Bikin Studio Sendiri Buat Nge-Vlog Yuk!

Vlog atau video di YouTube yang dibuat sebagai tutorial atau review menjadi hype tersendiri belakangan ini. Apakah anda salah satu orang yang gemar menonton vlog? Atau malah ingin coba-coba membuatnya?

Why not?

Sejatinya, hal paling mendasar untuk membuat video YouTube hanya ada 2: produksi dan editing.

Produksi membutuhkan kamera, lighting, setting dan audio. Sedangkan editing adalah bagaimana anda mengeditnya sehingga menarik dan enak ditonton. Kali ini yang akan kita kulik adalah dari sisi produksi, termasuk bagaimana membuat setting studio di rumah yang ciamik untuk vlog.

Namun sebelum membahas studio, intip dulu gear paling utama: kamera.

 

Video & Audio

Namanya juga video, tentunya butuh kamera  untuk  merekamnya kan. Pertanyaannya, apakah harus pakai kamera yang mahal?

Sebenarnya kamera smartphone pun sudah bisa untuk merekam video vlog jika anda low budget atau baru coba-coba. Pastikan kualitas pikselnya mencukupi. Patut diingat, jangan melakukan zoom jika anda memakai smartphone karena bakal nge-blur. Lebih baik dekatkan letak smartphone anda. Rekamlah dengan kecepatan 24 fps.

Jika anda ingin lebih serius, pergunakanlah DSLR atau mirrorless.

Pastinya kamera yang digunakan memiliki resolusi tajam, setidaknya 720p sudah cukup bagus untuk video YouTube.  Kamera yang populer di kalangan vlogger serius macam-macam, mulai Canon 70D untuk DSLR nya ataupun Canon EOS M3 & SONY A6000 untuk mirrorless-nya.

Beberapa vlogger mengaku memakai kamera-kamera tersebut karena autofokusnya dan face tracking-nya bagus serta kualitas piksel yang mumpuni untuk rekaman video. Bodinya yang ramah berbagai jenis lensa dan bisa menghasilkan efek bokeh menjadi nilai tambah. Selain itu semua kamera tadi sudah memiliki jack input audio external sehingga kualitas suara video nanti bisa lebih bagus lagi.

 

Sedangkan untuk lensa yang paling sering digunakan adalah wide lens dan  50mm.

Tips: Jika mau membeli kamera baru, tes saja dulu kamera seadanya menggunakan lighting yang bagus dan perekam audio. Dari situ anda bisa membandingkan untuk memilih yang terbaik.

 

Tripod

Selain itu jangan lupakan tripod.

Jangan menggunakan meja untuk meletakkan kamera, pakailah tripod. Pilihlah tripod dengan fluid head yang bisa bergerak bebas jika anda sewaktu-waktu membutuhkan melakukan shot panning.

 

Selain tripod besar, vlogger juga biasa memakai gorillapod yang fleksibel.

Casey Neistat juga memakainya untuk nge-vlog di outdoor. Tripod ini jadi andalan vlogger karena tetap lentur namun kuat menyangga DSLR dalam berbagai posisi, bisa diletakkan di atas meja maupun dibawa jalan-jalan.

Pilih senjata digital camera-mu di sini

Mikrofon

Untuk audio, yang paling sederhana bisa menggunakan smartphone untuk merekam suara.

Jangan gunakan mikrofon build-in karena kualitasnya akan mengecewakan. Akan lebih baik jika anda membeli mikrofon tersendiri. Anda bisa menggunakan jenis lavalier yang dijepitkan pada baju atau jenis shotgun yang dipasang pada kamera.

Tak jarang vlogger menggunakan tambahan boom pole untuk menggantung mikrofon di atas.

Tips: perhatikan juga seberapa “parah” gaung audio saat proses perekaman. Anda bisa menambahkan karpet atau selimut tebal sebagai peredam suara.

Setting Studio

Studio menjadi salah satu faktor pemikat yang membuat netizen betah menonton vlog. Tidak perlu take di studio professional, kebanyakan vlogger sebenarnya membuat studio kecil sendiri di rumah lho!

Pertama anda memilih salah satu sudut mana yang sekiranya bagus untuk tema vlog anda. Setelah itu anda menatanya agar semirip mungkin studio professional lengkap dengan letak lighting (ini adalah rahasia terbesar), kamera dan mikrofon.

Contoh setting studio:

Salah satu rahasia set up studio yang bisa ditiru adalah milik Sean Cannell dari Think Media TV. Membahas seputar teknologi dan tips social media, Sean Cannell dikenal dengan gaya video yang simple and clean namun tetap memberikan kesan nyaman seperti di rumah.

 

Background

Setting studio tidak terlepas dari background, apalagi jika anda memilih membuat video dimana anda duduk diam dan berbicara panjang lebar (biasanya digunakan pada video tutorial makeup). Apakah sebaiknya yang polos atau penuh barang-barang?

Meski ada juga yang memilih setting “ramai” seperti Casey Neistat dengan background ruangan penuh barang namun kebanyakan vlogger memakai setting clean yang memberikan kesan professional.

Patut dicatat, hati-hati menggunakan backdrop putih polos karena lebih tricky terhadap lighting terang. Jika tidak pas maka malah anda akan tampak pucat atau lighting-nya over.

Namun tidak melulu polos, anda bisa kok memakai dapur sebagai background jika ingin membuat tutorial memasak. Ada juga vlogger yang malah suka memakai background jajaran buku di rak atau memperlihatkan koleksi makeup mereka.

Bisa juga memakai latar belakang yang tidak polos tapi juga tidak ramai. Caranya pakai background polos yang diberi lampu kecil-kecil untuk mempermanis saat kamera out of focus. Setiap background yang anda gunakan nantinya akan menjadi ciri khas channel anda.

Berkreasilah!

Tips: Blur your background! Fokuskan kamera ke wajah anda hingga background tampak lebih kabur.

Lighting

Gear selanjutnya yang maha penting adalah lighting. Inilah rahasia di balik mulusnya penampilan vlogger dan video yang terlihat seperti buatan studio professional.

Ada dua cara penggunaan lighting untuk vlog yaitu pencahayaan natural dan memakai lampu.

Sumber pencahayaan alami tentunya bisa digunakan untuk rekaman outdoor namun tidak disarankan untuk indoor. Gunakanlah lampu studio dan manfaatkan natural lighting sebagai filler saja.

Rumus penataan lampu untuk studio vlog sama dalam dunia fotografi  : main, fill dan background.

  • Fill light :biasanya diletakkan di depan subyek namun berada di belakang kamera dengan posisi agak di atas.
  • Main light :diletakkan 45 derajat pada subyek. Cahayanya lebih terang dibanding fill light.
  • Background light : sesuai namanya, fungsi lampunya untuk menerangi background agar tidak terlalu kontras dengan subyek.

perbedaan background light on dan off di vlog Jamie Paige

Menggunakan main dan fill light akan membuat wajah tampak clean natural. Main light akan menimbulkan bayangan pada wajah sehingga tidak flat dan diperlembut dengan fill light.

Tips: Gunakan tambahan reflector untuk mengurangi bayangan yang terlalu kontras pada wajah. Bisa juga gunakan softbox atau payung untuk memberikan kesan lembut/blur pada kulit wajah.

Vlogger Shameless Maya memakai payung untuk kesan soft dan membaliknya saat membutuhkan cahaya lebih intens

Jamie Paige memilih memakai softbox alih-alih ring light sehingga cahayanya lebih lembut

Ketiga lampu tadi bisa anda kreasikan posisi dan jumlahnya untuk mendapatkan hasil berbeda. Misalnya, bisa juga menambahkan lampu lagi untuk menerangi bagian rambut agar tidak tampak menyatu dengan background.

Tak sedikit vlogger yang juga suka memakai tambahan ring light untuk memberikan pantulan bulat di bagian mata serta membuat wajah terlihat flawless. Ring light biasanya diletakkan di belakang kamera yang menghadap subyek. Biasanya vlog makeup artist yang gemar memakai ring light.

studio set up milik channel “It’s Judy Time” yang memakai ring light dan tambahan monitor

Bagaimana? Sudah siap untuk membuat vlog sendiri?

Anda juga bisa melihat vlog banyak YouTuber lainnya yang lebih berpengalaman sebagai referensi membuat video yang enak dilihat dan membuat  netizen mau subscribe channel-mu.

Tenang aja kok, hampir semua peralatan untuk membuat studio ini, mulai lampu LED, payung, mic, light stand, boom pole, background, semua ada di sini kok. Kalau mau gampang tinggal gunakan fitur search di atas, atau masuk ke homepage kita aja :)

 

Selamat mencoba ya!

Related Post

10 thoughts on “Bikin Studio Sendiri Buat Nge-Vlog Yuk!”

    1. bisa kok, selama kualitas kamera foto cukup dibantu lighting yang benar video bisa bagus kok

  1. Namun apakah kualitas dari gambar atau video bila dilakukan perekaman dari handphone tidak sama dengan yang seperti diatas ? mohon solusi

    1. Tidak sama kak, kuncinya ada pada kualitas sensor, ukuran sensor kamera handphone berbeda dengan ukuran sensor kamera. sensor handphone masih belum bisa cukup memadai. mungkin dalam beberapa tahun kedepan akan muncul solusi.

    1. Cukup beli tripod table top kak, biasanya yang tingginya rendah banget seperti Velbonn EX Macro. Tujuannya untuk meletakkan tripod di atas meja :)

  2. Cara meletakkan kamera di atas langit-langit ruangan kayak gimana ya? Soalnya saya mau bikin video unboxing.

    1. Kalau Gopro bisa pakai mount yang ada 3M nya kak atau Gorilapod kemudian dikaitin ke sesuatu yang tinggi. Kalau kamera mirrorless atau DSLR lebih aman menggunakan tripod yang tinggi dan kuat kemudian angle diturunin.

      Sebenarnya ada sucking mount untuk kamera supaya nempel di dinding, tapi kami tetap nggak menyarankan kalau bukan untuk kamera action yang notabene lebih tahan banting..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *