DJI Mavic 2 Review: Apa Aja yang Baru?

DJI Mavic 2 telah datang dengan 2 versi, DJI Mavic 2 Pro & DJI Mavic 2 Zoom. Dan layaknya gadget-gadget lain yang baru pertama kali rilis, kita semua pasti berburu review dari beragam sumber untuk mencoba mengerti (udah kayak lagu PeterPan aja) spesies baru drone dari DJI ini.

Review kali ini bukan review fisik dan trial, melainkan sekedar menggosip bersama soal fitur-fitur baru yang ada di DJI Mavic 2 dan mencoba menelaah bersama apa dampaknya bagi kita penggiat aerial fotografi dan videografi.

 

Apa Itu DJI Mavic Pro 2

Mavic Pro 2 adalah drone keluaran terbaru dari DJI di seri Mavic, dimana pada seri ini DJI berusaha memberikan kualitas yang mumpuni di level profesional, sambil tetap mempertahankan portabilitas drone.

Bicara soal portabilitas, Mavic 2 masih mempertahan konsep folding (lipat) a la Mavic Pro pertama, namun secara dimensi bodi Mavic 2 lebih panjang 2 cm saat kondisi tidak terlipat. Sedangkat saat kondisi terlipat ukuran dimensi Mavic 2 lebih lebar hampir 1cm dibandingkan Mavic Pro.

DJI Mavic 2 digadang-gadang akan langsung menjadi drone favorit baru berkat fitur-fitur yang tidak pernah ada di semua seri DJI sebelumnya. Mulai dari kualitas kamera yang ditingkatkan melalui kerjasama dengan Hasselblad, optical zoom, sistem Ocusync baru yang memungkinkan transmisi live view berkualitas 1080p FULL HD hingga jarak 8km, sampai fitur hyperlapse yang dikombinasikan dengan gerakan drone.

 

Apa Saja Fitur Baru dari DJI Mavic 2?

Fitur-fitur yang akan disebutkan sebentar lagi adalah fitur-fitur baru yang sebelumnya tidak ada di DJI Mavic Pro, dan ada di kedua tipe Mavic 2 (baik Mavic 2 Pro maupun Mavic 2 Zoom), antara lain:

Bitrate Video hingga 100Mbps, sedangkan di versi sebelumnya (Mavic Pro) bitrate perekaman video maksimal hanya 60Mbps. Semakin tinggi bitrate video, maka kualitas gambar akan lebih jelas karena kompresi video diminimalisir.

Foto HDR, dimana Mavic 2 akan menggabungan beberapa foto yang dijepret menggunakan eksposur yang berbeda-beda untuk menghasilkan satu foto yang lebih clear dan detail. Selain itu pada mode ini, foto akan memiliki kedalaman warna yang lebih baik dan dynamic range yang lebih luas.

Video Coding H.265. Menggunakan video coding ini, video yang Anda hasilkan akan lebih detail dan lebih jelas karena proses encoding yang lebih efisien.

 

Hyperlapse, sambil menjalankan mode terbang yang dipilih, drone akan memotret setiap sekian detik dan secara otomatis akan menggabungkan foto-foto tadi menjadi video time-lapse bergerak. Semua ini hanya perlu beberapa tap di screen saja, hmmmm.

 

Activetrack 2.0. Versi upgrade dari Activetrack yang selama ini digunakan oleh DJI. Jika sistem active track selama ini menggunakan gambar 2D yang didapatkan dari kamera utama sebagai dasar informasi untuk tracking, maka pada Activetrack 2.0 menggunakan gabungan dari kamera dan dari sensor visual yang ada di depan drone untuk mendapatkan gambaran 3D dari kondisi sekitar. Alhasil, proses ini memberikan akurasi yang lebih baik kepada drone dalam men-tracking targetnya.

 

Terbang lebih lama, terbang lebih diem-diem. Inovasi propeller pada Mavic 2 membawa 2 keuntungan, yaitu membuat Anda bisa terbang dengan lebih nggak berisik dan memungkinkan terbang hingga 31 menit (waktu terbang paling lama dari semua drone DJI).  Keuntungan lain adalah kecepatan juga meningkat hingga 72km/jam.

Obstacle Sensing lebih aman dengan 10 sensor. Apakah jadi nggak bisa nabrak sama sekali? Kurang tahu ya, mungkin harusnya masih mungkin untuk menabrak, tapi paling tidak kita bisa merasa lebih aman karena sekarang ada 10 sensor yang akan membantu kita secara otomatis untuk menghindari rintangan yang ada di jalur terbang drone.

Baik maju ke depan ataupun mundur, sekarang DJI Mavic 2 akan bisa menghindari rintangan dengan baik. Yang perlu diingat adalah sensor di samping kiri-kanan drone hanya aktif ketika dalam mode terbang Beginner dan Tripod Mode.

 

Ocusync 2.0. Nggak hanya Activetrack yang dapet embel-embel 2.0, tapi Ocusync juga. Seperti yang disebutkan sebelumnya, transmisi baru ini memungkinkan live view dengan kualitas 1080p Full HD hingga jarak 8km (dalam kondisi optimal, ya). Yang menarik di sini adalah soal frekuensi, dimana pada edisi Mavic Pro sebelumnya hanya bergantung pada frekuensi 2,4 GHz, sementara pada Mavic 2 sudah dibekali dengan auto-switch dari frekuensi 2,4 GHz ke 5,8 GHz untuk mendapatkan koneksi yang lebih stabil.

Buanyak ya? Yups, itu tadi adalah fitur-fitur baru yang bisa Anda dapatkan dari DJI Mavic 2, dua-duanya (ya Mavic 2 Pro, ya Mavic 2 Zoom).

Nah, mungkin yang bikin temen-temen penasaran sekarang adalah soal beda fitur baru di Mavic 2 Pro dan Mavic 2 Zoom ya? Yuk, langsung aja:

Fitur baru khusus pada DJI Mavic 2 Pro:

  • Kamera menggunakan teknologi Hasselblad yang memungkinkan menangkap detail lebih baik
  • Sensor CMOS 1 inch dengan resolusi 20MP
  • Color Profile baru yang diberi nama 10-bit DLog-M
  • Mode Video HDR
  • Aperture bisa diganti dari f/2.8 – f/11

Fitur baru khusus pada DJI Mavic 2 Zoom:

  • 4x zoom (2x zoom-nya merupakan zoom optical)
  • Focal Length lensa bisa diganti dari 24mm – 48mm
  • Relatif lebih aman karena bisa dapat tampilan cukup dekat meskipun drone diterbangkan jauh dari subjek
  • Hybrid Autofocus menggunakan phase & contrast detection
  • Mode quickshoot baru yang apik, yaitu: Dolly Zoom
  • Metode foto baru yang menggabungkan beberapa jepretan 48mm untuk menghasilkan foto landscape

 

Bagaimana DJI Mavic 2 Pro dapat membantu Anda?

1 Kata, Kualitas

Yang pertama jelas soal kualitas gambar dan video. Selain ditunjang dengan teknologi penangkapan warna dari Hasselblad, Mavic 2 Pro juga dilengkapi dengan sensor CMOS sebesar 1 inch yang juga mampur memproduksi foto 20MP. 2 hal ini aja sudah membuat kita yakin bahwa hasil jepretan Mavic 2 Pro akan lebih bagus dibanding seri Mavic lainnya.

Kita bisa berharap mendapatkan akurasi warna, gradasi yang lebih baik, serta performa yang lebih bagus di keadaan low-light dari drone baru ini. Jika kualitas hasil akhir foto & video aerial adalah concern utama Anda, maka Mavic 2 Pro akan menjawab itu.

 

Post Processing alias Editing

Keuntungan kedua dari Mavic 2 Pro adalah berkat color profile baru yang diperkenalkan sebagai 10-bit Dlog-M. Color Profile baru ini disebutkan mampu menangkap 1 miliar warna, berkali-kali lipat dibandingkan 8-bit color coding yang tradisional (biasanya bisa menangkap 16 juta warna). Color Profile ini juga mampu menangkap dynamic range yang lebih luas, jadi baik di area highlight maupun di area shadow, kita masih bisa mendapatkan detail yang cukup banyak. Tidak ada yang terlalu overexposed ataupun yang underexposed.

Semakin banyak detil yang berhasil ditangkap, semakin leluasa Anda dalam proses editing.

 

HDR Video

Suka dengan video dengan highlight yang lebih terang, dan kontras yang lebih tinggi?

Sekarang di DJI Mavic 2 Pro ada fitur HDR Video (bukan HDR Foto ya…), jadi video yang kita rekam bisa menghasilkan dynamic range yang lebih luas lagi dan masing-masing objek di dalam frame mendapatkan kontras yang cukup.

 

Dapatkan Eksposure yang lebih pas dengan Aperture yang bisa diganti-ganti

Yup, bisa diganti-ganti, mulai dari f/2.8 – f/11. Ini adalah fitur yang sangat signifikan dibandingkan seri Mavic Pro sebelumnya, dimana aperture fix hanya di f/2.2 saja. Menggunakan aperture yang bervariasi, Anda bisa menyesuaikan terang gelap foto-video Anda tanpa menggunakan ND Filter. Jadi ketika situasi agak gelap, Anda bisa menggunakan f/2.8 agar cahaya lebih banyak yang masuk, dan ketika situasi terlalu terang Anda bisa gunakan f/11.

Selain itu, menggunakan nilai f yang lebih besar, Anda bisa ‘memelankan’ shutter speed yang Anda gunakan sehingga video yang Anda rekam bisa lebih smooth.

 

Bagaimana DJI Mavic 2 Zoom bisa membantu Anda?

Jelas Soal Zoom, Namanya aja Mavic 2 Zoom

Memang secara sensor masih kalah dibanding dengan Mavic 2 Pro, dimana Mavic 2 Zoom sensornya masih sama dengan seri sebelumnya yaitu CMOS 1/2.3 inch sedangkan sensor pada Mavic 2 Pro sudah 1 inch, namun kalau bahas soal zoom, Mavic 2 Zoom lebih mantap. Apalagi zoomnya zoom mekanikal lagi (tidak ada penurunan kualitas gambar).

Zoom pada drone baru ini merupakan zoom mekanikal dimana lensa pada kamera lah yang akan maju-mundur mulai dari focal length 24mm hingga 48mm. Pada saat menggunakan menggunakan focal length 24mm, kita akan mendapatkan field of view (atau lebar sudut pandang) sebesar 83°, sementara saat menggunakan focal length 48mm kita akan mendapatkan luas pandang sebesar 48°. Ini artinya Anda bisa mendapatkan komposisi yang pas tanpa harus memajukan si drone dan crop setelahnya.

Kemudian karena field of view yang lebih sempit akan memaksimalkan efek paralax ketika digunakan untuk merekam video sambil terbang memutar atau sambil terbang bergeser menyamping (seperti yang ada di video di atas).

Keuntungan lain dari fitur zoom ini adalah soal silent capture, yang sangat dibutuhkan ketika subjek yang kita foto tidak bisa didekati secara fisik oleh drone karena akan mengganggu aktivitas natural dan keamanan mereka (misal: hewan, kendaraan, dan tentunya orang). Kita jadi bisa memotret dari jarak yang agak jauh dan tetap mendapatkan foto yang komposisinya pas dengan kualitas yang optimal. Hal ini juga dimaksimalkan lagi oleh fitur propeller Mavic 2 yang lebih ‘alus’ suaranya.

 

Autofokus yang Cepat dan Akurat

Keunggulan kedua dari Mavic 2 Zoom adalah soal fokus, dimana sistem yang digunakan sudah seperti sistem pada kamera DSLR dan Mirrorless zaman sekarang, yaitu hybrid system. Sistem ini menggunakan 2 faktor dalam penentuan fokus: phase detection dan contrast detection, ketika keduanya digabung, kamera akan dengan mudah menemukan titik fokus. Hebatnya adalah, titik fokusnya berhasil dipertahankan meskipun kita sedang melakukan zoom-in zoom-out.

 

Efek Dolly Zoom

Nah terakhir yang kerena adalah soal efek dolly zoom (atau kadang juga dikenal sebagai vertigo effect). Ini adalah modifikasi optikal dimana kita seolah melihat subjek di zoom in sementara background di belakang seolah di zoom out, kueren kan? Efek ini biasa dipakai di Hollywood juga.

Dan sekali lagi, yang membuat efek ini bagus adalah karena Mavic 2 Zoom mampu mempertahankan fokus meskipun video seolah di warp saat menjalankan fitur ini.

 

Super Resolution

Oh iya, masih ada satu lagi. Karena lensa pada Mavic 2 Zoom bisa focal length 24mm – 48mm, DJI ingin mengenalkan mode foto baru yaitu mode foto Super Resolution. Mekanismenya adalah untuk mendapatkan foto dengan luas frame seperti 24mm, Mavic 2 Zoom akan menggunakan beberapa kali jepretan lensa 48mm dan digabung sehingga hasilnya selebar saat menggunakan focal length 24mm.

Sekilas terlihat sama, namun detil dari masing-masing objek di gambar akan jauh lebih detil.

 

Yup udah sampe segitu aja pembahasan kali ini, karena saya masih ingin membiarkan Anda galau soal: “Haruskah saya upgrade ke DJI Mavic 2?” kalau iya, “Saya sebaiknya pilih Mavic 2 Pro apa Mavic 2 Zoom ya?” hehehe.

*Sementara DJI Mavic 2, baik Pro maupun Zoom masih Pre-Order ya!

Untuk mengingatkan kembali, berikut adalah tabel perbandingan antara DJI Mavic Pro 2 Pro, DJI Mavic 2 Zoom, dan DJI Mavic Pro:

DJI Mavic Buying Guide Mavic 2 Pro Mavic 2 Zoom Mavic Pro
Berat 907 g 905 g 734 g
Harga Rp 23.500.000 Rp 20.500.000 Rp 14.190.000
Sensor Kamera 1-inch 1/2,3-inch 1/2,3-inch
Resolusi Foto 20 Megapixel 12 Megapixel 12 Megapixel
Video Bitrate 100 Mbps 100 Mbps 60 Mbps
Waktu Terbang 31 Menit 31 Menit 27 Menit
Optical Zoom x 2 kali x
Range ISO 100-12800 100-3200 100-3200
Color Profile lebih dari 1 millar warna 16 juta warna 16 juta warna
Enhanced HDR Photo 14 EV 13 EV Normal HDR Photo
Efek Dolly Zoom x v x
Hyperlapse v v x
Kec. Maksimum 72km/jam 72km/jam 65km/jam
Jarak Transmisi Maksimum 8km 8km 7km

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *