7 Langkah Photographer menjadi Videographer ( bagian 2 – end )

Disclaimer : artikel ini disadur dari DPreview https://www.dpreview.com/articles/0326094138/a-photographer-s-look-into-the-world-of-video/2

change lenses

Langkah ke Empat / pakai mode manual fokus !

Now focus

mfringKamera dan lensa zaman sekarang sudah dikaruniai dengan kecanggihan auto focus, yang sangat membantu untuk foto. Tapi, gimana kalau video?

Nah pada video, fokus menjadi tantangan tersendiri. Kita tidak akan ingin ada perubahan fokus di tengah-tengah klip, apalagi yang seolah lensa itu maju-mundur terus-terusan mencari fokus.

image_373287hint : // Gunakan Prime Lens untuk membuat hasil videomu lebih bokeh, siapa sih yg gak pengen hasil videonya terlihat lebih greget dengan full focus.

Kenapa bisa begitu? Meskipun sudah auto focus, tidak semua lensa memiliki kecepatan auto focus yang mumpuni. Plus, kemampuan lensa & kamera dalam mencari auto focus akan menurun ketika dalam mode video.

Lalu bagaimana? Mulai utamakan manual focus, manfaatkan fitur focus peaking jika ada, sekaligus mulai merasakan speed perubahan focus yang nyaman untuk ditonton. Kemudian, jika merekam video yang objeknya bergerak/pindah tempat, sebaiknya gunakan f besar (bukaan kecil) untuk menghindari subjek yang out of focus saat kamera juga bergerak.

Langkah ke Lima / Perhatikan Gerakan dan Komposisi !

Composition and movement

rule-of-thirdsKomposisi dalam fotografi dasarnya adalah tentang penempatan segala objek yang ada dalam frame, beautifully.

Lalu bagimana dalam videografi? Sama aja, kita tetap perlu menata susunan semua objek yang ada di dalam frame. Kita masih bisa menggunakan rule of third, golden ratio, triangle concept, leading line, dll. hanya saja, kali ini kita perlu mempertibangkan pergerakan masing-masing objek.

Kita perlu komposisi A di scene satu, kemudian saat subjek bergerak, kita punya dua pilihan untuk ikut bergerak dan mempertahankan komposisi atau merubah komposisi ke komposisi B, kemudian saat subjek berhenti bergerak, kita perlu mempertimbangkan komposisi C yang masih sesuai dengan skenario berikutnya.

Terkesan susah bagi yang selama ini bermain di still photo, tapi begitu kita memahaminya, kita mampu membuat video yang sangat dinamis dan keren.

dolly( dengan menggunakan dolly-slider akan membuat gambarmu semakin asyik )

Ada banyak gerakan-gerakan kamera dalam video mulai dari panning, sliding, going up, drawing in, first person, dll. Jadi jika selama ini kita berpikir bahwa aksesoris untuk kamera kita hanyalah, tripod, lensa, filter, remote shutter, that’s not the thing here in videography.

Banner-Kategori

Well, klik gambar di sebelah ini aja untuk tahu aksesoris pendukung apa saja yang bisa membantu dalam hal videografi.

 

 

 

Langkah ke Enam / Perhatikan Audio !

The entirely unfamiliar

lav2// Mengenal Audio

Dan area terakhir yang selama ini belum pernah terjamah sama sekali oleh fotografer adalah audio.

Ketika kita menonton film/video, harus diakui bersama bahwa ketika ada audio yang “nggak enak” perhatian kita pasti sangat terganggu. Dan bayangkan jika itu yang terjadi pada video kita saat ditonton orang banyak. Sebagus-bagusnya video kita, kalau audio tidak mendukung, audience jadi tidak bisa menikmati karya kita.

That’s why minimal kita perlu mempertimbangkan kepekaan mic yang kita gunakan. Baik built in mic pada kamera maupun external mic untuk hasil yang lebih baik.

DSC_2359Apapun mic yang dipakai (whatever itu built-in atau eksternal) akan lebih baik kalau kita bisa atur kepekaannya secara manual, plus di layar bisa ditampilkan indikator level audio supaya kita tahu suara yang direkam levelnya sudah pas, terlalu keras atau terlalu lemah.

 

AudioBagaimana bila kita ingin audionya terekam dengan lebih serius (profesional) tapi kameranya tidak ada colokan mic? Terpaksa gunakan perekam eksternal yang nanti digabung dengan video saat editing. Perekam eksternal pasti kualitasnya lebih baik, juga banyak fitur tambahan seperti pilihan kualitas audio serta colokan XLR untuk mic yang lebih serius ( klik gambar disamping ).

 

Langkah ke Tujuh / Sempurnakan dengan Editing !

The differences don’t end when you stop recording

Video-Editing-Software
Pada dasarnya terdapat dua tahapan utama dalam proses pembuatan suatu video sebelum siap untuk ditayangankan, tahap pertama adalah tahap perekaman video yang biasa dilakukan oleh seorang atau lebih kameramen, pada proses ini akan dihasilkan rekaman video mentah, dan tahap kedua adalah tahap pengeditan video yang biasa dilakukan oleh seorang atau lebih video editor.

// Tujuan dari proses video editing adalah membuat suatu rekaman video mentah menjadi suatu tampilan video yang menarik dan enak untuk dinikmati.

Pada proses video editing ini kita dapat memilah-milah bagian mana dari video mentah yang kita inginkan dan kita dapat membuang bagian-bagian dari video mentah yang tidak kita inginkan (seperti tayangan video yang tidak jelas, buram, tidak fokus, terlalu goyang, dll), kita juga dapat memperbaiki hasil rekaman video kita yang terlalu gelap atau terang, ataupun warnanya yang terlalu kuning/merah/biru.

ada 2 Software aplikasi professional editing yang saya rekomendasikan :
1756991_406966b8-9b9a-4187-9e69-ea7837f1ed24

a). Adobe Premiere Pro

Program Video Editing yang dikembangkan oleh Adobe. Program ini sudah umum digunakan oleh rumah-rumah produksi, televisi dan praktisi di bidangnya.

Premiere Pro mendukung editing video berkualitas tinggi di hingga 4K x 4K resolusi, di hingga 32-bit per channel warna, baik dalam dan RGB YUV. Audio-contoh tingkat mengedit, VST audio plug-in mendukung, dan 5,1 surround sound pencampuran tersedia untuk audio fidelity tinggi.

Final Cut Prob). Final Cut Pro

Final Cut Pro adalah sebuah software professional untuk menyunting video yang dikembangkan oleh perusahaan Macromedia Inc. dan lalu dilanjutkan oleh perusahaan Apple Inc. Final Cut Pro 7 dapat berjalan pada PC (Personal Computer) Mac yang bersistem operasi Mac OS X versi 10.5.6 atau yang lebih baru dan juga menggunakan prosesor Intel.

Final Cut Pro 5 menambahkan dukungan untuk format HDV berkembang bagi HD terkompresi, yang sebelumnya telah didukung oleh sepupunya Final Cut Pro, Final Cut Express. Final Cut Pro 5 juga menambahkan dukungan format P2 Panasonic untuk merekam video HD DVCPRO ke kartu memori.

 

// KESIMPULAN

run-gun-video-rigDalam sinematografi /videography menggunakan DSLR, pengguna sebenarnya sudah dimudahkan secara kaidah fotografi karena adanya kesamaan aspek tertentu.

Namun, karena basisnya video adalah gambar bergerak, maka aspek teknis video atau film harus tetap diketahui. Video menampilkan visual yang dinamis, gerak dan suara yang saling mendukung. Tetapi disisi lain, sinematografi mempunyai batasan dalam komposisi frame yang sudah standar ukurannya.

Kesamaan fotografi dan sinematografi dengan DSLR terletak pada pemahaman aspek lensa dan efeknya, penggunaan iso, ukuran sensor dan exposure.

 

Jadi bila seseorang telah mempelajari aspek teknis fotografi dalam DSLR, fotografi   itu sendiri telah menjadi jembatan penting mempelajari aspek teknis sinematografi/videography dengan kamera yang sama.

 

Selamat berkarya… :)
Next, saya akan membagi tips bagaimana bermain main dengan Steel-Wool Photography

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *