Bokeh, Pakai Lensa Apa dan Gimana Bikinnya?

Bagi anda yang familiar dengan aplikasi edit foto di smartphone pasti kerap menemui “efek bokeh” dan mungkin malah sudah jadi favorit anda. Atau mungkin anda tahu bentuk efek ini namun tidak tahu namanya adalah bokeh?

Bokeh adalah efek dimana obyek foto tajam dan sekitarnya nge-blur.

Efek ini memang disukai karena memberikan kesan romantis atau mellow. Tak melulu populer di  wedding photography atau portrait, bokeh juga disukai untuk  mempercantik foto nature lho!

Apakah itu Bokeh?

Bokeh sendiri dipopulerkan oleh Mike Johnston, editor majalah Photo Techniques, pada tahun 1997. Menariknya, “bokeh” justru berasal dari bahasa Jepang yaitu “boke” yang berarti blur atau berkabut. Yup! Di dunia fotografi, bokeh pun diartikan sebagai area yang out of focus alias blur. Efek tersebut biasanya timbul dalam pemotretan DOF (depth of field) sempit.

Tahukah anda, efek bokeh sebenarnya lahir dari kamera SLR dan DSLR. Bahkan bokeh terbaik justru yang dihasilkan secara “manual”. Yuk kita kulik lebih dalam!

Lensa yang cocok untuk bokeh

Rahasia membuat bokeh adalah lensa, namun lensa yang bagaimana dan seperti apa?

1. Lensa dengan aperture kecil

Maksudnya di sini adalah lensa yang memiliki aperture atau bukaan lebar. Untuk mengetahuinya, anda cukup melihat angka yang tertera di lensa yaitu yang angkanya semakin kecil. Misalnya f/1.8 akan menghasilkan blur yang lebih “parah” dibanding f/8.0.

2. Gunakan lensa dengan focal length terpanjang

Semakin panjang lensa yang anda bisa gunakan maka blur yang dihasilkan akan semakin bagus. Jadi misalnya anda memakai lensa ukuran 70-200 mm maka setting lah focal length di posisi 200mm saat memotret.

Jika anda membawa beberapa jenis lensa di tas yaitu lensa 300mm, lensa 18–200mm, lensa 14–24mm maka gunakanlah yang 300mm jika ingin mendapatkan bokeh yang dahsyat blur-nya.

3. Pilih lensa dengan kualitas optik terbaik

Ada harga ada rupa, begitupun juga saat membuat foto bokeh. Kualitas bokeh yang dihasilkan juga sangat dipengaruhi kualitas optic lensa yang dipakai lho!

Terkait dengan focal length tadi, kualitas optic lensa 200mm tentunya lebih baik daripada yang 50mm. Namun bagaimana kalau ada pilihan yang sama?

Misalnya, lensa 18-200mm/f5.6 dan lensa 70-200mm/f2.8 maka lebih bagus kualitas lensa kedua. Apalagi dengan memakai aperture f/2.8 bakal menghasilkan blur yang oke.

Aperture sejatinya adalah kumpulan dari beberapa blade yang membentuk lingkaran atau octagon sebagai tempat cahaya masuk ke sensor kamera. Aperture dengan jumlah blade melengkung yang banyak akan membentuk efek lingkaran bulat, begitupun yang octagonal. Nah, kebanyakan fotografer lebih suka efek yang bulat.

Pada umumnya, lensa yang lebih mahal memiliki lebih banyak blades untuk membuat efek bokeh bulat yang lebih banyak. Namun tak perlu memaksakan diri dalam membeli ya.

Pengaturan Depth of Field (DOF)

1. Kurangi jarak antara kamera dengan obyek foto

Perlu diingat, lensa bekerja sama seperti mata manusia. Semakin dekat berdiri kita dengan obyek yang difoto maka background-nya semakin blur. Posisi tersebut akan membuat lensa otomatis mempersempit depth of field hanya yang terdekat dengannya.

Mendekatkan kamera jadi sangat dekat ke obyek biasa dilakukan fotografer nature dalam mengambil foto makro.

2. Jauhkan jarak antara obyek dan background

Masih soal fokus yang dilakukan oleh lensa kamera. Jika anda ingin mendapatkan blur yang semakin nge-blur maka beri jarak yang jauh antara obyek dan backgroundnya. Anda bisa meminta model anda untuk menjauhi background sementara anda mendekatkan kamera.

Anda bisa melihat perbedaannya dari contoh di bawah ini:

3. Bikin custom bokeh sendiri

Ya, anda juga bisa bikin custom bokeh sendiri lho! Maksudnya di sini adalah anda bisa membuat berbagai bentuk efek pendar blur cahaya dengan membuat sendiri polanya memakai peralatan sederhana. Cukup dengan kertas yang digunting sesuai pola yang anda inginkan, kecil saja, lalu ditempelkan pada lensa dan voila!  Foto anda jadi lebih unik dengan efek bokeh bentuk hati, bintang hingga tengkorak.

Tidak mesti bikin sendiri, beberapa produsen kamera juga menyediakan custom bokeh yang sudah disesuaikan dengan lensa. Mau bikin sendiri atau beli custom bokeh?

Selamat berkreasi!

 

Related Post

One thought on “Bokeh, Pakai Lensa Apa dan Gimana Bikinnya?”

  1. Admin… itu foto comparison Sony 100mm f/2.8 STF ama Sigma 18-55mm f1.8 diambil dari video reviewnya Kai Man Wong,… kan? :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *