4 Kamera Untuk Pemula Di Tahun 2019

Pentingnya kamera untuk pemula

Bicara soal kamera untuk pemula, sebenarnya ini layak diperdebatkan (atau paling tidak dibahas) lebih dulu ya, bahwa kamera untuk newbi itu yang bagaimana, sih?

Karena sebenarnya sah-sah saja jika kamu adalah pemula di fotografi/videografi dan mau langsung beli kamera premium. Sah-sah aja kalau kamu pemula, dan memilih cari kamera yang pakainya gampang, nggak peduli harga berapa, model gimana. Dan sah juga seandainya kamu pemula, dan ingin punya kamera yang cenderung hemat di awal-awal. Semua itu sah.

Jadi kamera untuk pemula yang mana?

Di blog kali ini, kami mempertimbangkan beberapa hal yang menjadi karakteristik kamera yang cocok untuk pemula, dimana nantinya ada kemungkinan juga jadi hobbyist serius, tanpa melewatkan aspek kemudahan pemakaian. Berikut elemen utamanya:

Tersedia mode manual: pakai kamera pocket yang cuma point and shoot dengan settingan auto memang asyik. Karena kita cukup pilih objek yang mau difoto dan hasilnya sudah cukup bagus tanpa harus repot soal setting. Hanya saja, untuk pemula pasti ada kemungkinan untuk belajar mode manual karena lambat laun akan mengerti bahwa setting auto cukup sering memberikan hasil yang kurang wah di beragam situasi.

Bisa ganti lensa: Dengan memungkinkannya ganti lensa, pemula bisa belajar lebih banyak soal focal length dan efeknya terhadap seberapa lebar/sempit foto yang dihasilkan. Selain itu, berbagai kemungkinan lain seperti foto objek bergerak, foto bokeh, foto malam hari, dll., semua bisa dicapai dengan berganti-ganti lensa.

Bisa merekam video: Yang awalnya hanya mencoba-coba fotografi saja, bisa ada kemungkinan malah lebih suka dan lebih cocok dengan videografi. Apalagi dengan kondisi sosial media yang lambat laun lebih ramah pada konten video. Sementara harga kamera memang lumayan mahal jadi sebaiknya pilih kamera yang juga bisa video sekalian.

Harga relatif hemat: Ok, kami paham ketika ada istilah kamera untuk pemula, sebenarnya merujuk ke kamera yang cukup hemat. Niatnya adalah butuh kamera yang memungkinkan kita untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, memungkinkan untuk belajar lebih banyak hal, namun juga tidak perlu mengeluarkan investasi yang terlalu besar.

Lalu di 2019 ini apa saja list-nya?

Canon EOS 3000D

3000D adalah kamera yang diplot menggantikan seri Canon EOS 1300D. Sengaja diperuntukkan bagi pengguna kamera pertama kali. Apa yang membuat 3000D ini cocok untuk pemula?

Untuk harga yang sangat hemat (kisaran 4-5 juta), 3000D sudah dilengkapi dengan Wi-Fi, resolusi video Full HD 1080, itupun sudah di kualitas 30fps. Untuk resolusi foto masih sama dengan pendahulunya 1300D, yaitu di 18MP.

Poin plus lainnya adalah 3000D sudah memungkinkan untuk dipasang flash eksternal. Jadi untuk pemula yang ingin mendalami seni foto di studio dan cahaya tambahan berupa flash (atau biasa disebut strobis), 3000D sudah memberikan fasilitas tersebut.

Canon EOS 1500D

Sementara untuk 1500D, secara spesifikasi mirip dengan 3000D. Hanya saja memiliki resolusi foto yang lebih besar yakni 24MP, jadi kita bisa berharap mendapatkan hasil foto yang lebih detil. Selain itu monitor LCD yang ada di kamera juga lebih besar dengan ukuran sekitar 3 inch, sementara 3000D hanya 2.7 inch.

Selebihnya tidak ada perbedaan signifikan antara 3000D dengan 15000D. Mungkin tabel berikut bisa menjelaskan perbedaan spesifikasi kedua kamera dslr pemula dari Canon ini:

Canon EOS 1500D Canon EOS 3000D
  • 24.1MP APS-C CMOS image sensor
  • DIGIC4+ processor
  • ISO range from 100-6400 (expandable to 12800)
  • Full HD 1080p video up to 30fps and Video Snapshot mode
  • 3fps continuous shooting
  • 9-point autofocus
  • 3” (7.5 cm) 920k-dot TFT LCD monitor with inbuilt Feature Guide
  • Scene Intelligent Auto mode
  • Creative filters
  • Wi-Fi and NFC connectivity
  • Built-in Mono Microphone
    Tripod Socket-Yes
    3.5mm Headphone Jack – Yes
    USB Connectivity – Type-C
    PictBridge Support – Yes
  • Battery Type Lithium Battery
  • External Flash Support and Built-in Flash
  • 18MP APS-C CMOS image sensor
  • DIGIC4+ processor
  • ISO range from 100-6,400 (expandable to 12,800)
  • Full HD 1080p video up to 30fps and Video Snapshot mode
  • 3fps continuous shooting
  • 9-point autofocus
  • 2.7” (7.5 cm) 920k-dot TFT LCD monitor with inbuilt Feature Guide
  • Scene Intelligent Auto mode
  • Creative filters
  • Wi-Fi
  • Built-in Mono Microphone
    Tripod Socket-Yes
    3.5mm Headphone Jack – Yes
    USB Connectivity – Type-C
    PictBridge Support – Yes
  • Battery Type Lithium Battery
  • External Flash Support and Built-in Flash

Sony A5100

Old but gold, adalah definisi untuk kamera mirrorless dari Sony ini, apalagi dengan harganya yang semakin hemat. A5100 mewarisi sistem autofocus yang cepat dari lini mirrorless Sony, jadi sangat cocok untuk foto street yang rata-rata objeknya bergerak.

Bicara soal hasil foto, A5100 memiliki resolusi foto 24MP dengan sensor APS-C seperti 1500D. Namun karena masing-masing orang punya preferensi sendiri, beberapa berpendapat hasil foto mirrorless Sony memiliki contrast yang lebih terasa. Selain itu, poin plusnya adalah lensa-lensa Sony ada lebih banyak pilihannya dibandingkan lensa mirrorless brand lainnya.

Kemudian dari semua list di blog ini, A5100 adalah terbitan yang paling lama yang dirilis pada 2014. Namun bukan berarti tidak bagus, hasilnya masih di atas rata-rata kamera baru malahan, dan baterainya juga lebih tahan, namun ada kemungkinan dalam waktu dekat (beberapa tahun ke depan) akan discontinue.

A5100 belum bisa dipasang flash eksternal, tidak seperti dua DSLR di atas.

Canon EOS M100

M100 adalah mirrorless keluaran Canon yang diplot menggantikan EOS M10. M100 bisa dibilang adalah mirrorless terhemat saat ini. Namun walaupun hemat, M100 adalah keluaran baru sehingga punya fitur-fitur yang cukup modern, diantaranya: Wi-Fi, Bluetooth, dan touchscreen.

Touchscreen jadi fitur yang penting untuk pemula karena biasanya akan lebih mudah mengubah settingan yang tinggal tekan apa yang ada di layar. Sementara untuk DSLR, diperlukan mengerti dial mana yang harus ditekan/diputar untuk mengganti settingan. Otomatis dengan touchscreen, pemula diharapkan bisa lebih cepat menguasai kameranya sendiri, dan bisa lanjut mempelajari yang lainnya.

Soal hasil foto, Canon EOS M100 sama seperti A5100 dan 1500D dimana memberikan resolusi foto 24.2 MP dengan sensor APS-C.

Meskipun tidak bisa dipasang flash eksternal juga, M100 bisa dibilang kamera yang lebih simple dalam pengoperasiannya sehingga pengguna baru bisa dengan mudah menggunakannya.

Share
Published by
Patriot Widodo

Recent Posts

5 Spot Prewedding Atap Gedung di Surabaya

5 Spot Prewedding Atap Gedung di Surabaya Seringkali foto pre-wedding digelar di studio. Pasangan pengantin hanya perlu datang ke tempat…

1 week ago

5 Mitos Umum dalam Digital Fotografi

Mitos dan kesalahpahaman bisa bertahan karena ketidaktahuan kita mengenai kerumitan Complex Physics dalam dunia digital. dan bagi kita ( para…

2 weeks ago

Review DJI Mavic Mini, Drone Termurah, Terkecil, Teringan dari DJI

Munculnya DJI Mavic Mini ini mungkin tidak lepas dengan semakin ketatnya regulasi soal drone, terutama di kancah internasional. Beberapa insiden…

3 weeks ago

4 Elemen Penting untuk Astrofotografi

// Mengenal Astrofotografi Selalu saja ada banyak obyek hal menarik pada malam hari dan meninggalkan banyak pertanyaan di luar sana…

3 weeks ago

RODE Wireless GO, Mic Wireless Versi Hemat dari RODE..

Bulan ini, RODE merilis sistem audio recording terbaru mereka, Wireless GO. Desainnya yang compact, kecil, singset ini menawarkan antarmuka tanpa…

8 months ago

3 Tips Travel Photography. Lebih Penting dari Setting Kamera!!

Yapp. Anda tidak salah. Ternyata dalam travel photography ada hal yang jauh lebih penting dari setting kamera. Lebih penting dari…

8 months ago