7 Langkah Photographer menjadi Videographer

Disclaimer : artikel ini disadur dari DPreview https://www.dpreview.com/articles/0326094138/a-photographer-s-look-into-the-world-of-video

7 Langkah Photographer menjadi Videographer

// Seorang Fotografer memasuki dunia video

Akan butuh waktu yang lama bagi beberapa fotografer untuk benar-benar mengerti tentang dunia videography, namun kali ini saya akan membahas beberapa tips yang saya sadur dari DPreview untuk mengenal lebih dekat tentang dunia videografi, dan tentunya dengan sedikit beberapa bumbu tips dari saya bisa bagikan kepada kamu semua :)

Langkah Pertama |  Gambar Harus Stabil !

” Stop shaking the camera, you’re making me feel sick ”

DCM134.foldout_sharp.flow_video_stabiliser 031211428004424ea38c0Well… Hal pertama yg kamu harus ketahui dalam merekam video ( dengan menggunakan kamera DSLR ataupun Mirrorless ) adalah menjaga kameramu agar tetap stabil dalam pergerakan proses merekam momen, hal ini sangat sangat penting agar yang melihat hasil video kamu tidak merasa “mabuk”,.. Perhatikan pada cara pernafasan kamu saat mengambil momen video, apakah terlalu cepat atau terlalu lamban? karena hal ini akan berpengaruh pada kondisi kekuatan tangan dalam menjaga kestabilan pengambilan gambar.

Solusi-nya dengan :

1a23b039c4b1f62c24170268ccbd6c08_largea.) Menahan Nafas
Berlatih menahan nafas sejenak saat mulai merekam momen, tergantung juga pada interval waktu proses pengambilan video sih, klo terlalu lama  menahan nafas juga berakibat sesak :D

b.) Stabilizer , Tripod atau Monopod dan Rig
Dengan menggunakan alat bantu seperti : Stabilizer , Tripod atau Monopod dan Rig sangat bisa membantu kameramu tetap stabil dan ini penting agar hasil yang ditayangkan menjadi nyaman untuk mata, nah.. yuk cari tahu harga Tripod/Monopod dan Stabilizer.

Langkah Kedua | Maksimalkan Fitur Kameramu !

” Exposing some limitations ”

1865_products_imgA. Diafragma adalah point penting pertama dalam perekaman video, dengan memahami berapa banyak cahaya yang kamu butuhkan untuk menerangi object, kamu dapat atur diafragma (aperture) sesuai yang kamu inginkan. Ini sangatlah penting, kenapa? karena dengan membuka exposure lebih besar otomatis cahaya yang (ditangkap) masuk ke sensor melalui lensa menjadikan gambar video lebih terang, oh iyaa.. kamu juga harus memperhatikan pencahayaan dilokasi kamu sedang shooting, apakah terlalu banyak lampu atau di luar ruangan sekalipun, yaahh intinya sih kamu harus benar benar mengerti tentang cara kerja diafragma (aperture) itu sendiri.

B. Shutter Speed adalah point penting kedua setelah Aperture (Diafragma). Karena memahami kecepatan shutter dalam video agak sedikit berbeda ketika kamu memotret, agak rumit sih menjelaskan hubungan shutter speed dalam merekam video. well video ini akan membantu kamu untuk tahu perbedaan

C. ISO juga point penting untuk mendapatkan kualitas video yang apik. ISO sendiri merupakan besaran yang menyatakan sensitivitas sensor pada kameramu…

Lalu apa kaitannya ISO dengan Video ?

Honestly,.. Sensor pada kamera tersusun atas jutaan pixel yang sensitif terhadap cahaya. Semakin tinggi ISO, maka semakin tinggi pula sensitivitas pada sensor yang bersangkutan. Semakin sensitif sensor, semakin banyak cahaya yang bisa diserap.

Dalam video, semakin baik performa ISO kamera, maka semakin baik kualitas video bahkan dalam kondisi low-light sekalipun… Namun jika performa ISO kamera nggak bagus, ketika sensitivitas sensor kita naikkan sedidikit saja akan keluar bintik-bintik hitam (grain) pada video.

iso-noiseDeret angka ISO untuk kamera DSLR maupun Mirrorless  100, 200, 400, 800, 1600, 3200, 6400. Sensitivitas sensor pada ISO 200 memiliki kemampuan mengumpulkan cahaya dua kali lipat dibanding ISO 100. Begitu juga dengan ISO 3200 yang memiliki kemampuan dua kali lipat dibanding ISO 1600, sehingga shutter speed yang digunakan juga bisa dua kali lipat lebih cepat (video akan lebih tajam).

Namun karena naiknya ISO juga menimbulkan efek samping berupa bintik-bintik hitam, sebaiknya jangan menggunakan ISO tinggi meskipun sedang merekam di malam hari. Kecuali kamera memiliki performa ISO yang baik, sebaiknya jangan pernah lebih dari ISO 400. Jika masih kekurangan cahaya, maka itu saatnya untuk menggunakan artificial light.

prime-lens-1D. Pemilihan Lensa  Setelah 3 Point penting di atas, faktor pendukung utama ialah pada pemilihan lensa pada kamera, so guys, memilih lensa dengan aperture (diafragma) besar pada lensa akan berpengaruh pada besarnya cahaya yg masuk pada kamera, dan hal ini akan membuat video kamu terlihat lebih terangCoba juga menggunakan lensa wide range, Seperti prime lens 17mm, 24mm, 35mm ataupun wide lens 10-22mm, 11-16mm, dan 17-40mm.. hal ini bertujuan untuk memperluas area frame, sehingga beberapa object dapat terekam dengan baik dan memberikan kesan cinematic. akan lebih maksimal lagi kalo kameramu udah kamera full frame.

Langkah Ketiga | Atur Resolusi Video pada kameramu !

I’m likely to encounter are anything like Raw.

Resolution-Video

Setiap kamera dslr maupun mirrorless terdapat fitur resolusi video, ada beberapa kamera dengan kemampuannya dalam menghasilkan video beresolusi hingga 4K (RAW). nah resolusi video adalah banyaknya jumlah dimensi pixel yang ditampilkan pada sebuah bidang ( Monitor, LCD, dan TV )..  Hal ini biasanya dinyatakan dengan :  Lebar x Tinggi  di satuan di pixel:  misalnya, “1024×768” berarti lebarnya adalah 1024 pixel dan tingginya 768 pixel. well.. saya tidak akan membahas lebih lebar tentang resolusi video,..

Pilihlah Opsi Log Gamma

Jika kamera kamu ada fitur Log Gamma, akan jauuuh lebih “epic” pada video yang dihasilkan, Nah.. fungsi fitur Log Gamma mampu merekam video dengan kemampuan memilih karakter cahaya dan warna yang super low contrast/super flat dengan rentang dinamis luas. Hal ini, kamu dapat menghasilkan output berupa Cinema RAW (60p, 10-bit) tanpa mengalami degradasi gambar.

Lihat video dibawah ini

( Bersambung pada bagian ke 2, mengenai Focus, Komposisi, Audio, dan Editing )

One thought on “7 Langkah Photographer menjadi Videographer”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *