Baca Dulu Ini Sebelum Anti dengan Flash Kamera!

Siapa yang suka menggunakan lampu flash untuk memotret? Atau malah anda justru tidak menyukainya? Flash, baik yang tambahan maupun bawaan kamera, kerap bikin serba salah. Kadang hasilnya justru tidak oke, tapi terlalu gelap bila tidak memakai flash.

Sebelum antipati dengan flash, yuk kenali lebih dulu apa fungsi dan manfaat memakai flash untuk memotret.

Ditilik dari sejarahnya, flash lahir di era akhir 1800-an dan terus dikembangkan hingga berbentuk seperti yang beredar di pasaran sekarang. Tentunya ini menandakan betapa pentingnya flash dalam sebuah pemotretan.  Dikutip dari Lighting 101, flash berfungsi untuk:

1. Mengontrol cahaya

 Flash itu keren karena anda jadi memiliki kemampuan untuk mengatur cahaya di segala medan yang anda hadapi saat memotret. Kontrol terhadap cahaya ini adalah pokok utama kenapa dan bagaimana menggunakan flash lho!

 

2. Mengontrol pemakaian cahaya dalam pemotretan

 Flash sudah dikenal luas sebagai alat untuk membuat foto dramatis, baik di studio maupun outdoor. Selain itu ada kegunaan lain juga yaitu memaksimalkan hasil pemotretan seperti contoh di bawah ini.

Menggunakan flash, si model tampak lebih “bersinar” sehingga menonjol dari background.

Namun memang ada tekniknya. Foto ini dibuat dengan menempelkan gel oranye (CTO) pada flash untuk menumpuk cahaya keemasan saat senja. Selain itu menggunakan tambahan reflektor untuk memantulkan flash. Ini berfungsi melembutkan cahaya, membuat tampilan natural.

Ini adalah salah satu untuk memperbagus foto menggunakan fungsi mengontrol cahaya pada flash.

 

3. Mengontrol arah sumber cahaya

Di setiap pemotretan selalu ada sumber cahaya alami, namun tidak selalu mencukupi untuk sebuat pemotretan yang bagus. Maka flash berbicara di sini. Contohnya adalah foto keluarga di bawah ini.

Foto tanpa menggunakan flash membuat bagian wajah terlalu gelap. Jika dinaikkan brigthness-nya maka background akan terlalu putih. Solusinya adalah memberikan sedikit tambahan untuk kulit mereka sekaligus background.

Cahaya alaminya berasal dari kanan sehingga flash juga ditambahkan dari arah yang sama agar hasilnya natural. Gunakan reflektor untuk mengarahkan cahaya sekaligus memperlembutnya.

 

4. Mengontrol kualitas cahaya yang digunakan

 Tidak ada yang namanya “cahaya terbaik” tapi ada begitu banyar cara untuk mempergunakannya. Flash yang soft atau diffused bisa digunakan untuk pemotretan wajah. Sedangkan flash tajam atau direct lighting juga bagus lho untuk pemotretan model majalah atau gerakan dance.

Flash yang tajam juga digunakan untuk membuat foto dramatis para atlit. Fungsinya untuk membuat bayangan yang jelas sehingga foto memiliki kedalaman dan artistik. Sementara itu cahaya flash tipe menyebar bisa untuk mengisi atau memperkuat pencahayaan alami dengan kesan lembut.

5. Mengontrol temperatur warna pada hasil foto

 Sumber cahaya, apapun jenis dan asalnya, memiliki “warna” sendiri yang biasa disebut dengan suhu warna (color temperature).  Mulai dari tipe daylight hingga tungsten sampai fluorescent, semuanya berbeda warnanya. Nah, flash bisa juga digunakan untuk mengoreksi warna cahaya tersebut saat pemotretan.

Pada contoh pemotretan bikini di atas, tidak ada masalah dengan cahaya senja keemasan yang ada di hasil foto. Namun dengan mengubah warna cahaya flash yang digunakan bisa membuat warna biru pada air laut dan bikini sang model jadi lebih menonjol pada foto kedua.

Tips mengarahkan flash eksternal

Keuntungan memakai flash eksternal  adalah membuat anda semakin mudah mengarahkan cahaya untuk memotret. Jika langsung menembakkannya ke obyek maka hasilnya akan flat, mengkilap dan terlalu tajam bayangannya. Untuk membuat lighting yang lembut bisa dengan cara menembakkan flash ke permukaan yang luas (misalnya dinding atau langit-langit).

(foto oleh James Jordan memakai flash eksternal yang ditembakkan ke langit-langit)

Jika menembakkan flash ke langit-langit yang rendah juga akan menimbulkan bayangan namun lebih bisa diatur.  Bisa juga flash diputar ke satu sisi dan ditembakkan ke dinding warna netral maka akan menghasilkan sidelight yang bagus.

Jadi jangan takut mencoba menggunakan flash ya!

(source: https://www.slrlounge.com/workshop/5-reasons-to-use-flash/ )

(source: http://digicamhelp.com/accessories/external-flashes/flash-benefits/ )

Share Produk ini!

2 thoughts on “Baca Dulu Ini Sebelum Anti dengan Flash Kamera!”

  1. bisa kah anda membantu sya
    ?
    jadi saya ingin mencari kamera, entah dlsr/mirorless yg cocok untuk photography juga cocok untuk film/videographer ? apa anda ada rekomendasi yg cocok untuk saya?
    terimakasih

    1. Halo kak Dastan, untuk kebutuhan di bidang videography dibutuhkan 2 aspek, aspek gambar dan audio. sebaiknya memilih pilihan kamera dslr, karena ada port untuk kable audio. dan hal ini yang tidak semua kamera mirrorless miliki,. namun hendaknya disesuaikan dengan budget yang dibutuhkan.

      untuk kamera dlsr saran saya memilih :
      /Kamera dSLR
      Canon 5D Mark IV, Canon 7D Mark III dan Canon 6D; Nikon D610, Nikon D7200, dan Nikon 810
      /Kamera Mirrorless
      Sony A6000, Sony A6500, dan Canon EOS M10

      Saran : Hendaknya di sesuaikan dengan budget dan kebutuhan videography yg diperlukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *