Banyak Produk Canggih di CES 2018. Siap-Siap Laper Mata!

CES 2018 sudah selesai digelar di Las Vegas yang menampilkan teknologi terbaru dari brand besar, tak terkecuali gear fotografi dan drone. GoPro, DJI hingga Yuneec tidak melewatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan jagoan baru mereka bersama inovasi tak kalah menarik lainnya.

Ada pembaruan apa aja nih yang layak diincar?

 

“DRONE”

AirSelfie 2

AirSelfie bermula dari project di Kickstarter pada 2016 lalu dan kini sudah bisa mejeng di CES 2018. Mereka pun menghadirkan upgrade kamera, flight time dan field of view di bodi yang sama. AirSelfie 2 tetap compact seukuran kepalan tangan dan bisa terbang melayang di satu titik. Bahkan bisa di-remote melalui aplikasi di smartphone lho!

Sesuai namanya, AirSelfie memang  ditujukan untuk terbang guna berfoto selfie. Layaknya drone biasa yang bisa terbang, si mungil ini juga ciamik kameranya dengan hasil foto 12MP. Dilengkapi juga on-board storage 16GB.

Tapi harap sabar munggu karena AirSelfie 2 baru bakal dirilis kisaran akhir tahun ini dengan harga sekitar Rp 4 jutaan.

 

DJI Tello

Ngomongin drone, tentunya ada nama DJI juga dong di CES 2018. Anak baru itu bernama Tello. Sebuah drone mungil dan murah meriah namun sudah dibekali keunggulan cukup memukau.

Tello sudah dibekali kamera 360 derajat, bisa untuk live streaming, ada flight stabilization dan sistem kontrol yang simpel untuk anak muda kekinian. Drone seberat 80 gram ini mampu terbang selama 13 menit, kualitas jepretannya pun lumayan yaitu 5MP dan bisa video.

Sepintas mirip DJI Spark yang sudah dipasarkan lebih dulu, perbedaan pada Tello adalah absennya stabilizer gimbal dan kemampuan merekam 720p.

Perilisan Tello direncanakan sekitar Maret 2018 secara global (tapi di-launching di Tiongkok pada Januari ini) dengan perkiraan banderol harga hanya Rp 1,3 juta. Berminat?

 

Yuneec Typhoon H Plus

Tidak hanya DJI, masih ada Yuneec yang juga menarik perhatian dengan memperkenalkan Typhoon H Plus. Bagaimana tidak?

Karena kali ini sudah dibekali kemampuan merekam video 4K di 60fps dan kamera bersensor 1-inch 20MP. Kemampuan di low light juga diupgrade dan semakin tangguh untuk terbang melayang stabil di terjangan angin 30mph.

Typhoon H Plus juga memiliki fitur menghindari halang rintang (obstacle) built in dan controller dengan display 720p berbasis Android. Tertarik membeli?

Yuneec bersiap merilisnya di pertengahan pertama tahun 2018 ini namun dengan harga yang cukup bikin gigit jari yaitu Rp 24 jutaan.

 

Volocopter

Sudah pernah mendengar Volocopter?

Drone berbentuk helikopter sungguhan ini belum merilis gear baru melainkan membawa kabar baik untuk publik Amerika. Akhirnya Volocopter sudah mengantongi ijin terbang di Amerika Serikat.

Volocopter memang memikat karena memiliki 18 rotor dan mampu membawa dua penumpang terbang. Untuk penjualannya di pasaran mungkin masih lama namun tes terbang sudah dilakukan, salah satunya bersama CEO Intel Brian Krzanich. Bisa jadi ini akan menjadi teknologi untuk mewujudkan “taksi” terbang di masa depan lho!

 

 

Power Dolphin

Teknologi membuat drone khusus di air semakin menarik perhatian, salah satunya mejeng di CES 2018 yaitu PowerDolphin. Seperti namanya yang nyeleneh, ini memang drone yang didesain ala lumba-lumba termasuk bodinya.

PowerDolphin ini bisa meringankan hobi memancing karena otomatis mendeteksi ikan di jangkauan 40 meter lalu mengeluarkan “senar pancing” dan menangkapnya. Dilengkapi juga mode return-to-home sehingga tak perlu khawatir hilang di perairan.

Tak hanya mancing, drone ini bisa difungsikan lebih jauh seperti mengantarkan jaket penyelamat bahkan memetakan permukaan bawah laut berkat teknologi sonar yang dimilikinya. Durasi berenangnya pun lumayan, mencapai 2 jam.

Dengan kemampuan merekam video 4K juga, PowerDolphin rencananya dibanderol Rp 12,7 jutaan yang akan dipasarkan mulai April tahun ini.

 

AEE Selfly

Drone yang dikhususkan untuk selfie mulai lazim terdengar, tapi AEE Selfly memiliki fungsi lain. Ia bisa dilipat menjadi phone case untuk smartphone Android atau iPhone ukuran 4-6 inch. Terdengar praktis ya!

Ukurannya memang kecil dan praktis namun fiturnya boleh diadu. Kameranya sudah 13MP dan videonya 1080p. Juga bisa terbang melayang secara stabil untuk foto rame-rame.

AEE Selfly siap dipasarkan sekitar musim semi dengan harga diangka Rp 1,7 juta.

“KAMERA”

 

Panasonic Lumix GH5S

Panasonic menjadi bintangnya CES 2018 lewat Lumix GH5S yang memikat pengunjung. Memperbarui GH5, Panasonic habis-habisan mengupgrade mirrorless spesialisasi video seharga Rp 33 jutaan ini. Worth it kah?

Dengan harga menguras kocek itu, GH5S dibekali sensor 10.2MP yang diklaim lebih mumpuni di low light. ISO yang mulai dari 160 hingga 51.200 dijamin bikin puas. Ya, kamera ini memang sejak awal didesain excellent untuk kondisi low light.

GH5S  juga diklaim mampu merekam video Cinematic 4K (resolusi 4096 x 2160) di 30 dan 60fps serta 1080p di 240fps lho yang menambah nilai plus. Ditujukan untuk kalangan profesional, GH5S hanya akan tersedia body only (tanpa lensa kit) mulai kisaran Februari 2018.

 

Polaroid One Step 2 Camera

Jika Panasonic menaikkan limit mirrorless, maka ada Polaroid yang siap bikin baper.

Polaroid merilis kamera barunya, OneStep2 Camera, yang merupakan versi kekinian dari Polaroid OneStep instan camera rilisan tahun 1977. Jadi harap maklum jika lensanya fixed focus sesuai aslinya ya.

Polaroid sendiri tetap mempertahankan desain retro namun meningkatkan kualitas hasil jepretannya dan kini sudah ada self timer. Daya tahan baterai OneStep 2 selama 60 hari dan bisa diisi ulang. Harganya pun relatif terjangkau hanya Rp 1,3 jutaan dengan bodi yang tidak terkesan murahan  serta handy.

 

DJI Osmo Mobile 2

DJI tak hanya menjadi pusat perhatian dengan drone Tello di CES 2018 tapi juga kehadiran stabilizer smartphonenya  yang populer. Ya perusahaan asal Tiongkok itu merilis DJI Osmo Mobile 2  yang dibanderol sekitar Rp 1,7 jutaan atau lebih murah dari pendahulunya.

Osmo Mobile 2 bahkan diklaim lebih bagus untuk digunakan pada smartphone yang berat. Daya tahan baterainya juga meningkat sampai 15 jam. Menariknya,  gimbalnya bisa berputar untuk gonta-ganti antara mode landscape dan portrait lebih mulus.

 

DJI Ronin-S

DJI akhirnya merilis motorized stabilizer (yang lagi ngetren)  untuk kamera mirrorless dan DSLR. Stabilizer bernama Ronin-S ini dipuji memiliki desain yang memukau secara teknis yang ergonomis dan simpel.

Gimbal 3-axis yang dimilikinya mendukung seri kamera paling populer seperti Canon 5D, Panasonic GH dan Sony Alpha. Selain itu juga kompatibel untuk optical stabilization yang dimiliki lensa, selain tentunya untuk kamera.

Untuk memilikinya anda bisa bersabar hingga perilisan Ronin-S pada kuartal kedua tahun ini. Sedangkan harganya masih disimpan rapat oleh DJI.

Berita lebih dalam tentang DJI Ronin-S bisa klik di sini.

 

GoPro Fusion

GoPro akhirnya merilis action cam “fusion” alias memadukan Hero dan Session. Masih sama dengan action cam kebanyakan, GoPro Fusion memiliki tambahan fitur one shoot 360 derajat bernama OverCapture yang bisa di-playback di VR maupun layar datar.

Fitur ini memberikan pengalaman pada audience untuk bisa melihat langsung apa yang anda lihat on location. Pengoperasian Fusion sendiri sama seperti Hero dengan dua tombol kontrol.    Fusion mampu merekam 5.2K spherical video dan kualitas fotonya 18MP.

GoPro Fusion dibanderol sekitar Rp 9 jutaan.

 

Insta 360 Nano-S

Insta360 adalah rahasia menyulap iPhone menjadi kamera 360 derajat dengan mengoneksikannya melalui Lightning connector. Tak tanggung-tangung lho, bisa untuk video 4K dan foto 20MP yang semuanya bisa dalam 360 derajat.

Real-time stabilization juga akan memberikanmu footage yang mulus dan anda bisa mengatur view terbaik dalam satu frame dengan mengaktifkan fitur MultiView.

Insta360 Nano S kompatibel mulai dari iPhone 6 hingga iPhone X, termasuk seri Plus. Namun anda harus merogoh kocek Rp 3 jutaan untuk memilikinya.

Banyak banget ya barang canggihnya? Gimana? Jadi pengen punya semua nggak sih? :)

Semua belum tentu berjalan mulus rilis di 2018 dan belum tentu juga produk-produk tadi di Indonesia (apalagi di PlazaKamera.com). Namunini adalah pertanda baik karena ke depannya kita bisa fokus meningkatkan kualitas foto & video kita, karena teknologinya juga akan berkembang terus.

Lesson Learned: terus belajar meningkatkan skill fotografi dan videografi (komposisi, momen, dll.) karena teknologi pasti berkembang dan ke depannya akan semakin mudah. Saat it terjadi,kita harus siap untuk memanfaatkannya.

 

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *