)

Tertarik juga untuk meniru Composite Photography seperti karya-karya Wilkes? Atau, kamu mencoba untuk mencari sendiri seni fotografi lainnya yang lebih menarik dan unik? That’s your choice…

Tapi jika kamu pribadi ingin mencoba project foto komposit ini dan menemui kesulitan saat melakukannya, ayo kita diskusikan bareng melalui kolom komentar di bawah! Atau jika kamu menyukai artikel-artikel menarik sejenis ini, segera subscribe Plazakamera.com untuk mendapatkan promo terbaik dan juga newsletter mingguan dari kami :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *